Implementasi Pengaturan Dana Penjaminan untuk Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup sebagai Salah Satu Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup akibat Pencemaran dan/atau Perusakan dihubungkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelengga

Abstract. The foundation of the Indonesian constitution, has regulated the environment, which states that everyone has the right to a good and healthy environment. This study aims to find out and understand the implementation of guarantee fund arrangements for the restoration of environmental functions. Many communities allow violations that cause adverse consequences in the form of pollution and/or destruction of the environment. In carrying out business activities, business actors who hold approvals are required to provide guarantee funds for the restoration of environmental functions. This Guarantee Fund for environmental restoration is provided if at any time the Company pollutes and/or destroys the environment. In practice, the implementation of guarantee funds for the restoration of environmental functions is not carried out optimally by the person in charge of the business. This can be proven by the inhibition of payment of compensation sanctions and recovery costs. Therefore, for those in charge of businesses whose business activities have an impact on the environment, it is necessary to implement guarantee funds for the restoration of environmental functions. Basically, these companies have a legal responsibility to maintain the sustainability of environmental functions in every business activity. This study uses a normative juridical approach method with descriptive analysis research specifications. Data collection in this study through literature studies. Abstrak. Landasan konstitusional Indonesia, telah mengatur mengenai lingkungan hidup, yang menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami implementasi pengaturan dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan. Banyak masyarakat yang memungkinkan melakukan pelanggaran sehingga menimbulkan akibat buruk berupa pencemaran dan/atau perusakan terhadap lingkungan hidup. Dalam menjalankan kegiatan usaha, Pelaku usaha pemegang persetujuan wajib menyediakan dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan hidup. Dana Penjaminan untuk pemulihan lingkungan hidup ini disediakan apabila sewaktu-waktu Perusahaan melakukan pencemaran dan/atau perusakan terhadap lingkungan hidup. Praktiknya, implementasi dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan hidup tidak dilaksanakan dengan optimal oleh penanggung jawab usaha. Hal ini dapat dibuktikan dengan terhambatnya pembayaran sanksi ganti rugi dan biaya pemulihan. Oleh karena itu, bagi penanggung jawab usaha yang kegiatan usahanya berdampak pada lingkungan hidup perlu untuk mengimplementasikan dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan hidup. Pada dasarnya perusahaan-perusahaan tersebut memiliki tanggung jawab hukum untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dalam setiap kegiatan usaha. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui studi kepustakaan

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Law Studies
Published
2025-02-21
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsls.v5i1.16070
Primary Topic
Legal and Policy Analysis in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Implementasi Pengaturan Dana Penjaminan untuk Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup sebagai Salah Satu Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup akibat Pencemaran dan/atau Perusakan dihubungkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelengga

Frency Siska, Sekar Batari Aristawidya
Bandung Conference Series Law Studies
Legal and Policy Analysis in Indonesia
article

Implementasi Pengaturan Dana Penjaminan untuk Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup sebagai Salah Satu Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup akibat Pencemaran dan/atau Perusakan dihubungkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelengga

Frency Siska, Sekar Batari Aristawidya
article en

Abstract

Abstract. The foundation of the Indonesian constitution, has regulated the environment, which states that everyone has the right to a good and healthy environment. This study aims to find out and understand the implementation of guarantee fund arrangements for the restoration of environmental functions. Many communities allow violations that cause adverse consequences in the form of pollution and/or destruction of the environment. In carrying out business activities, business actors who hold approvals are required to provide guarantee funds for the restoration of environmental functions. This Guarantee Fund for environmental restoration is provided if at any time the Company pollutes and/or destroys the environment. In practice, the implementation of guarantee funds for the restoration of environmental functions is not carried out optimally by the person in charge of the business. This can be proven by the inhibition of payment of compensation sanctions and recovery costs. Therefore, for those in charge of businesses whose business activities have an impact on the environment, it is necessary to implement guarantee funds for the restoration of environmental functions. Basically, these companies have a legal responsibility to maintain the sustainability of environmental functions in every business activity. This study uses a normative juridical approach method with descriptive analysis research specifications. Data collection in this study through literature studies. Abstrak. Landasan konstitusional Indonesia, telah mengatur mengenai lingkungan hidup, yang menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami implementasi pengaturan dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan. Banyak masyarakat yang memungkinkan melakukan pelanggaran sehingga menimbulkan akibat buruk berupa pencemaran dan/atau perusakan terhadap lingkungan hidup. Dalam menjalankan kegiatan usaha, Pelaku usaha pemegang persetujuan wajib menyediakan dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan hidup. Dana Penjaminan untuk pemulihan lingkungan hidup ini disediakan apabila sewaktu-waktu Perusahaan melakukan pencemaran dan/atau perusakan terhadap lingkungan hidup. Praktiknya, implementasi dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan hidup tidak dilaksanakan dengan optimal oleh penanggung jawab usaha. Hal ini dapat dibuktikan dengan terhambatnya pembayaran sanksi ganti rugi dan biaya pemulihan. Oleh karena itu, bagi penanggung jawab usaha yang kegiatan usahanya berdampak pada lingkungan hidup perlu untuk mengimplementasikan dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan hidup. Pada dasarnya perusahaan-perusahaan tersebut memiliki tanggung jawab hukum untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dalam setiap kegiatan usaha. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui studi kepustakaan

Bandung Conference Series Law StudiesVol. 5(1)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 94%
Legal and Policy Analysis in Indonesia
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.