Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dan William James dalam Pendidikan Karakter melalui Program Orientasi Santri Baru
This research examines the relevance of character education from the perspectives of Al-Ghazali and William James in the 40-Day Ta'aruf Programme at Al-Yasini Integrated Islamic Boarding School, Pasuruan. This programme aims to help new santri adapt to pesantren life while forming religious and independent characters. Using a descriptive qualitative approach, this study explores the implementation of the programme and its relationship with Al-Ghazali's theory of character education which emphasises tazkiyatun nafs, habituation to worship, and good manners, and William James' psychology of religion which highlights religious experience as a transformational personal process. The results show that the 40-Day Ta'aruf Program is effective in shaping religious character through habituation of worship, internalisation of moral values, and independence training. In addition, this programme helps santri develop psychological resilience and emotional and social adaptability, as described by William James. In conclusion, the integration of Al-Ghazali and William James' perspectives in this programme proves that a spirituality-based approach has a significant role in individual character building. These findings provide recommendations for the development of faith-based character education in various educational institutions. Penelitian ini mengkaji relevansi pendidikan karakter perspektif Al-Ghazali dan William James dalam Program Ta’aruf 40 Hari di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Pasuruan. Program ini bertujuan membantu santri baru beradaptasi dengan kehidupan pesantren sekaligus membentuk karakter religius dan kemandirian. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali implementasi program serta hubungannya dengan teori pendidikan karakter Al-Ghazali yang menekankan tazkiyatun nafs, pembiasaan ibadah, dan akhlak karimah, serta psikologi agama William James yang menyoroti pengalaman religius sebagai proses personal yang transformasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Ta’aruf 40 Hari efektif dalam membentuk karakter religius melalui pembiasaan ibadah, internalisasi nilai-nilai moral, dan pelatihan kemandirian. Selain itu, program ini membantu santri mengembangkan ketahanan psikologis dan kemampuan beradaptasi secara emosional dan sosial, sebagaimana dipaparkan oleh William James. Kesimpulannya, integrasi perspektif Al-Ghazali dan William James dalam program ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis spiritualitas memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter individu. Temuan ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan karakter berbasis agama di berbagai lembaga pendidikan.
Authors
- Akhmad Nurul Kawakip (ORCID: https://orcid.org/0000-0003-4801-579X)
- Eny Maria Qonita
Publication Details
- Journal
- Tarbiyatuna Kajian Pendidikan Islam
- Published
- 2025-02-10
- DOI
- https://doi.org/10.69552/tarbiyatuna.v9i1.2882
- Primary Topic
- Education and Character Development
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00