The Cultural Meaning of Colonial Power in Residentwoning Palembang

Abstract: In the early colonial era, palace buildings served as residentwoning. This article examines how form, architecture, materials, and technology were used to create Palembang residentwoning. The symbolic meaning of the residentwoning is where the analysis of the changes is situated. This research uses historical methods in critically examining and analyzing recorded remains of the past. The approach in this study is description-analysis based on symbolic meaning. This study's analysis indicates that the Palembang residentwoning can take the place of the Palembang sultanate palace as the hub for political administration, both military and civil. Since the residentwoning was established during the early days of the Dutch administration in Palembang, it has actually contributed to the local economy by upholding compliance through verbal and visual cues highlighting the residence's grandeur as the Palembang Residency's ruler. The uluan people of Palembang planted a variety of commercial commodities, including coffee, tea, cotton, rubber, and palm oil, as ordered by the residentwoning. This eventually resulted in the advancement of trade in the colonial city of Palembang. Abstrak: Artikel ini menganalisis perubahan alih fungsi bangunan kraton ke rumah residen masa awal kolonial, termasuk fungsi bentuk, arsitektur, bahan, dan teknologi. Analisis perubahan ditempatkan dalam pemaknaan simbolik kehadiran rumah residen. Penelitian menggunakan metode historis dalam menguji rekaman tinggalan masa lalu secara kritis. Pendekatan kajian ini adalah deskripsi-analisis berdasar symbolic meaning. Analisis kajian ini menunjukkan kehadiran rumah residen mampu menggantikan kraton Kesultanan Palembang, baik sebagai pusat administrasi politik sipil maupun militer. Bahkan kehadiran rumah residen di awal pemerintah Belanda di Palembang, secara kultural menjadi penggerak perekonomian daerah-daerah uluan Palembang dengan cara menjaga kepatuhan lewat visual dan non-verbal dari kebesaran rumah residen sebagai penguasa di Keresidenan Palembang. Melalui perintah-perintah dari rumah residen, masyarakat uluan di Palembang akan patuh menanam berbagai komoditas komersil seperti kopi, teh, kapas, karet, dan kelapa sawit yang akhirnya menjadi kemajuan perdagangan di Kota Palembang masa kolonial.

Authors

Publication Details

Journal
Criksetra Jurnal Pendidikan Sejarah
Published
2024-08-29
DOI
https://doi.org/10.36706/jc.v13i2.37
Primary Topic
Asian Studies and History
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

The Cultural Meaning of Colonial Power in Residentwoning Palembang

Dedi Irwanto
Criksetra Jurnal Pendidikan Sejarah
Asian Studies and History
article

The Cultural Meaning of Colonial Power in Residentwoning Palembang

Dedi Irwanto
article en

Abstract

Abstract: In the early colonial era, palace buildings served as residentwoning. This article examines how form, architecture, materials, and technology were used to create Palembang residentwoning. The symbolic meaning of the residentwoning is where the analysis of the changes is situated. This research uses historical methods in critically examining and analyzing recorded remains of the past. The approach in this study is description-analysis based on symbolic meaning. This study's analysis indicates that the Palembang residentwoning can take the place of the Palembang sultanate palace as the hub for political administration, both military and civil. Since the residentwoning was established during the early days of the Dutch administration in Palembang, it has actually contributed to the local economy by upholding compliance through verbal and visual cues highlighting the residence's grandeur as the Palembang Residency's ruler. The uluan people of Palembang planted a variety of commercial commodities, including coffee, tea, cotton, rubber, and palm oil, as ordered by the residentwoning. This eventually resulted in the advancement of trade in the colonial city of Palembang. Abstrak: Artikel ini menganalisis perubahan alih fungsi bangunan kraton ke rumah residen masa awal kolonial, termasuk fungsi bentuk, arsitektur, bahan, dan teknologi. Analisis perubahan ditempatkan dalam pemaknaan simbolik kehadiran rumah residen. Penelitian menggunakan metode historis dalam menguji rekaman tinggalan masa lalu secara kritis. Pendekatan kajian ini adalah deskripsi-analisis berdasar symbolic meaning. Analisis kajian ini menunjukkan kehadiran rumah residen mampu menggantikan kraton Kesultanan Palembang, baik sebagai pusat administrasi politik sipil maupun militer. Bahkan kehadiran rumah residen di awal pemerintah Belanda di Palembang, secara kultural menjadi penggerak perekonomian daerah-daerah uluan Palembang dengan cara menjaga kepatuhan lewat visual dan non-verbal dari kebesaran rumah residen sebagai penguasa di Keresidenan Palembang. Melalui perintah-perintah dari rumah residen, masyarakat uluan di Palembang akan patuh menanam berbagai komoditas komersil seperti kopi, teh, kapas, karet, dan kelapa sawit yang akhirnya menjadi kemajuan perdagangan di Kota Palembang masa kolonial.

Criksetra Jurnal Pendidikan SejarahVol. 13(2)
Openalex Percentile: Top 56%
Asian Studies and History
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

The Cultural Meaning of Colonial Power in Residentwoning Palembang — Dedi Irwanto · Criksetra Jurnal Pendidikan Sejarah (2024) | TGRS Research Map | TGRS