Hubungan Psychological Well-Being dengan Burnout pada Perawat Jiwa di RS Jiwa Provinsi Jawa Barat
Abstract. A psychiatric nurse at RS Jiwa Provinsi Jawa Barat was found to have moderate burnout. Where mental nurses are professionals who deal with mental health disorders and require a high level of patience, often interact with patients who experience emotional difficulties continuously, so they can experience emotional fatigue or burnout. Burnout is a psychological syndrome characterized by emotional exhaustion, depersonalization, cynicism, and dissatisfaction with work performance. Internal factors such as psychological well-being have an important role in managing burnout. Individuals with high psychological well-being are better able to manage stress. This study aims to determine the relationship between psychological well-being and burnout in psychiatric nurses at RS Jiwa Provinsi Jawa Barat. The research design used was quantitative correlation with a sample of 96 respondents. The measurement of psychological well-being uses the psychological well-being scale by Ryff which has been adapted into Indonesian Language, while burnout is measured using the Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) scale which has also been adapted into Indonesian Language. The results showed that there was a significant negative relationship between psychological well-being and burnout with a coefficient of -0.325 and a low level of relationship strength. This means that improved psychological well-being tends to lower burnout rates. Abstrak. Perawat jiwa di RS Jiwa Provinsi Jawa Barat ditemukan mengalami burnout sedang. Dimana perawat jiwa adalah tenaga profesional yang menangani gangguan kesehatan mental dan membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi, sering berinteraksi dengan pasien yang mengalami kesulitan emosional secara terus-menerus, sehingga dapat mengalami kelelahan emosional atau burnout. Burnout adalah sindrom psikologis yang ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, sikap sinis, dan ketidakpuasan terhadap prestasi kerja. Faktor internal seperti psychological well-being memiliki peran penting dalam mengelola burnout. Individu dengan kesejahteraan psikologis yang tinggi lebih mampu mengelola stres. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara psychological well-being dan burnout pada perawat jiwa di RS Jiwa Provinsi Jawa Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 96 responden. Pengukuran kesejahteraan psikologis menggunakan skala psychological well-being oleh Ryff yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia, sementara burnout diukur menggunakan skala Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI) yang juga telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara psychological well-being dan burnout dengan koefisien -0.325 dan tingkat kekuatan hubungan rendah. Hal ini berarti bahwa peningkatan psychological well-being cenderung menurunkan tingkat burnout.
Authors
- Hedi Wahyudi (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-6526-5654)
- Fauziyah Nahdah Avianti
Institutions
- Bandung Islamic University (ID)
Publication Details
- Journal
- Bandung Conference Series Psychology Science
- Published
- 2025-01-26
- DOI
- https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i1.16239
- Citations
- 1
- Primary Topic
- Healthcare Quality and Satisfaction
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 2.82