Curriculum learning organization (study at Madrasah Ibtidaiyah)

The role of the curriculum for educational units is absolute. Therefore, curriculum development must be adjusted to the madrasah environment's identity and potential, including in organizing learning. The organization of learning is closely related to the learning process. This can also be one of the community's attractions to the madrasah. This study aims to examine the components of organizing intracurricular, co-curricular, and extracurricular learning at MI Miftahul Ulum Bukur. Researchers used interviews and documentation. The research findings state that intracurricular learning on national content is arranged and carried out according to the guidelines of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology and the Decree of the Minister of Religion but also maintains the potential of teachers such as maintaining science and social studies subjects that apply in each semester for all levels of grades III-VI. The local content that is applied shows the madrasah's identity, such as Mabadi, 'Alala, and BTQ. Co-curricular learning is carried out through P5RA activities, and the selection of activities is based on the needs and availability of surrounding resources. Extracurricular learning as an effort of madrasah to achieve in non-academic fields offers scouting activities, drumband, qira'at, banjari, speech (English and Indonesian), calligraphy, and English. This research can be used as a reference for other madrasahs to observe, imitate, and modify the organization according to their educational units. Abstrak Peran kurikulum bagi satuan pendidikan adalah hal yang mutlak. Oleh karenanya, pengembangan kurikulum harus disesuaikan dengan identitas dan potensi lingkungan madrasah termasuk dalam mengorganisasikan pembelajaran. Pengorganisasian pembelajaran memiliki keterkaitan yang erat dengan proses pembelajaran. Pula hal ini bisa menjadi salah satu daya tarik masyarakat terhadap madrasah. Penelitian ini bertujuan mengkaji komponen pengorganisasian pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler MI Miftahul Ulum Bukur. Peneliti menggunakan wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menyatakan bahwa pembelajaran intrakurikuler pada muatan nasional disusun dan dilakukan sesuai pedoman Kemdikbudristek dan Keputusan Menteri Agama namun juga tetap mempertahankan potensi guru seperti mempertahankan mata pelajaran IPA dan IPS berlaku di tiap semester untuk semua jenjang kelas III-VI. Sedangkan muatan lokal yang terapkan benar-benar menunjukkan identitas madrasah seperti Mabadi, ‘Alala, dan BTQ. Pembelajaran kokurikuler dilaksanakan melalui kegiatan P5RA dan pemilihan kegiatannya berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya sekitar. Pembelajaran ekstrakurikuler sebagai upaya madrasah untuk berprestasi dibidang non akademik menawarkan kegiatan pramuka, drumband, qira’at, banjari, pidato (bahasa Inggris dan bahasa Indonesia), kaligrafi, serta bahasa Inggris. Penelitian ini bisa dijadikan referensi bagi madrasah lain untuk mengamati, meniru, dan memodifikasi pengorganisasian tersebut sesuai satuan pendidikannya. Kata Kunci: ekstrakurikuler; intrakurikuler; kokurikuler; kurikulum

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Inovasi Kurikulum
Published
2024-11-29
DOI
https://doi.org/10.17509/jik.v21i4.75807
Citations
1
Primary Topic
School Leadership and Teacher Performance
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
2.10
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Curriculum learning organization (study at Madrasah Ibtidaiyah)

Oktaviani Adhi Suciptaningsih, Zulia Nurul Faizah, Siti Faizah
1 citations
Inovasi Kurikulum
School Leadership and Teacher Performance
2.10
article

Curriculum learning organization (study at Madrasah Ibtidaiyah)

Oktaviani Adhi Suciptaningsih, Zulia Nurul Faizah, Siti Faizah
article en
1 citations

Abstract

The role of the curriculum for educational units is absolute. Therefore, curriculum development must be adjusted to the madrasah environment's identity and potential, including in organizing learning. The organization of learning is closely related to the learning process. This can also be one of the community's attractions to the madrasah. This study aims to examine the components of organizing intracurricular, co-curricular, and extracurricular learning at MI Miftahul Ulum Bukur. Researchers used interviews and documentation. The research findings state that intracurricular learning on national content is arranged and carried out according to the guidelines of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology and the Decree of the Minister of Religion but also maintains the potential of teachers such as maintaining science and social studies subjects that apply in each semester for all levels of grades III-VI. The local content that is applied shows the madrasah's identity, such as Mabadi, 'Alala, and BTQ. Co-curricular learning is carried out through P5RA activities, and the selection of activities is based on the needs and availability of surrounding resources. Extracurricular learning as an effort of madrasah to achieve in non-academic fields offers scouting activities, drumband, qira'at, banjari, speech (English and Indonesian), calligraphy, and English. This research can be used as a reference for other madrasahs to observe, imitate, and modify the organization according to their educational units. Abstrak Peran kurikulum bagi satuan pendidikan adalah hal yang mutlak. Oleh karenanya, pengembangan kurikulum harus disesuaikan dengan identitas dan potensi lingkungan madrasah termasuk dalam mengorganisasikan pembelajaran. Pengorganisasian pembelajaran memiliki keterkaitan yang erat dengan proses pembelajaran. Pula hal ini bisa menjadi salah satu daya tarik masyarakat terhadap madrasah. Penelitian ini bertujuan mengkaji komponen pengorganisasian pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler MI Miftahul Ulum Bukur. Peneliti menggunakan wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menyatakan bahwa pembelajaran intrakurikuler pada muatan nasional disusun dan dilakukan sesuai pedoman Kemdikbudristek dan Keputusan Menteri Agama namun juga tetap mempertahankan potensi guru seperti mempertahankan mata pelajaran IPA dan IPS berlaku di tiap semester untuk semua jenjang kelas III-VI. Sedangkan muatan lokal yang terapkan benar-benar menunjukkan identitas madrasah seperti Mabadi, ‘Alala, dan BTQ. Pembelajaran kokurikuler dilaksanakan melalui kegiatan P5RA dan pemilihan kegiatannya berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya sekitar. Pembelajaran ekstrakurikuler sebagai upaya madrasah untuk berprestasi dibidang non akademik menawarkan kegiatan pramuka, drumband, qira’at, banjari, pidato (bahasa Inggris dan bahasa Indonesia), kaligrafi, serta bahasa Inggris. Penelitian ini bisa dijadikan referensi bagi madrasah lain untuk mengamati, meniru, dan memodifikasi pengorganisasian tersebut sesuai satuan pendidikannya. Kata Kunci: ekstrakurikuler; intrakurikuler; kokurikuler; kurikulum

Inovasi KurikulumVol. 21(4)
State University of Malang (ID)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 9%
School Leadership and Teacher Performance
2.10
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.