STUDI BANDING KUAT TARIK ANGKUR PADA ANGKUR CAST-IN DAN POST INSTALLED

Anchors are connecting devices used to attach and install structural concrete components to other components. There are two types of anchor installation methods, cast-in and post installed systems. Cast-in anchors have advantages in terms of behavior and failure modes that are more predictable, while post-installed anchors are more commonly used due to its cost-effectiveness. One type of post-installed anchor is the adhesive anchor. Adhesive anchors are installed by inserting reinforcing bars into drilled holes in concrete that have been injected with adhesive. However, despite the various advantages and disadvantages of each anchor installation method, there are differences in anchor behavior and pull-out capacity that needs to be known. This research conducted pull-out tests with a confined test method on both cast-in anchors and adhesive post installed anchors installed with HILTI HIT-RE 500V3 chemical adhesive, using anchor rebars with diameters of 13mm and 16mm with an embedment depth of 5D on all samples. From the results, the pull-out capacity ratio of post installed/cast-in anchors for D13 anchors is 1,25 at the edge and 1,03 at the center. For D16 anchors, the values obtained are 1,20 at the edge and 1,34 at the center. Abstrak Angkur merupakan alat penghubung yang digunakan untuk menghubungkan dan memasang komponen struktur beton pada komponen lainnya. Terdapat dua jenis pemasangan angkur yaitu sistem pemasangan cast-in (cor di tempat) dan post installed (pasca pasang). Angkur cor di tempat memiliki kelebihan pada perilaku dan mode kegagalan yang lebih dapat diprediksi, sementara pemasangan pasca pasang lebih banyak digunakan karena merupakan cara yang cukup ekonomis. Salah satu jenis angkur pasca pasang adalah angkur pasca pasang adhesif. Angkur pasca pasang adhesif merupakan jenis angkur yang dipasang dengan memasukkan batang tulangan ke dalam lubang bor pada beton yang telah ditambahkan dengan adhesif. Namun dengan berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing cara pemasangan angkur, masih terdapat perbedaan dalam perilaku angkur dan kapasitas tarik angkur yang perlu diketahui. Pada penelitian ini dilakukan uji tarik dengan metode confined test pada angkur cor di tempat dan angkur pasca pasang adhesif yang dipasang dengan perekat adhesif HILTI HIT-RE 500V3 dengan tulangan angkur diameter 13 mm dan 16mm dan kedalaman penanaman 5D pada semua sampel. Dari hasil pengujian diperoleh perbandingan rasio kuat tarik angkur post installed/cast-in untuk angkur D13 sebesar 1,25 pada bagian tepi dan 1,03 pada bagian tengah. Untuk angkur D16 diperoleh nilai 1,20 pada bagian tepi dan 1,34 pada bagian tengah.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JMTS Jurnal Mitra Teknik Sipil
Published
2025-02-18
DOI
https://doi.org/10.24912/jmts.v8i1.30803
Primary Topic
Management and Optimization Techniques
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

STUDI BANDING KUAT TARIK ANGKUR PADA ANGKUR CAST-IN DAN POST INSTALLED

Daniel Christianto, Sunarjo Leman, Yenny Untari Liucius, Davin Kholin et al.
4 links
JMTS Jurnal Mitra Teknik Sipil
Management and Optimization Techniques
article

STUDI BANDING KUAT TARIK ANGKUR PADA ANGKUR CAST-IN DAN POST INSTALLED

Daniel Christianto, Sunarjo Leman, Yenny Untari Liucius, Davin Kholin, Nelson Zorovian
article en

Abstract

Anchors are connecting devices used to attach and install structural concrete components to other components. There are two types of anchor installation methods, cast-in and post installed systems. Cast-in anchors have advantages in terms of behavior and failure modes that are more predictable, while post-installed anchors are more commonly used due to its cost-effectiveness. One type of post-installed anchor is the adhesive anchor. Adhesive anchors are installed by inserting reinforcing bars into drilled holes in concrete that have been injected with adhesive. However, despite the various advantages and disadvantages of each anchor installation method, there are differences in anchor behavior and pull-out capacity that needs to be known. This research conducted pull-out tests with a confined test method on both cast-in anchors and adhesive post installed anchors installed with HILTI HIT-RE 500V3 chemical adhesive, using anchor rebars with diameters of 13mm and 16mm with an embedment depth of 5D on all samples. From the results, the pull-out capacity ratio of post installed/cast-in anchors for D13 anchors is 1,25 at the edge and 1,03 at the center. For D16 anchors, the values obtained are 1,20 at the edge and 1,34 at the center. Abstrak Angkur merupakan alat penghubung yang digunakan untuk menghubungkan dan memasang komponen struktur beton pada komponen lainnya. Terdapat dua jenis pemasangan angkur yaitu sistem pemasangan cast-in (cor di tempat) dan post installed (pasca pasang). Angkur cor di tempat memiliki kelebihan pada perilaku dan mode kegagalan yang lebih dapat diprediksi, sementara pemasangan pasca pasang lebih banyak digunakan karena merupakan cara yang cukup ekonomis. Salah satu jenis angkur pasca pasang adalah angkur pasca pasang adhesif. Angkur pasca pasang adhesif merupakan jenis angkur yang dipasang dengan memasukkan batang tulangan ke dalam lubang bor pada beton yang telah ditambahkan dengan adhesif. Namun dengan berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing cara pemasangan angkur, masih terdapat perbedaan dalam perilaku angkur dan kapasitas tarik angkur yang perlu diketahui. Pada penelitian ini dilakukan uji tarik dengan metode confined test pada angkur cor di tempat dan angkur pasca pasang adhesif yang dipasang dengan perekat adhesif HILTI HIT-RE 500V3 dengan tulangan angkur diameter 13 mm dan 16mm dan kedalaman penanaman 5D pada semua sampel. Dari hasil pengujian diperoleh perbandingan rasio kuat tarik angkur post installed/cast-in untuk angkur D13 sebesar 1,25 pada bagian tepi dan 1,03 pada bagian tengah. Untuk angkur D16 diperoleh nilai 1,20 pada bagian tepi dan 1,34 pada bagian tengah.

JMTS Jurnal Mitra Teknik Sipil
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 96%
Management and Optimization Techniques
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.