Imunitas komunitas dalam dinamika penyebaran sifilis pada remaja: Kajian naratif

Sexually Transmitted Infections (STIs), particularly syphilis, are a significant global health issue among adolescents, requiring an understanding of community immunity to manage its transmission. This study aims to analyze the factors influencing the spread of syphilis among adolescents and the role of community immunity in suppressing the infection rate. The research method used is a literature review from various academic databases, including PubMed, Scopus, and Google Scholar, with inclusion criteria for cohort, case-control, and cross-sectional studies, and exclusion criteria for animal and in vitro studies. The research results show that social, cultural, and economic factors play an important role in the spread of syphilis among adolescents. Community immunity in this context is not achieved through vaccination, but rather through collective behavioral changes and effective public health interventions. Community-based approaches involving families, schools, healthcare workers, and community organizations are crucial in building community immunity against syphilis. The active involvement of families and communities in providing sexual education also plays a crucial role in creating an environment that supports the sexual health of adolescents. This research concludes that a holistic and multidisciplinary community-based approach is essential to address the issue of syphilis among adolescents. Prevention and control efforts must involve changes in individual and collective behavior, as well as be supported by strong public health policies and adequate resources. By building strong community immunity, it is hoped that the spread of syphilis among adolescents can be significantly reduced, thereby improving overall public health. Infeksi Menular Seksual (IMS), terutama sifilis, merupakan masalah kesehatan global yang signifikan di kalangan remaja, memerlukan pemahaman tentang imunitas komunitas untuk mengelola penularannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penyebaran sifilis pada remaja dan peran imunitas komunitas dalam menekan laju infeksi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelusuran literatur dari berbagai database akademik, termasuk PubMed, Scopus, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi studi kohort, kasus-kontrol, dan cross-sectional, serta kriteria eksklusi studi pada hewan dan in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial, budaya, dan ekonomi memiliki peran penting dalam penyebaran sifilis pada remaja. Imunitas komunitas dalam konteks ini tidak dicapai melalui vaksinasi, melainkan melalui perubahan perilaku kolektif dan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif. Pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat, sangat penting dalam membangun imunitas komunitas terhadap sifilis. Keterlibatan aktif keluarga dan komunitas dalam memberikan edukasi seksual juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan seksual remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis komunitas yang holistik dan multidisiplin sangat diperlukan untuk mengatasi masalah sifilis di kalangan remaja. Upaya pencegahan dan pengendalian harus melibatkan perubahan perilaku individu dan kolektif, serta didukung oleh kebijakan kesehatan masyarakat yang kuat dan sumber daya yang memadai. Dengan membangun imunitas komunitas yang kuat, diharapkan penyebaran sifilis pada remaja dapat ditekan secara signifikan, sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Indonesian Journal of Health Science
Published
2025-02-05
DOI
https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i1.1349
Primary Topic
Adolescent Sexual and Reproductive Health
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Imunitas komunitas dalam dinamika penyebaran sifilis pada remaja: Kajian naratif

Cityta Putri Kwarta, Nurul Fathiyyah, Rakhmalia Imeldawati, Ainun Ganisia et al.
Indonesian Journal of Health Science
Adolescent Sexual and Reproductive Health
article

Imunitas komunitas dalam dinamika penyebaran sifilis pada remaja: Kajian naratif

Cityta Putri Kwarta, Nurul Fathiyyah, Rakhmalia Imeldawati, Ainun Ganisia, Lentera Afrida Kusumawardani
article en

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STIs), particularly syphilis, are a significant global health issue among adolescents, requiring an understanding of community immunity to manage its transmission. This study aims to analyze the factors influencing the spread of syphilis among adolescents and the role of community immunity in suppressing the infection rate. The research method used is a literature review from various academic databases, including PubMed, Scopus, and Google Scholar, with inclusion criteria for cohort, case-control, and cross-sectional studies, and exclusion criteria for animal and in vitro studies. The research results show that social, cultural, and economic factors play an important role in the spread of syphilis among adolescents. Community immunity in this context is not achieved through vaccination, but rather through collective behavioral changes and effective public health interventions. Community-based approaches involving families, schools, healthcare workers, and community organizations are crucial in building community immunity against syphilis. The active involvement of families and communities in providing sexual education also plays a crucial role in creating an environment that supports the sexual health of adolescents. This research concludes that a holistic and multidisciplinary community-based approach is essential to address the issue of syphilis among adolescents. Prevention and control efforts must involve changes in individual and collective behavior, as well as be supported by strong public health policies and adequate resources. By building strong community immunity, it is hoped that the spread of syphilis among adolescents can be significantly reduced, thereby improving overall public health. Infeksi Menular Seksual (IMS), terutama sifilis, merupakan masalah kesehatan global yang signifikan di kalangan remaja, memerlukan pemahaman tentang imunitas komunitas untuk mengelola penularannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penyebaran sifilis pada remaja dan peran imunitas komunitas dalam menekan laju infeksi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelusuran literatur dari berbagai database akademik, termasuk PubMed, Scopus, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi studi kohort, kasus-kontrol, dan cross-sectional, serta kriteria eksklusi studi pada hewan dan in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial, budaya, dan ekonomi memiliki peran penting dalam penyebaran sifilis pada remaja. Imunitas komunitas dalam konteks ini tidak dicapai melalui vaksinasi, melainkan melalui perubahan perilaku kolektif dan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif. Pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat, sangat penting dalam membangun imunitas komunitas terhadap sifilis. Keterlibatan aktif keluarga dan komunitas dalam memberikan edukasi seksual juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan seksual remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis komunitas yang holistik dan multidisiplin sangat diperlukan untuk mengatasi masalah sifilis di kalangan remaja. Upaya pencegahan dan pengendalian harus melibatkan perubahan perilaku individu dan kolektif, serta didukung oleh kebijakan kesehatan masyarakat yang kuat dan sumber daya yang memadai. Dengan membangun imunitas komunitas yang kuat, diharapkan penyebaran sifilis pada remaja dapat ditekan secara signifikan, sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Indonesian Journal of Health ScienceVol. 5(1)
Universitas Dr. Soetomo (ID)
Openalex Percentile: Top 97%
Adolescent Sexual and Reproductive Health
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.