ANALISIS MEKANIK CAMPURAN TANAH LEMPUNG BERLANAU (MH-OH) DENGAN PASIR GUNA MENINGKATKAN KEKUATAN GESER TANAH

Silty clay (MH-OH) exhibits high plasticity, low bearing capacity, and significant instability, often posing challenges in construction projects. To address these issues, this study investigates the effect of mixing silty clay with sand to improve the soil's shear strength. The research involves compaction tests, triaxial tests, and unconfined compression tests (UCT) to evaluate the impact of sand addition with varying percentages of 8%, 10%, and 12% by the weight of the clay. The compaction test results show that adding sand reduces the optimum water content from 34.8% to 32% and increases the dry density from 1.311 g/cm³ to 1.342 g/cm³. Triaxial tests indicate that increasing the sand content raises the soil’s shear angle from 13.97° to 34.27°, while cohesion decreases from 2.57 kg/cm² to 1.94 kg/cm². In the UCT, cohesion also declines with increasing sand content, from 3.37 kg/cm² to 2.64 kg/cm². This study demonstrates that adding sand to silty clay effectively enhances soil shear strength, making it more stable and suitable for safer construction applications. Abstrak Tanah lempung berlumpur (MH-OH) memiliki karakteristik plastisitas tinggi, daya dukung yang rendah, dan ketidakstabilan yang signifikan, sehingga sering menjadi tantangan dalam proyek konstruksi. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan penelitian mengenai pencampuran tanah lempung berlumpur dengan pasir guna meningkatkan kekuatan geser tanah. Penelitian ini menggunakan uji kompaksi, triaksial, dan uji tekan bebas (Unconfined Compression Test atau UCT) untuk mengukur pengaruh penambahan pasir dengan variasi persentase 8%, 10%, dan 12% terhadap berat tanah. Hasil uji kompaksi menunjukkan bahwa penambahan pasir menurunkan kadar air optimum dari 34,8% menjadi 32% dan meningkatkan kepadatan kering dari 1,311 g/cm³ menjadi 1,342 g/cm³. Uji triaksial mengindikasikan bahwa peningkatan campuran pasir meningkatkan sudut geser tanah dari 13,97° menjadi 34,27°, sedangkan kohesi menurun dari 2,57 kg/cm² menjadi 1,94 kg/cm². Pada uji tekan bebas, kohesi juga mengalami penurunan seiring bertambahnya pasir, yaitu dari 3,37 kg/cm² menjadi 2,64 kg/cm². Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pasir pada tanah lempung berlumpur secara efektif dapat meningkatkan kekuatan geser tanah, menjadikannya lebih stabil dan cocok untuk aplikasi konstruksi yang lebih aman.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JMTS Jurnal Mitra Teknik Sipil
Published
2025-02-18
DOI
https://doi.org/10.24912/jmts.v8i1.33274
Primary Topic
Geotechnical and construction materials studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

ANALISIS MEKANIK CAMPURAN TANAH LEMPUNG BERLANAU (MH-OH) DENGAN PASIR GUNA MENINGKATKAN KEKUATAN GESER TANAH

Aniek Prihatingingsih, Hendy Wijaya, Christopher, Ralf Josh Hilliard Valentino
4 links
JMTS Jurnal Mitra Teknik Sipil
Geotechnical and construction materials studies
article

ANALISIS MEKANIK CAMPURAN TANAH LEMPUNG BERLANAU (MH-OH) DENGAN PASIR GUNA MENINGKATKAN KEKUATAN GESER TANAH

Aniek Prihatingingsih, Hendy Wijaya, Christopher, Ralf Josh Hilliard Valentino
article en

Abstract

Silty clay (MH-OH) exhibits high plasticity, low bearing capacity, and significant instability, often posing challenges in construction projects. To address these issues, this study investigates the effect of mixing silty clay with sand to improve the soil's shear strength. The research involves compaction tests, triaxial tests, and unconfined compression tests (UCT) to evaluate the impact of sand addition with varying percentages of 8%, 10%, and 12% by the weight of the clay. The compaction test results show that adding sand reduces the optimum water content from 34.8% to 32% and increases the dry density from 1.311 g/cm³ to 1.342 g/cm³. Triaxial tests indicate that increasing the sand content raises the soil’s shear angle from 13.97° to 34.27°, while cohesion decreases from 2.57 kg/cm² to 1.94 kg/cm². In the UCT, cohesion also declines with increasing sand content, from 3.37 kg/cm² to 2.64 kg/cm². This study demonstrates that adding sand to silty clay effectively enhances soil shear strength, making it more stable and suitable for safer construction applications. Abstrak Tanah lempung berlumpur (MH-OH) memiliki karakteristik plastisitas tinggi, daya dukung yang rendah, dan ketidakstabilan yang signifikan, sehingga sering menjadi tantangan dalam proyek konstruksi. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan penelitian mengenai pencampuran tanah lempung berlumpur dengan pasir guna meningkatkan kekuatan geser tanah. Penelitian ini menggunakan uji kompaksi, triaksial, dan uji tekan bebas (Unconfined Compression Test atau UCT) untuk mengukur pengaruh penambahan pasir dengan variasi persentase 8%, 10%, dan 12% terhadap berat tanah. Hasil uji kompaksi menunjukkan bahwa penambahan pasir menurunkan kadar air optimum dari 34,8% menjadi 32% dan meningkatkan kepadatan kering dari 1,311 g/cm³ menjadi 1,342 g/cm³. Uji triaksial mengindikasikan bahwa peningkatan campuran pasir meningkatkan sudut geser tanah dari 13,97° menjadi 34,27°, sedangkan kohesi menurun dari 2,57 kg/cm² menjadi 1,94 kg/cm². Pada uji tekan bebas, kohesi juga mengalami penurunan seiring bertambahnya pasir, yaitu dari 3,37 kg/cm² menjadi 2,64 kg/cm². Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pasir pada tanah lempung berlumpur secara efektif dapat meningkatkan kekuatan geser tanah, menjadikannya lebih stabil dan cocok untuk aplikasi konstruksi yang lebih aman.

JMTS Jurnal Mitra Teknik Sipil
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 97%
Geotechnical and construction materials studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.