Duolingo in English education: Evidence-based perspectives on learning outcomes

The proliferation of Mobile-Assisted Language Learning (MALL) applications has reshaped the landscape of language education, with platforms like Duolingo making language learning more accessible, engaging, and flexible. This study systematically reviews 20 research articles to evaluate Duolingo’s effectiveness in fostering language proficiency, with a focus on vocabulary acquisition, reading comprehension, speaking, listening, and writing skills. The findings indicate that Duolingo is particularly effective at building foundational vocabulary and supporting beginner-level reading and listening comprehension through gamified and personalized learning features. Duolingo’s gamified elements enhance engagement and promote consistent practice, but the platform’s lack of interactive, real-time communication restricts its ability to develop higher-order language skills. This study underscores the complementary role of digital tools like Duolingo within language curricula, particularly in blended or hybrid learning models, where mobile learning can support vocabulary retention and independent study. Findings from this study contribute to the ongoing discourse on the role of MALL in language acquisition, offering practical insights for educators and policymakers considering digital integration in language programs. AbstrakProliferasi aplikasi pembelajaran bahasa berbasis perangkat seluler (Mobile-Assisted Language Learning/MALL) telah mengubah lanskap pendidikan bahasa, dengan platform seperti Duolingo yang membuat pembelajaran bahasa menjadi lebih mudah diakses, menarik, dan fleksibel. Studi ini secara sistematis mengulas 20 artikel penelitian untuk mengevaluasi efektivitas Duolingo dalam meningkatkan kemahiran bahasa, terutama pada aspek kosakata, membaca, berbicara, mendengarkan, dan menulis. Temuan menunjukkan bahwa Duolingo sangat efektif dalam membangun kosakata dasar dan mendukung pemahaman membaca dan mendengarkan pada tingkat pemula melalui fitur pembelajaran yang digamifikasi dan dipersonalisasi. Elemen gamifikasi di Duolingo meningkatkan keterlibatan dan mendorong praktik yang konsisten, kurangnya interaksi waktu nyata membatasi pengembangan keterampilan bahasa tingkat lanjut. Studi ini menekankan peran pelengkap alat digital seperti Duolingo dalam kurikulum bahasa, terutama dalam model pembelajaran campuran atau hybrid, di mana pembelajaran seluler dapat mendukung retensi kosakata dan pembelajaran mandiri. Temuan dari studi ini berkontribusi pada wacana berkelanjutan tentang peran MALL dalam perolehan bahasa, serta menawarkan wawasan praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan yang mempertimbangkan integrasi digital dalam program bahasa.Kata Kunci: Duolingo; keterampilan bahasa Inggris; pembelajaran bahasa dengan bantuan ponsel

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Curricula Journal of Curriculum Development
Published
2024-12-27
DOI
https://doi.org/10.17509/curricula.v3i2.75706
Citations
1
Primary Topic
Second Language Learning and Teaching
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
3.91
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Duolingo in English education: Evidence-based perspectives on learning outcomes

Fifit Fitriani
1 citations
Curricula Journal of Curriculum Development
Second Language Learning and Teaching
3.91
article

Duolingo in English education: Evidence-based perspectives on learning outcomes

Fifit Fitriani
article en
1 citations

Abstract

The proliferation of Mobile-Assisted Language Learning (MALL) applications has reshaped the landscape of language education, with platforms like Duolingo making language learning more accessible, engaging, and flexible. This study systematically reviews 20 research articles to evaluate Duolingo’s effectiveness in fostering language proficiency, with a focus on vocabulary acquisition, reading comprehension, speaking, listening, and writing skills. The findings indicate that Duolingo is particularly effective at building foundational vocabulary and supporting beginner-level reading and listening comprehension through gamified and personalized learning features. Duolingo’s gamified elements enhance engagement and promote consistent practice, but the platform’s lack of interactive, real-time communication restricts its ability to develop higher-order language skills. This study underscores the complementary role of digital tools like Duolingo within language curricula, particularly in blended or hybrid learning models, where mobile learning can support vocabulary retention and independent study. Findings from this study contribute to the ongoing discourse on the role of MALL in language acquisition, offering practical insights for educators and policymakers considering digital integration in language programs. AbstrakProliferasi aplikasi pembelajaran bahasa berbasis perangkat seluler (Mobile-Assisted Language Learning/MALL) telah mengubah lanskap pendidikan bahasa, dengan platform seperti Duolingo yang membuat pembelajaran bahasa menjadi lebih mudah diakses, menarik, dan fleksibel. Studi ini secara sistematis mengulas 20 artikel penelitian untuk mengevaluasi efektivitas Duolingo dalam meningkatkan kemahiran bahasa, terutama pada aspek kosakata, membaca, berbicara, mendengarkan, dan menulis. Temuan menunjukkan bahwa Duolingo sangat efektif dalam membangun kosakata dasar dan mendukung pemahaman membaca dan mendengarkan pada tingkat pemula melalui fitur pembelajaran yang digamifikasi dan dipersonalisasi. Elemen gamifikasi di Duolingo meningkatkan keterlibatan dan mendorong praktik yang konsisten, kurangnya interaksi waktu nyata membatasi pengembangan keterampilan bahasa tingkat lanjut. Studi ini menekankan peran pelengkap alat digital seperti Duolingo dalam kurikulum bahasa, terutama dalam model pembelajaran campuran atau hybrid, di mana pembelajaran seluler dapat mendukung retensi kosakata dan pembelajaran mandiri. Temuan dari studi ini berkontribusi pada wacana berkelanjutan tentang peran MALL dalam perolehan bahasa, serta menawarkan wawasan praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan yang mempertimbangkan integrasi digital dalam program bahasa.Kata Kunci: Duolingo; keterampilan bahasa Inggris; pembelajaran bahasa dengan bantuan ponsel

Curricula Journal of Curriculum DevelopmentVol. 3(2)
Yogyakarta State University (ID)
Openalex Percentile: Top 5%
Second Language Learning and Teaching
3.91
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.