Facing Divorce with Family Resilience: Challenges and Post-Mediation Solutions in the Panyabungan Religious Court

Divorce is a growing social phenomenon in Indonesia and has a negative impact not only on the couple concerned, but also on children and society. One of the efforts to prevent divorce is through mediation, where couples are facilitated to resolve conflicts without having to go through a lengthy process. However, despite the success of mediation, challenges in maintaining family resilience after mediation remain. This study aims to identify the factors that affect family resilience after mediation and strategies that can be applied to strengthen the couple's relationship after mediation. This research is an empirical legal research, using a legal sociology approach. Data were collected through in-depth interviews with couples who had gone through the mediation process in divorce cases, participatory observation, and document analysis. The analysis was carried out by thematic coding to identify factors that affect family resilience. The results show that family resilience after mediation is influenced by factors such as effective communication, restoration of trust, loyalty and commitment, as well as support from extended family. In addition, some strategies that can be applied to strengthen family resilience are post-mediation counseling, communication skills development, mentoring from third parties, and social support. Although mediation has succeeded in stopping divorce, couples still need to work hard to maintain their family's resilience by implementing the right strategies. Support from external parties and strong commitment from the spouse are essential to maintain harmony in the future household. Perceraian adalah fenomena sosial yang semakin meningkat di Indonesia dan berdampak negatif tidak hanya pada pasangan yang bersangkutan, tetapi juga pada anak-anak dan masyarakat. Salah satu upaya untuk mencegah perceraian adalah melalui mediasi, di mana pasangan difasilitasi untuk menyelesaikan konflik tanpa harus melalui proses yang panjang. Namun, meskipun mediasi berhasil, tantangan dalam mempertahankan ketahanan keluarga pasca mediasi tetap ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan keluarga pasca mediasi dan strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat hubungan pasangan setelah mediasi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pasangan yang telah melalui proses mediasi dalam kasus perceraian, observasi partisipatif, serta analisis dokumen. Analisis dilakukan dengan pengkodean tematik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan keluarga pasca mediasi dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti komunikasi efektif, pemulihan kepercayaan, kesetiaan dan komitmen, serta dukungan dari keluarga besar. Selain itu, beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk menguatkan ketahanan keluarga adalah konseling pasca mediasi, pengembangan keterampilan komunikasi, pendampingan dari pihak ketiga, dan dukungan sosial. Meskipun mediasi berhasil menghentikan perceraian, pasangan masih perlu bekerja keras untuk mempertahankan ketahanan keluarga mereka dengan menerapkan strategi-strategi yang tepat. Dukungan dari pihak eksternal dan komitmen yang kuat dari pasangan sangat penting untuk menjaga harmoni rumah tangga di masa depan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
MADANIA JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
Published
2024-12-31
DOI
https://doi.org/10.29300/madania.v28i2.5842
Primary Topic
Marriage and Family Dynamics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Facing Divorce with Family Resilience: Challenges and Post-Mediation Solutions in the Panyabungan Religious Court

Muhamad Hasan Sebyar, Nur Azizah
MADANIA JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
Marriage and Family Dynamics
article

Facing Divorce with Family Resilience: Challenges and Post-Mediation Solutions in the Panyabungan Religious Court

Muhamad Hasan Sebyar, Nur Azizah
article en

Abstract

Divorce is a growing social phenomenon in Indonesia and has a negative impact not only on the couple concerned, but also on children and society. One of the efforts to prevent divorce is through mediation, where couples are facilitated to resolve conflicts without having to go through a lengthy process. However, despite the success of mediation, challenges in maintaining family resilience after mediation remain. This study aims to identify the factors that affect family resilience after mediation and strategies that can be applied to strengthen the couple's relationship after mediation. This research is an empirical legal research, using a legal sociology approach. Data were collected through in-depth interviews with couples who had gone through the mediation process in divorce cases, participatory observation, and document analysis. The analysis was carried out by thematic coding to identify factors that affect family resilience. The results show that family resilience after mediation is influenced by factors such as effective communication, restoration of trust, loyalty and commitment, as well as support from extended family. In addition, some strategies that can be applied to strengthen family resilience are post-mediation counseling, communication skills development, mentoring from third parties, and social support. Although mediation has succeeded in stopping divorce, couples still need to work hard to maintain their family's resilience by implementing the right strategies. Support from external parties and strong commitment from the spouse are essential to maintain harmony in the future household. Perceraian adalah fenomena sosial yang semakin meningkat di Indonesia dan berdampak negatif tidak hanya pada pasangan yang bersangkutan, tetapi juga pada anak-anak dan masyarakat. Salah satu upaya untuk mencegah perceraian adalah melalui mediasi, di mana pasangan difasilitasi untuk menyelesaikan konflik tanpa harus melalui proses yang panjang. Namun, meskipun mediasi berhasil, tantangan dalam mempertahankan ketahanan keluarga pasca mediasi tetap ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan keluarga pasca mediasi dan strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat hubungan pasangan setelah mediasi. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pasangan yang telah melalui proses mediasi dalam kasus perceraian, observasi partisipatif, serta analisis dokumen. Analisis dilakukan dengan pengkodean tematik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan keluarga pasca mediasi dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti komunikasi efektif, pemulihan kepercayaan, kesetiaan dan komitmen, serta dukungan dari keluarga besar. Selain itu, beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk menguatkan ketahanan keluarga adalah konseling pasca mediasi, pengembangan keterampilan komunikasi, pendampingan dari pihak ketiga, dan dukungan sosial. Meskipun mediasi berhasil menghentikan perceraian, pasangan masih perlu bekerja keras untuk mempertahankan ketahanan keluarga mereka dengan menerapkan strategi-strategi yang tepat. Dukungan dari pihak eksternal dan komitmen yang kuat dari pasangan sangat penting untuk menjaga harmoni rumah tangga di masa depan.

MADANIA JURNAL KAJIAN KEISLAMANVol. 28(2)
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu (ID), Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Openalex Percentile: Top 55%
Marriage and Family Dynamics
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.