Prinsip Akuntansi Syariah dalam Budaya Pata’gal Lita : Telaah Persaksian pada Masyarakat Mandar di Sulawesi Barat

The problem in this research is the lack of understanding among the Mandar community regarding the system of testimony when engaging in debt transactions, specifically in land pledging, based on Q.S. Al-Baqarah verse 282. The aim of this study is to analyze the Principles of Sharia Accounting within the Pata’gal Lita culture: An examination of testimony among the Mandar community in West Sulawesi. This research employs a qualitative method with a descriptive qualitative type. It applies an ethnographic approach aimed at exploring culture, describing patterns, and interpreting cultural practices. The data collection methods used include interviews and documentation. Based on the research findings, it indicates that there is a discrepancy in the testimony methods used by the Mandar community during land pledging (pata’gal lita). This discrepancy involves the lack of witnesses during transactions and the use of witnesses that do not meet the criteria established in Q.S. Al-Baqarah verse 282. [Masalah dalam penelitian ini adalah adanya ketidakpahaman masyarakat Suku Mandar dalam menjalankan sistem persaksian saat melakukan kegiatan utang piutang dalam bentuk gadai lahan berdasarkan pada Q.S Al-Baqarah ayat 282. Tujuan dari peneltian ini adalah menganalisis Prinsip Akuntansi Syariah dalam Budaya Pata’gal Lita : Telaah Persaksian pada Masyarakat Mandar di Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menerapkan pendekatan etnografi yang bertujuan untuk mengeksplorasi budaya, mendeskripsikan pola, serta menginterpretasikan budaya. Metode pengumpulan data yang diterapkan mencakup wawancara dan dokumentasi. Bardasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian metode persaksian yang dilakukan Masyarakat mandar dalam kegiatan gadai lahan (pata’gal lita). Ketidak sesuaian tersebut adalah tidak menggunakan saksi saat transaksi dan penggunaan saksi tidak memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam Q.S Al-Baqarah ayat 282].

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal MEDIASAS Media Ilmu Syari ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Published
2024-11-02
DOI
https://doi.org/10.58824/mediasas.v7i2.161
Primary Topic
Islamic Finance and Communication
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Prinsip Akuntansi Syariah dalam Budaya Pata’gal Lita : Telaah Persaksian pada Masyarakat Mandar di Sulawesi Barat

Mahlil Mahlil, Erty Rospyana Rufaida, Eni Novitasari
Jurnal MEDIASAS Media Ilmu Syari ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Islamic Finance and Communication
article

Prinsip Akuntansi Syariah dalam Budaya Pata’gal Lita : Telaah Persaksian pada Masyarakat Mandar di Sulawesi Barat

Mahlil Mahlil, Erty Rospyana Rufaida, Eni Novitasari
article en

Abstract

The problem in this research is the lack of understanding among the Mandar community regarding the system of testimony when engaging in debt transactions, specifically in land pledging, based on Q.S. Al-Baqarah verse 282. The aim of this study is to analyze the Principles of Sharia Accounting within the Pata’gal Lita culture: An examination of testimony among the Mandar community in West Sulawesi. This research employs a qualitative method with a descriptive qualitative type. It applies an ethnographic approach aimed at exploring culture, describing patterns, and interpreting cultural practices. The data collection methods used include interviews and documentation. Based on the research findings, it indicates that there is a discrepancy in the testimony methods used by the Mandar community during land pledging (pata’gal lita). This discrepancy involves the lack of witnesses during transactions and the use of witnesses that do not meet the criteria established in Q.S. Al-Baqarah verse 282. [Masalah dalam penelitian ini adalah adanya ketidakpahaman masyarakat Suku Mandar dalam menjalankan sistem persaksian saat melakukan kegiatan utang piutang dalam bentuk gadai lahan berdasarkan pada Q.S Al-Baqarah ayat 282. Tujuan dari peneltian ini adalah menganalisis Prinsip Akuntansi Syariah dalam Budaya Pata’gal Lita : Telaah Persaksian pada Masyarakat Mandar di Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menerapkan pendekatan etnografi yang bertujuan untuk mengeksplorasi budaya, mendeskripsikan pola, serta menginterpretasikan budaya. Metode pengumpulan data yang diterapkan mencakup wawancara dan dokumentasi. Bardasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian metode persaksian yang dilakukan Masyarakat mandar dalam kegiatan gadai lahan (pata’gal lita). Ketidak sesuaian tersebut adalah tidak menggunakan saksi saat transaksi dan penggunaan saksi tidak memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam Q.S Al-Baqarah ayat 282].

Jurnal MEDIASAS Media Ilmu Syari ah dan Ahwal Al-SyakhsiyyahVol. 7(2)
Universitas Sulawesi Barat (ID)
Openalex Percentile: Top 56%
Islamic Finance and Communication
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Prinsip Akuntansi Syariah dalam Budaya Pata’gal Lita : Telaah Persaksian pada Masyarakat Mandar di Sulawesi Barat — Mahlil Mahlil, Erty Rospyana Rufaida, et al. · Jurnal MEDIASAS Media Ilmu Syari ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah (2024) | TGRS Research Map | TGRS