Studi Komparatif Tasawuf Modern: Buya Hamka dan Buya Kamba

Modernisasi telah menimbulkan krisis spiritual dan kekosongan dalam kehidupan manusia modern. Dalam upaya mencari jawaban atas kondisi ini, banyak individu beralih ke tasawuf sebagai jalan solusi, yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk baru yang disebut tasawuf modern. Penelitian ini berfokus pada pemikiran dua tokoh tasawuf modern Indonesia, Buya Hamka dan Buya Kamba, yang meskipun memiliki latar belakang berbeda, keduanya mengajarkan inti ajaran tasawuf yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persamaan dan perbedaan dalam pandangan mereka tentang tasawuf modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konten untuk menggali pemikiran kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan pandangan mereka mengenai tazkiyatun-nafs, pedoman tasawuf modern, dan konsep zuhud. Namun, perbedaan muncul dalam pandangan mereka terkait tarekat, sumber penyakit mental, dan maqamat. Relevansi kajian ini sangat penting dalam konteks modern, di mana tasawuf dapat menawarkan solusi terhadap krisis spiritual yang banyak dialami oleh masyarakat di era modern, dengan mengajarkan keseimbangan antara aspek batin dan kehidupan duniawi.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JAWI
Published
2024-12-30
DOI
https://doi.org/10.24042/jawi.v7i2.23630
Citations
1
Primary Topic
Cultural and Artistic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
4.29
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Studi Komparatif Tasawuf Modern: Buya Hamka dan Buya Kamba

Mey Melitasari, Suhandi Suhandi, Yoga Irawan, M. Afif Ansori
1 citations
JAWI
Cultural and Artistic Studies
4.29
article

Studi Komparatif Tasawuf Modern: Buya Hamka dan Buya Kamba

Mey Melitasari, Suhandi Suhandi, Yoga Irawan, M. Afif Ansori
article en
1 citations

Abstract

Modernisasi telah menimbulkan krisis spiritual dan kekosongan dalam kehidupan manusia modern. Dalam upaya mencari jawaban atas kondisi ini, banyak individu beralih ke tasawuf sebagai jalan solusi, yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk baru yang disebut tasawuf modern. Penelitian ini berfokus pada pemikiran dua tokoh tasawuf modern Indonesia, Buya Hamka dan Buya Kamba, yang meskipun memiliki latar belakang berbeda, keduanya mengajarkan inti ajaran tasawuf yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persamaan dan perbedaan dalam pandangan mereka tentang tasawuf modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konten untuk menggali pemikiran kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan pandangan mereka mengenai tazkiyatun-nafs, pedoman tasawuf modern, dan konsep zuhud. Namun, perbedaan muncul dalam pandangan mereka terkait tarekat, sumber penyakit mental, dan maqamat. Relevansi kajian ini sangat penting dalam konteks modern, di mana tasawuf dapat menawarkan solusi terhadap krisis spiritual yang banyak dialami oleh masyarakat di era modern, dengan mengajarkan keseimbangan antara aspek batin dan kehidupan duniawi.

JAWIVol. 7(2)
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (ID)
Openalex Percentile: Top 5%
Cultural and Artistic Studies
4.29
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.