Gereja di Ruang Publik Indonesia Berdasarkan Pemikiran A.A. Yewangoe

Abstract. A.A. Yewangoe through his thoughts can be said to be a theo-nationalist figure because of his ability to integrate Christian teachings with the socio-cultural context of Indonesia in an effort to build a just and dignified democratic society. In this regard, this study focuses on Yewangoe's intellectual, theological, and ecclesiological analysis in responding to social, political, and democratic issues in Indonesia. Emphasis is placed on how Yewangoe integrates Christian teachings with Indonesian socio-cultural values to create a democratic society. Yewangoe emphasizes that the church has an active role in creating a just social order, by combining Christian values and local wisdom of Indonesian society. This idea encourages the church and Christians to be more reflective about their responsibilities in the public sphere, while at the same time criticizing the view that separates the church from social life. Thus, Yewangoe’s thoughts offer a significant perspective on the role of the church in the formation of a more just and dignified Indonesian society.Abstrak. A.A. Yewangoe melalui pemikirannya dapat dikatakan sebagai tokoh teo-nasionalisme karena kemampuannya mengintegrasikan ajaran Kristen dengan konteks sosio-kultural Indonesia dalam upaya membangun masyarakat demokratis yang adil dan bermartabat. Sehubungan dengan ini, penelitian ini berfokus pada analisis intelektual, teologis, dan eklesiologis Yewangoe dalam merespons isu-isu sosial, politik, dan demokrasi di Indonesia. Penekanan diberikan pada bagaimana Yewangoe mengintegrasikan ajaran Kristen dengan nilai-nilai sosio-kultural Indonesia untuk menciptakan masyarakat demokratis. Yewangoe menegaskan bahwa gereja memiliki peran aktif dalam menciptakan tatanan sosial yang berkeadilan, dengan memadukan nilai-nilai Kristiani dan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Gagasan ini mendorong gereja dan umat Kristen untuk lebih reflektif terhadap tanggung jawab mereka di ruang publik, sekaligus mengritisi pandangan yang memisahkan gereja dari kehidupan sosial. Dengan demikian, pemikiran Yewangoe menawarkan perspektif yang signifikan bagi peran gereja dalam pembentukan masyarakat Indonesia yang lebih adil dan bermartabat.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Published
2025-03-09
DOI
https://doi.org/10.30648/dun.v9i2.1505
Citations
1
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
42.40
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Gereja di Ruang Publik Indonesia Berdasarkan Pemikiran A.A. Yewangoe

Alosius Des Afriando Sinuraya
1 citations
Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Contemporary Christian Leadership and Education
42.40
article

Gereja di Ruang Publik Indonesia Berdasarkan Pemikiran A.A. Yewangoe

Alosius Des Afriando Sinuraya
article en
1 citations

Abstract

Abstract. A.A. Yewangoe through his thoughts can be said to be a theo-nationalist figure because of his ability to integrate Christian teachings with the socio-cultural context of Indonesia in an effort to build a just and dignified democratic society. In this regard, this study focuses on Yewangoe's intellectual, theological, and ecclesiological analysis in responding to social, political, and democratic issues in Indonesia. Emphasis is placed on how Yewangoe integrates Christian teachings with Indonesian socio-cultural values to create a democratic society. Yewangoe emphasizes that the church has an active role in creating a just social order, by combining Christian values and local wisdom of Indonesian society. This idea encourages the church and Christians to be more reflective about their responsibilities in the public sphere, while at the same time criticizing the view that separates the church from social life. Thus, Yewangoe’s thoughts offer a significant perspective on the role of the church in the formation of a more just and dignified Indonesian society.Abstrak. A.A. Yewangoe melalui pemikirannya dapat dikatakan sebagai tokoh teo-nasionalisme karena kemampuannya mengintegrasikan ajaran Kristen dengan konteks sosio-kultural Indonesia dalam upaya membangun masyarakat demokratis yang adil dan bermartabat. Sehubungan dengan ini, penelitian ini berfokus pada analisis intelektual, teologis, dan eklesiologis Yewangoe dalam merespons isu-isu sosial, politik, dan demokrasi di Indonesia. Penekanan diberikan pada bagaimana Yewangoe mengintegrasikan ajaran Kristen dengan nilai-nilai sosio-kultural Indonesia untuk menciptakan masyarakat demokratis. Yewangoe menegaskan bahwa gereja memiliki peran aktif dalam menciptakan tatanan sosial yang berkeadilan, dengan memadukan nilai-nilai Kristiani dan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Gagasan ini mendorong gereja dan umat Kristen untuk lebih reflektif terhadap tanggung jawab mereka di ruang publik, sekaligus mengritisi pandangan yang memisahkan gereja dari kehidupan sosial. Dengan demikian, pemikiran Yewangoe menawarkan perspektif yang signifikan bagi peran gereja dalam pembentukan masyarakat Indonesia yang lebih adil dan bermartabat.

Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiVol. 9(2)
Jakarta Theological Seminary (ID)
Openalex Percentile: Top 1%
Contemporary Christian Leadership and Education
42.40
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.