Tangihon Anggukanggukkon, Asi Roham Jahowa: Sebuah Upaya Berteologi Ekologi Liberatif Kontekstual Untuk Membebaskan Tanah dan Hutan Adat Masyarakat Suku Batak Toba dari Eksploitasi dan Melawan Hegemoni Toba Pulp Lestari Tbk

AbstractIndonesia is a country that has abundant ecological wealth and natural resources. One of Indonesia's natural resources that is famous abroad is Lake Toba. Unfortunately, Lake Toba is one of the natural resources that has also experienced ecological damage. The ecological problems that arise related to Lake Toba do not only come from the internal ecosystem of Lake Toba itself (lake water, fish, etc.). The phenomenon of ecological damage also comes from/occurs in the external ecosystem around Lake Toba. One of the problems in the external ecosystem of Lake Toba that occurs is the damage to the land and customary forests owned by the Batak Toba people. This happened because of irresponsible exploitation by PT. Toba Pulp Lestari which carried out industrial activities in the forest areas and customary lands of the Batak Toba people. In order to maintain their ancestral heritage, the indigenous people fought against the exploitation of nature carried out by PT. Toba Pulp Lestari. However, this resistance resulted in conflict and the Batak Toba indigenous people experienced violence. As God's partner, the church is called to carry out God's mission, namely to maintain the integrity of creation and bring liberation to the oppressed. The church needs to do practical theology on this issue. The church needs to act actively to fight against the exploitation of nature, side with the victims of violence, educate the congregation to live in ecological and humanist awareness, and remind the government to be fair to all citizens and the natural creation in Indonesia and regulate political-economic regulations with an ecological paradigm. AbstrakNegara Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan ekologi dan sumber daya alam yang berlimpah-limpah. Salah satu kekayaan alam Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara adalah Danau Toba. Sayangnya, Danau Toba merupakan salah satu sumber daya alam yang turut mengalami kerusakan ekologis. Permasalahan ekologi yang muncul terkait dengan Danau Toba tidak hanya berasal dari ekosistem internal Danau Toba itu sendiri (air danau, ikan, dll). Fenomena kerusakan ekologis juga datang dari/ terjadi pada ekosistem eksternal yang berada di sekitar danau Toba. Salah satu masalah pada lingkungan ekosistem eksternal Danau Toba yang terjadi adalah kerusakan tanah dan hutan adat yang dimiliki oleh masyarakat suku Batak Toba. Hal ini terjadi karena adanya eksploitasi yang tidak bertanggung jawab oleh PT. Toba Pulp Lestari yang melakukan kegiatan industri pada wilayah hutan dan tanah adat masyarakat suku Batak Toba. Demi mempertahankan warisan leluhur, masyarakat adat mengadakan perlawanan terhadap tindakan eksploitasi alam yang dilakukan oleh PT. Toba Pulp Lestari. Namun, perlawanan tersebut menghasilkan konflik dan para warga masyarakat adat Batak Toba mengalami kekerasan. Sebagai mitra Allah, gereja dipanggil untuk mengerjakan misi Allah yaitu menjaga keutuhan ciptaan dan menghadirkan pembebasan bagi orang yang tertindas. Gereja perlu berteologi secara praksis terhadap isu ini. Gereja perlu bertindak secara aktif untuk melawan eksploitasi alam yang dilakukan, berpihak kepada para korban kekerasan, mengudukasi warga jemaat untuk hidup dalam kesadaran ekologis dan kesadaran humanis, serta mengingatkan pemerintah untuk berlaku adil kepada seluruh warga masyarakat dan alam ciptaan yang ada di Indonesia dan mengatur regulasi politik-ekonomi yang berparadigma ekologis.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Aradha Journal of Divinity Peace and Conflict Studies
Published
2024-12-31
DOI
https://doi.org/10.21460/aradha.2024.41.1320
Primary Topic
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Tangihon Anggukanggukkon, Asi Roham Jahowa: Sebuah Upaya Berteologi Ekologi Liberatif Kontekstual Untuk Membebaskan Tanah dan Hutan Adat Masyarakat Suku Batak Toba dari Eksploitasi dan Melawan Hegemoni Toba Pulp Lestari Tbk

