Peran Majelis Taklim Nurul Iman Ciundil dalam Meningkatkan Religiusitas Remaja Putri

Abstract. This research focuses on the phenomenon of declining participation of teenage girls in religious activities in the modern era, influenced by technology and social changes. The Taklim Assembly is expected to serve as an effective preaching institution for the younger generation. The study centers on the role of the Nurul Iman Taklim Assembly in enhancing the religiosity of teenage girls in RW 01 Kampung Ciundil, Waringinkurung Village, Cimanggu District, Pandeglang Regency. The religiosity analyzed includes five dimensions: belief, worship, appreciation, religious knowledge, and experience, based on the theory of Glock and Stark. The research employs a qualitative method with a descriptive analytical approach through interviews, observations, and documentation. The results indicate that the Nurul Iman Taklim Assembly significantly contributes to improving the religiosity of teenage girls, particularly in the dimensions of worship and religious appreciation. Programs such as Quranic teachings, ethics, fiqh, and motivation for worship have proven effective. However, the primary challenge is the low interest and enthusiasm from teenage girls. Therefore, innovations in approaches and the use of social media are necessary to reach teenagers in a more relevant manner. This study concludes that the Taklim Assembly plays a vital role in strengthening the religiosity of teenage girls, although further efforts are needed to optimize its outcomes. Abstrak. Penelitian ini berfokus pada fenomena penurunan partisipasi remaja putri dalam kegiatan keagamaan di era modern, yang dipengaruhi oleh teknologi dan perubahan sosial. Majelis taklim diharapkan menjadi lembaga dakwah yang efektif bagi generasi muda. Fokus penelitian adalah peran majelis taklim Nurul Iman Ciundil dalam meningkatkan religiusitas remaja putri di RW 01 Kampung Ciundil, Desa Waringinkurung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Religiusitas yang dianalisis mencakup lima dimensi: keyakinan, peribadatan, penghayatan, pengetahuan agama, dan pengalaman, berdasarkan teori Glock dan Stark. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa majelis taklim Nurul Iman Ciundil berperan signifikan dalam meningkatkan religiusitas remaja putri, terutama dalam dimensi peribadatan dan penghayatan agama. Program-program seperti pengajaran Al-Qur’an, akhlak, fiqh, dan motivasi ibadah terbukti efektif. Namun, tantangan utama adalah minat dan antusiasme yang rendah dari remaja putri. Oleh karena itu, inovasi dalam pendekatan dan penggunaan media sosial diperlukan untuk menjangkau remaja dengan cara yang lebih relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa majelis taklim memiliki peran penting dalam memperkuat religiusitas remaja putri meskipun perlu upaya lebih lanjut untuk mengoptimalkan hasilnya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication
Published
2025-02-03
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i1.17169
Primary Topic
Adolescent Health and Behaviors
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peran Majelis Taklim Nurul Iman Ciundil dalam Meningkatkan Religiusitas Remaja Putri

Asep Ahmad Siddiq, Bambang Saiful Ma’arif, Ahlun Najari
Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication
Adolescent Health and Behaviors
article

Peran Majelis Taklim Nurul Iman Ciundil dalam Meningkatkan Religiusitas Remaja Putri

Asep Ahmad Siddiq, Bambang Saiful Ma’arif, Ahlun Najari
article en

Abstract

Abstract. This research focuses on the phenomenon of declining participation of teenage girls in religious activities in the modern era, influenced by technology and social changes. The Taklim Assembly is expected to serve as an effective preaching institution for the younger generation. The study centers on the role of the Nurul Iman Taklim Assembly in enhancing the religiosity of teenage girls in RW 01 Kampung Ciundil, Waringinkurung Village, Cimanggu District, Pandeglang Regency. The religiosity analyzed includes five dimensions: belief, worship, appreciation, religious knowledge, and experience, based on the theory of Glock and Stark. The research employs a qualitative method with a descriptive analytical approach through interviews, observations, and documentation. The results indicate that the Nurul Iman Taklim Assembly significantly contributes to improving the religiosity of teenage girls, particularly in the dimensions of worship and religious appreciation. Programs such as Quranic teachings, ethics, fiqh, and motivation for worship have proven effective. However, the primary challenge is the low interest and enthusiasm from teenage girls. Therefore, innovations in approaches and the use of social media are necessary to reach teenagers in a more relevant manner. This study concludes that the Taklim Assembly plays a vital role in strengthening the religiosity of teenage girls, although further efforts are needed to optimize its outcomes. Abstrak. Penelitian ini berfokus pada fenomena penurunan partisipasi remaja putri dalam kegiatan keagamaan di era modern, yang dipengaruhi oleh teknologi dan perubahan sosial. Majelis taklim diharapkan menjadi lembaga dakwah yang efektif bagi generasi muda. Fokus penelitian adalah peran majelis taklim Nurul Iman Ciundil dalam meningkatkan religiusitas remaja putri di RW 01 Kampung Ciundil, Desa Waringinkurung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Religiusitas yang dianalisis mencakup lima dimensi: keyakinan, peribadatan, penghayatan, pengetahuan agama, dan pengalaman, berdasarkan teori Glock dan Stark. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa majelis taklim Nurul Iman Ciundil berperan signifikan dalam meningkatkan religiusitas remaja putri, terutama dalam dimensi peribadatan dan penghayatan agama. Program-program seperti pengajaran Al-Qur’an, akhlak, fiqh, dan motivasi ibadah terbukti efektif. Namun, tantangan utama adalah minat dan antusiasme yang rendah dari remaja putri. Oleh karena itu, inovasi dalam pendekatan dan penggunaan media sosial diperlukan untuk menjangkau remaja dengan cara yang lebih relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa majelis taklim memiliki peran penting dalam memperkuat religiusitas remaja putri meskipun perlu upaya lebih lanjut untuk mengoptimalkan hasilnya.

Bandung Conference Series Islamic Broadcast CommunicationVol. 5(1)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 93%
Adolescent Health and Behaviors
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.