Strategi Peningkatan Public Speaking Santri Muallimin Melalui Kegiatan Ihtifal
Abstract. This study aims to explain the strategies for improving public speaking skills of students at Mu’allimin Pesantren Persatuan Islam Pajagalan Bandung through the Ihtifal program. The theory utilized is Aristotle's rhetoric theory, encompassing the five canons of rhetoric: inventio, dispositio, elocutio, memoria, and pronuntiatio. This research employs a qualitative descriptive method with data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the Ihtifal program at Pesantren Persatuan Islam Pajagalan Bandung plays a significant role in enhancing students' public speaking skills. The strategies implemented include the manuscript method, memorization, impromptu, and extemporaneous delivery. Through this program, students receive intensive training covering argument structuring, confidence building, and effective delivery techniques. The Ihtifal program not only positively impacts the development of communication skills but also supports students in fulfilling their roles as future preachers and leaders. This research contributes to understanding how pesantren integrate dakwah values and communication education into their learning programs. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi peningkatan kemampuan public speaking santri di Mu’allimin Pesantren Persatuan Islam Pajagalan Bandung melalui kegiatan Ihtifal. Teori yang digunakan adalah teori retorika Aristoteles yang mencakup lima kanon retorika: inventio, dispositio, elocutio, memoria, dan pronuntiatio. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Ihtifal di Pesantren Persatuan Islam Pajagalan Bandung berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan public speaking santri. Strategi yang diterapkan meliputi metode manuskrip, memoriter, impromptu, dan extemporaneously. Melalui kegiatan ini, santri mendapatkan pelatihan intensif yang mencakup kemampuan menyusun argumen, kepercayaan diri, serta teknik penyampaian yang efektif. Kegiatan Ihtifal tidak hanya memberikan pengaruh positif pada pengembangan keterampilan komunikasi, tetapi juga mendukung santri dalam menjalankan peran mereka sebagai da’i dan pemimpin masa depan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana pesantren dapat mengintegrasikan nilai-nilai dakwah dan pendidikan komunikasi dalam program pembelajaran mereka.
Authors
- Komarudin Shaleh
- Bambang Saiful Ma’arif (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-1390-7627)
- Dzikri Fahrizal
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication
- Published
- 2025-02-03
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i1.17220
- Primary Topic
- Linguistics and Language Analysis
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00