Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah

As one of the provincial governments in Indonesia, DKI Jakarta provides financial reports on their official website as a form of government’s accountability. We, as a society, can respond by analyzing the financial performance of DKI Jakarta provincial government. Through this research, We can see how to analyze the financial performance of DKI Jakarta provincial government from 2012 to 2022. DKI Jakarta was led by five different governors during that period. It is interesting to see the difference between the financial performance of DKI Jakarta on each governor. Financial performance can be measured using fiscal decentralization ratio, independence ratio, regional financial efficiency ratio, local income (PAD) effectiveness ratio, growth ratio, and harmony ratio. The result of the research showed that Basuki Tjahaja Purnama has recorded his name on top of every ratio tested. Followed by Anies Rasyid Baswedan with four times on the top three of every ratio tested. On the other hand, Anies also recorded his name four times in the worst of every ratio tested. Abstrak DKI Jakarta sebagai salah satu provinsi di Indonesia tentunya memberikan laporan keuangan yang disebarkan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerahnya. Masyarakat daerah dapat memberikan respon dengan menganalisis kinerja keuangan dari pemerintah daerahnya. Melalui penelitian ini, dapat terlihat gambaran bagaimana cara menganalisis kinerja keuangan pemerintah provinsi DKI Jakarta tahun 2012 hingga 2022. Dalam kurung waktu 11 tahun tersebut, DKI Jakarta dipimpin oleh 5 Gubernur berbeda sehingga menarik untuk melihat kinerja keuangan DKI jakarta. Kinerja keuangan dapat diukur menggunakkan rasio desentralisasi fiskal, rasio kemandirian, rasio efisiensi keuangan daerah, rasio efektivitas PAD, rasio pertumbuhan, serta rasio keserasian. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah Bapak Basuki Tjahaja Purnama berhasil mencatatkan namanya dalam pencapaian tertinggi di setiap rasio keuangan daerah yang diujikan. Disusul oleh Bapak Anies Rasyid Baswedan yang mencatatkan 4 kali namanya dalam pencapaian tertinggi di rasio keuangan daerah. Meskipun di sisi lain, Bapak Anies Baswedan juga mencatatkan 4 kali namanya dalam hal terburuk dari segi rasio keuangan daerah yang diujikan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Management Risiko dan Keuangan
Published
2024-12-01
DOI
https://doi.org/10.21776/jmrk.2024.03.4.08
Citations
1
Primary Topic
Economic Growth and Fiscal Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah

Mahdi Rafsanjani, Sumiati Sumiati
1 citations
Jurnal Management Risiko dan Keuangan
Economic Growth and Fiscal Policies
article

Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah

Mahdi Rafsanjani, Sumiati Sumiati
article en
1 citations

Abstract

As one of the provincial governments in Indonesia, DKI Jakarta provides financial reports on their official website as a form of government’s accountability. We, as a society, can respond by analyzing the financial performance of DKI Jakarta provincial government. Through this research, We can see how to analyze the financial performance of DKI Jakarta provincial government from 2012 to 2022. DKI Jakarta was led by five different governors during that period. It is interesting to see the difference between the financial performance of DKI Jakarta on each governor. Financial performance can be measured using fiscal decentralization ratio, independence ratio, regional financial efficiency ratio, local income (PAD) effectiveness ratio, growth ratio, and harmony ratio. The result of the research showed that Basuki Tjahaja Purnama has recorded his name on top of every ratio tested. Followed by Anies Rasyid Baswedan with four times on the top three of every ratio tested. On the other hand, Anies also recorded his name four times in the worst of every ratio tested. Abstrak DKI Jakarta sebagai salah satu provinsi di Indonesia tentunya memberikan laporan keuangan yang disebarkan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerahnya. Masyarakat daerah dapat memberikan respon dengan menganalisis kinerja keuangan dari pemerintah daerahnya. Melalui penelitian ini, dapat terlihat gambaran bagaimana cara menganalisis kinerja keuangan pemerintah provinsi DKI Jakarta tahun 2012 hingga 2022. Dalam kurung waktu 11 tahun tersebut, DKI Jakarta dipimpin oleh 5 Gubernur berbeda sehingga menarik untuk melihat kinerja keuangan DKI jakarta. Kinerja keuangan dapat diukur menggunakkan rasio desentralisasi fiskal, rasio kemandirian, rasio efisiensi keuangan daerah, rasio efektivitas PAD, rasio pertumbuhan, serta rasio keserasian. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah Bapak Basuki Tjahaja Purnama berhasil mencatatkan namanya dalam pencapaian tertinggi di setiap rasio keuangan daerah yang diujikan. Disusul oleh Bapak Anies Rasyid Baswedan yang mencatatkan 4 kali namanya dalam pencapaian tertinggi di rasio keuangan daerah. Meskipun di sisi lain, Bapak Anies Baswedan juga mencatatkan 4 kali namanya dalam hal terburuk dari segi rasio keuangan daerah yang diujikan.

Jurnal Management Risiko dan KeuanganVol. 3(4)
University of Brawijaya (ID)
Openalex Percentile: Top 68%
Economic Growth and Fiscal Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.