Klasifikasi Status Indeks Desa Membangun Jawa Barat Menggunakan Algoritma XGBoost

Abstract. Based on data from Statistics Indonesia 2020 shows that rural areas in West Java have an average poverty rate of 10,64%, which is higher than urban areas at 7,79%. To establish a measurable and sustainable village, the Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration of the Republic of Indonesia developed a composite index to determine the progress and independence of a village, called the Village Development Index. To overcome the time challenge in classifying Village Development Index in West Java with a very large number of villages, an effective algorithm is needed. Therefore, this research applied an ensemble algorithm which is called XGBoost. XGBoost was chosen because it can handle the complexity of large datasets with imbalanced data classes and can prevent overfitting. In addition, hyperparameter tuning is conducted to improve the model’s performance. The aim of this research is to determine how accurately the XGBoost algorithm can classifying the Village Development Index and to contribute positively to the development of strategies for village in West Java. Based on the analysis conducted on Village Development Index data in West Java 2020 using 52 variables with 4.249 training data and 1.063 testing data, the XGBoost model has been formed. The analysis results show that the accuracy, precision, recall and f1-score are 89%, 84%, 72% and 76% respectively. The high accuracy obtained indicates that the XGBoost model that is built can classify Village Development Index well and can be implemented. Abstrak. Data Badan Pusat Statistik tahun 2020 menunjukkan bahwa rata-rata wilayah perdesaan di Jawa Barat memiliki persentase kemiskinan sebesar 10,64% yang lebih tinggi dari wilayah perkotaan sebesar 7,79%. Dalam upaya melaksanakan pembangunan desa yang terukur dan berkelanjutan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia menyusun suatu indeks komposit untuk menentukan status kemajuan dan kemandirian suatu desa yang disebut Indeks Desa Membangun (IDM). Untuk mengatasi tantangan waktu dalam pengklasifikasian status IDM di Jawa Barat dengan jumlah desa yang sangat besar, diperlukan algoritma lain yang lebih efektif. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan algoritma ensemble, yaitu XGBoost. XGBoost dipilih karena mampu mengatasi kompleksitas dataset besar dengan kelas data yang tidak seimbang dan dapat mencegah overfitting. Selain itu, dilakukan hyperparameter tuning untuk meningkatkan performa model. Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat seberapa akurat algoritma XGBoost dalam mengklasifikasikan status IDM dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan strategi pembangunan di Jawa Barat. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada data status IDM di Provinsi Jawa Barat tahun 2020 menggunakan 52 variabel dengan data training sebanyak 4.249 dan data testing sebanyak 1.063, telah dibentuk model XGBoost. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai accuracy, precision, recall, dan f1-score masing-masing sebesar 89%, 84%, 72%, dan 76%. Nilai accuracy yang diperoleh sudah tinggi sehingga model XGBoost yang dibangun sudah dapat mengklasifikasikan status IDM dengan baik dan dapat diimplementasikan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Riset Statistika
Published
2024-12-30
DOI
https://doi.org/10.29313/jrs.v4i2.5011
Citations
4
Primary Topic
Data Mining and Machine Learning Applications
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
3.12
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Klasifikasi Status Indeks Desa Membangun Jawa Barat Menggunakan Algoritma XGBoost

Shafira Agnia Latfalia, Reny Rian Marliana
4 citations
Jurnal Riset Statistika
Data Mining and Machine Learning Applications
3.12
article

Klasifikasi Status Indeks Desa Membangun Jawa Barat Menggunakan Algoritma XGBoost

Shafira Agnia Latfalia, Reny Rian Marliana
article en
4 citations

Abstract

Abstract. Based on data from Statistics Indonesia 2020 shows that rural areas in West Java have an average poverty rate of 10,64%, which is higher than urban areas at 7,79%. To establish a measurable and sustainable village, the Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration of the Republic of Indonesia developed a composite index to determine the progress and independence of a village, called the Village Development Index. To overcome the time challenge in classifying Village Development Index in West Java with a very large number of villages, an effective algorithm is needed. Therefore, this research applied an ensemble algorithm which is called XGBoost. XGBoost was chosen because it can handle the complexity of large datasets with imbalanced data classes and can prevent overfitting. In addition, hyperparameter tuning is conducted to improve the model’s performance. The aim of this research is to determine how accurately the XGBoost algorithm can classifying the Village Development Index and to contribute positively to the development of strategies for village in West Java. Based on the analysis conducted on Village Development Index data in West Java 2020 using 52 variables with 4.249 training data and 1.063 testing data, the XGBoost model has been formed. The analysis results show that the accuracy, precision, recall and f1-score are 89%, 84%, 72% and 76% respectively. The high accuracy obtained indicates that the XGBoost model that is built can classify Village Development Index well and can be implemented. Abstrak. Data Badan Pusat Statistik tahun 2020 menunjukkan bahwa rata-rata wilayah perdesaan di Jawa Barat memiliki persentase kemiskinan sebesar 10,64% yang lebih tinggi dari wilayah perkotaan sebesar 7,79%. Dalam upaya melaksanakan pembangunan desa yang terukur dan berkelanjutan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia menyusun suatu indeks komposit untuk menentukan status kemajuan dan kemandirian suatu desa yang disebut Indeks Desa Membangun (IDM). Untuk mengatasi tantangan waktu dalam pengklasifikasian status IDM di Jawa Barat dengan jumlah desa yang sangat besar, diperlukan algoritma lain yang lebih efektif. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan algoritma ensemble, yaitu XGBoost. XGBoost dipilih karena mampu mengatasi kompleksitas dataset besar dengan kelas data yang tidak seimbang dan dapat mencegah overfitting. Selain itu, dilakukan hyperparameter tuning untuk meningkatkan performa model. Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat seberapa akurat algoritma XGBoost dalam mengklasifikasikan status IDM dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan strategi pembangunan di Jawa Barat. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada data status IDM di Provinsi Jawa Barat tahun 2020 menggunakan 52 variabel dengan data training sebanyak 4.249 dan data testing sebanyak 1.063, telah dibentuk model XGBoost. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai accuracy, precision, recall, dan f1-score masing-masing sebesar 89%, 84%, 72%, dan 76%. Nilai accuracy yang diperoleh sudah tinggi sehingga model XGBoost yang dibangun sudah dapat mengklasifikasikan status IDM dengan baik dan dapat diimplementasikan.

Jurnal Riset Statistika
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 7%
Data Mining and Machine Learning Applications
3.12
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.