Hubungan antara Fear of Missing Out dengan Kesejahteraan Subjektif Siswa SMP
Abstract. FoMO (Fear of Missing Out) describes individuals' tendency to use social media to avoid missing out or feeling left behind by others. This study examines the contribution of FoMO to subjective well-being (SWB) among junior high school students in Bandung. A cross-sectional quantitative method was used, with stratified cluster random sampling for participant selection. The study involved 767 students aged 12–16 years, comprising 50.6% female and 49.4% male students. The ON-FoMO and Children’s Worlds Subjective Well-Being Scale 5 (CW-SWBS5) were employed as measurement tools. Results indicate that FoMO among participants falls within the moderate category, while their SWB (M = 70.8; SD = 26.9) is significantly lower than average based on Cummins set-points (p < .05). Linear regression analysis revealed that FoMO negatively affects SWB, particularly through the dimensions of belongingness (β = -.237, p < .000) and addiction (β = -.150, p = .007). These findings suggest that FoMO can diminish SWB among junior high school students. Consequently, it is essential to provide guidance to help adolescents manage social media use effectively and promote better well-being. Abstrak. Fear of Missing Out merupakan keadaan individu yang menggunakan media sosial karena tidak ingin terlewatkan dan tidak ingin tertinggal dengan individu lain. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kontribusi antara FoMO dengan kesejahteraan subjektif pada siswa SMP di Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu stratified cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) dan Children’s World yaitu Children’s Worlds Subjective Well-Being Scale 5 (CW-SWBS5). Partisipan penelitian ini 767 siswa SMP berusia 12 – 16 tahun dengan persentase 50.6% siswa perempuan dan 49.4% siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan FoMO siswa SMP di Kota Bandung berada pada kategori sedang. Rata-rata kesejahteraan subjektif siswa SMP di Kota Bandung (M = 70.8; SD = 26.9) signifikansi (p < .05). Berdasarkan set-point Cummins, hasil penelitian menunjukkan kesejahteraan subjektif lebih rendah dari rata-rata. Analisis yang digunakan adalah regresi linear untuk mengetahui kontribusi FoMO terhadap kesejahteraan subjektif siswa. FoMO memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan subjektif, terutama kebutuhan akan rasa memiliki (β = -.237, p < .000) dan kecanduan (β = -.150, p = .007). Kedua dimensi memberikan kontribusi negatif yang menunjukkan FoMO dapat menurunkan kesejahteraan subjektif siswa SMP. Karena itu dibutuhkan bimbingan kepada remaja SMP dalam menggunakan media sosial.
Authors
- Ihsana Sabriani Borualogo (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-8590-9701)
- Listiani Puji Lestari
- Tia Inayatillah
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Psychology Science
- Published
- 2025-01-22
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i1.15862
- Primary Topic
- Educational Curriculum and Learning Methods
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00