Representasi Dewa Surya dalam Bentuk Arca di Jawa

The depiction of the deities in sculptural form was an important aspect of Hindu-Buddha cultural development in the Nusantara from the fifth to the sixteenth centuries. Sculptures of the Surya deity are among the archaeological finds reflecting this cultural influence, especially in Java. This study explores the representation of the Surya deity through a literature review, observations, and descriptive-comparative analysis of seven sculptures found in the administrative regions of East Java, Central Java, and the Special Region of Yogyakarta. This study uses iconographic approach, and the results show that sculptures of Surya deity are characterized by distinctive iconographic features, such as hands in varadahastamudra and/or holding lotus flowers, sitting cross-legged on a lotus pedestal, or standing/sitting on a chariot drawn by seven horses. These representations reflect symbolic concepts associated with fertility, health, and balance in the lives of past societies. This study highlights the iconographic features and symbolic role of Surya deity sculptures as an integral part of Java’s archaeological landscape. === Penggambaran tokoh dewata dalam bentuk arca merupakan bagian penting dari perkembangan kebudayaan Hindu-Buddha di Nusantara pada abad ke-5 hingga ke-16 Masehi. Arca Dewa Surya merupakan salah satu temuan arkeologis yang mencerminkan pengaruh kebudayaan tersebut, terutama di Jawa. Penelitian ini membahas representasi Dewa Surya berdasarkan studi pustaka, observasi, dan analisis deskriptif-komparatif terhadap tujuh arca yang ditemukan di wilayah administratif Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan ikonografis dan hasilnya menunjukkan bahwa arca Dewa Surya digambarkan dengan ciri ikonografis khas, seperti tangan bersikap varadahastamudra dan/atau memegang bunga teratai, sikap duduk bersila di atas teratai, atau sikap berdiri/duduk di atas kereta yang ditarik oleh tujuh ekor kuda. Representasi ini mencerminkan konsep simbolis yang terkait dengan kesuburan, kesehatan, dan keseimbangan dalam kehidupan masyarakat masa lalu. Penelitian ini memberikan gambaran tentang ciri ikonografis arca Dewa Surya dan peran simbolisnya di Jawa.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JANUS
Published
2024-12-20
DOI
https://doi.org/10.22146/janus.13222
Primary Topic
Pacific and Southeast Asian Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Representasi Dewa Surya dalam Bentuk Arca di Jawa

Pratama Dharma Surya
JANUS
Pacific and Southeast Asian Studies
article

Representasi Dewa Surya dalam Bentuk Arca di Jawa

Pratama Dharma Surya
article en

Abstract

The depiction of the deities in sculptural form was an important aspect of Hindu-Buddha cultural development in the Nusantara from the fifth to the sixteenth centuries. Sculptures of the Surya deity are among the archaeological finds reflecting this cultural influence, especially in Java. This study explores the representation of the Surya deity through a literature review, observations, and descriptive-comparative analysis of seven sculptures found in the administrative regions of East Java, Central Java, and the Special Region of Yogyakarta. This study uses iconographic approach, and the results show that sculptures of Surya deity are characterized by distinctive iconographic features, such as hands in varadahastamudra and/or holding lotus flowers, sitting cross-legged on a lotus pedestal, or standing/sitting on a chariot drawn by seven horses. These representations reflect symbolic concepts associated with fertility, health, and balance in the lives of past societies. This study highlights the iconographic features and symbolic role of Surya deity sculptures as an integral part of Java’s archaeological landscape. === Penggambaran tokoh dewata dalam bentuk arca merupakan bagian penting dari perkembangan kebudayaan Hindu-Buddha di Nusantara pada abad ke-5 hingga ke-16 Masehi. Arca Dewa Surya merupakan salah satu temuan arkeologis yang mencerminkan pengaruh kebudayaan tersebut, terutama di Jawa. Penelitian ini membahas representasi Dewa Surya berdasarkan studi pustaka, observasi, dan analisis deskriptif-komparatif terhadap tujuh arca yang ditemukan di wilayah administratif Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan ikonografis dan hasilnya menunjukkan bahwa arca Dewa Surya digambarkan dengan ciri ikonografis khas, seperti tangan bersikap varadahastamudra dan/atau memegang bunga teratai, sikap duduk bersila di atas teratai, atau sikap berdiri/duduk di atas kereta yang ditarik oleh tujuh ekor kuda. Representasi ini mencerminkan konsep simbolis yang terkait dengan kesuburan, kesehatan, dan keseimbangan dalam kehidupan masyarakat masa lalu. Penelitian ini memberikan gambaran tentang ciri ikonografis arca Dewa Surya dan peran simbolisnya di Jawa.

JANUSVol. 2(2)
English Heritage (GB)
Openalex Percentile: Top 52%
Pacific and Southeast Asian Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Representasi Dewa Surya dalam Bentuk Arca di Jawa — Pratama Dharma Surya · JANUS (2024) | TGRS Research Map | TGRS