Obed Reinhard Siregar
Aradha Journal of Divinity Peace and Conflict Studies
Cultural and Religious Practices in Indonesia
article

Tangihon Anggukanggukkon, Asi Roham Jahowa: Sebuah Upaya Berteologi Ekologi Liberatif Kontekstual Untuk Membebaskan Tanah dan Hutan Adat Masyarakat Suku Batak Toba dari Eksploitasi dan Melawan Hegemoni Toba Pulp Lestari Tbk

Obed Reinhard Siregar
article en

Abstract

AbstractIndonesia is a country that has abundant ecological wealth and natural resources. One of Indonesia's natural resources that is famous abroad is Lake Toba. Unfortunately, Lake Toba is one of the natural resources that has also experienced ecological damage. The ecological problems that arise related to Lake Toba do not only come from the internal ecosystem of Lake Toba itself (lake water, fish, etc.). The phenomenon of ecological damage also comes from/occurs in the external ecosystem around Lake Toba. One of the problems in the external ecosystem of Lake Toba that occurs is the damage to the land and customary forests owned by the Batak Toba people. This happened because of irresponsible exploitation by PT. Toba Pulp Lestari which carried out industrial activities in the forest areas and customary lands of the Batak Toba people. In order to maintain their ancestral heritage, the indigenous people fought against the exploitation of nature carried out by PT. Toba Pulp Lestari. However, this resistance resulted in conflict and the Batak Toba indigenous people experienced violence. As God's partner, the church is called to carry out God's mission, namely to maintain the integrity of creation and bring liberation to the oppressed. The church needs to do practical theology on this issue. The church needs to act actively to fight against the exploitation of nature, side with the victims of violence, educate the congregation to live in ecological and humanist awareness, and remind the government to be fair to all citizens and the natural creation in Indonesia and regulate political-economic regulations with an ecological paradigm. AbstrakNegara Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan ekologi dan sumber daya alam yang berlimpah-limpah. Salah satu kekayaan alam Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara adalah Danau Toba. Sayangnya, Danau Toba merupakan salah satu sumber daya alam yang turut mengalami kerusakan ekologis. Permasalahan ekologi yang muncul terkait dengan Danau Toba tidak hanya berasal dari ekosistem internal Danau Toba itu sendiri (air danau, ikan, dll). Fenomena kerusakan ekologis juga datang dari/ terjadi pada ekosistem eksternal yang berada di sekitar danau Toba. Salah satu masalah pada lingkungan ekosistem eksternal Danau Toba yang terjadi adalah kerusakan tanah dan hutan adat yang dimiliki oleh masyarakat suku Batak Toba. Hal ini terjadi karena adanya eksploitasi yang tidak bertanggung jawab oleh PT. Toba Pulp Lestari yang melakukan kegiatan industri pada wilayah hutan dan tanah adat masyarakat suku Batak Toba. Demi mempertahankan warisan leluhur, masyarakat adat mengadakan perlawanan terhadap tindakan eksploitasi alam yang dilakukan oleh PT. Toba Pulp Lestari. Namun, perlawanan tersebut menghasilkan konflik dan para warga masyarakat adat Batak Toba mengalami kekerasan. Sebagai mitra Allah, gereja dipanggil untuk mengerjakan misi Allah yaitu menjaga keutuhan ciptaan dan menghadirkan pembebasan bagi orang yang tertindas. Gereja perlu berteologi secara praksis terhadap isu ini. Gereja perlu bertindak secara aktif untuk melawan eksploitasi alam yang dilakukan, berpihak kepada para korban kekerasan, mengudukasi warga jemaat untuk hidup dalam kesadaran ekologis dan kesadaran humanis, serta mengingatkan pemerintah untuk berlaku adil kepada seluruh warga masyarakat dan alam ciptaan yang ada di Indonesia dan mengatur regulasi politik-ekonomi yang berparadigma ekologis.

Aradha Journal of Divinity Peace and Conflict StudiesVol. 4(1)
Duta Wacana Christian University (ID)
Openalex Percentile: Top 53%
Cultural and Religious Practices in Indonesia
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.