ASPEK SPIRITUAL DAN PENGGUNAAN ‘SPIRITUAL HEALTH ASSESSMENT SCALE’ DALAM RAWATAN HOSPICE: ARTICLE REVIEW

The goal of hospice care is to relieve patient’s physical, psychological, social, and spiritual stress who are nearing the end of life, thereby ultimately improving the quality of life because hospice care views humans from a holistic perspective. Spirituality is a dynamic and essential aspect of humanity that includes the search for highest meaning, purpose in life, transcendence and connection with oneself, family and others which is manifested in beliefs, values, traditions and practices. This has had a positive impact that includes spiritual well-being, quality of life, adaptation, physical and psychological health which ultimately meets the needs of patients and families in finding meaning and purpose in life, restoring relationships and love and being able to accept death and maintain hope and support a dignified death. Mean center and Dignitiy psychotherapy has been tested as a psychotherapy that focuses on the patient's meaning and dignity. Spirituality is a concept that is not limited to religion and is a key concept in the care of terminal illness. Therefore, spiritual care is an important element of hospice care that significantly influences the quality of all care provided. The spiritual care guidance and assessment model was developed as a care guide in the fundamental and spiritual aspects of human beings in hospice care. Spiritual Health Assessment Scale (SHAS) is a scale developed to assess spiritual health that is used for the entire community and is not based only on religion which contains 3 domains in the form of self-development, self-actualization and self-realization. ABSTRAKTujuan dari perawatan hospice adalah untuk meringankan tekanan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pasien yang mendekati akhir hidup sehingga pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup karena rawatan hospice memandang manusia dari sudut pandang holistik. Spiritual adalah aspek dinamis dan essensial dari kemanusiaan yang mencakup pencarian makna tertinggi, tujuan hidup, transendensi dan hubungan dengan diri sendiri, keluarga dan orang lain yang terwujud dalam keyakinan, nilai, tradisi dan praktik. Hal ini telah memiliki dampak positif yang mencakup kesejahteraan spiritual, kualitas hidup, adaptasi, kesehatan fisik dan psikologis yang akhirnya memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga dalam menemukan makna dan tujuan hidup, memulihkan hubungan dan cinta serta bisa menerima kematian dan mempertahankan harapan serta mendukung kematian yang bermartabat. Mean center and Dignitiy psychotherapy telah diuji sebagai psikoterapi yang berfokus pada makna dan martabat pasien. Spritual adalah konsep yang tidak terbatas pada agama dan konsep kunci dalam tanda penting dalam perawatan penyakit terminal. Oleh karena itu , perawatan spiritual merupakan elemen penting dari perawatan hospice yang secara signifikan mempengaruhi kualitas seluruh perawatan yang diberikan.Model panduan perawatan spiritual dan penilaian dikembangkan sebagai panduan perawatan dalam aspek fundamental dan spiritual manusia dalam perawatan hospice. Spiritual Health Assessment Scale (SHAS) merupakan skala yang dikembangkan untuk mengkaji kesehatan spiritual yang digunakan untuk seluruh masyarakat dan tidak berdasarkan hanya pada agama yang berisi 3 dormain berupa pengembangan diri, aktualisasi diri dan realisasi diri

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Published
2024-12-30
DOI
https://doi.org/10.51878/healthy.v3i4.4357
Primary Topic
Islamic Studies and Radicalism
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

ASPEK SPIRITUAL DAN PENGGUNAAN ‘SPIRITUAL HEALTH ASSESSMENT SCALE’ DALAM RAWATAN HOSPICE: ARTICLE REVIEW

Lely Setyawati Kurniawan, Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Jimmy Jimmy, I Gusti Ayu Indah Ardani et al.
HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Islamic Studies and Radicalism
article

ASPEK SPIRITUAL DAN PENGGUNAAN ‘SPIRITUAL HEALTH ASSESSMENT SCALE’ DALAM RAWATAN HOSPICE: ARTICLE REVIEW

Lely Setyawati Kurniawan, Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Jimmy Jimmy, I Gusti Ayu Indah Ardani, Ni Ketut Putri Ariani, I Putu Belly Sutrisna
article en

Abstract

The goal of hospice care is to relieve patient’s physical, psychological, social, and spiritual stress who are nearing the end of life, thereby ultimately improving the quality of life because hospice care views humans from a holistic perspective. Spirituality is a dynamic and essential aspect of humanity that includes the search for highest meaning, purpose in life, transcendence and connection with oneself, family and others which is manifested in beliefs, values, traditions and practices. This has had a positive impact that includes spiritual well-being, quality of life, adaptation, physical and psychological health which ultimately meets the needs of patients and families in finding meaning and purpose in life, restoring relationships and love and being able to accept death and maintain hope and support a dignified death. Mean center and Dignitiy psychotherapy has been tested as a psychotherapy that focuses on the patient's meaning and dignity. Spirituality is a concept that is not limited to religion and is a key concept in the care of terminal illness. Therefore, spiritual care is an important element of hospice care that significantly influences the quality of all care provided. The spiritual care guidance and assessment model was developed as a care guide in the fundamental and spiritual aspects of human beings in hospice care. Spiritual Health Assessment Scale (SHAS) is a scale developed to assess spiritual health that is used for the entire community and is not based only on religion which contains 3 domains in the form of self-development, self-actualization and self-realization. ABSTRAKTujuan dari perawatan hospice adalah untuk meringankan tekanan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pasien yang mendekati akhir hidup sehingga pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup karena rawatan hospice memandang manusia dari sudut pandang holistik. Spiritual adalah aspek dinamis dan essensial dari kemanusiaan yang mencakup pencarian makna tertinggi, tujuan hidup, transendensi dan hubungan dengan diri sendiri, keluarga dan orang lain yang terwujud dalam keyakinan, nilai, tradisi dan praktik. Hal ini telah memiliki dampak positif yang mencakup kesejahteraan spiritual, kualitas hidup, adaptasi, kesehatan fisik dan psikologis yang akhirnya memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga dalam menemukan makna dan tujuan hidup, memulihkan hubungan dan cinta serta bisa menerima kematian dan mempertahankan harapan serta mendukung kematian yang bermartabat. Mean center and Dignitiy psychotherapy telah diuji sebagai psikoterapi yang berfokus pada makna dan martabat pasien. Spritual adalah konsep yang tidak terbatas pada agama dan konsep kunci dalam tanda penting dalam perawatan penyakit terminal. Oleh karena itu , perawatan spiritual merupakan elemen penting dari perawatan hospice yang secara signifikan mempengaruhi kualitas seluruh perawatan yang diberikan.Model panduan perawatan spiritual dan penilaian dikembangkan sebagai panduan perawatan dalam aspek fundamental dan spiritual manusia dalam perawatan hospice. Spiritual Health Assessment Scale (SHAS) merupakan skala yang dikembangkan untuk mengkaji kesehatan spiritual yang digunakan untuk seluruh masyarakat dan tidak berdasarkan hanya pada agama yang berisi 3 dormain berupa pengembangan diri, aktualisasi diri dan realisasi diri

HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu KesehatanVol. 3(4)
Udayana University (ID)
Openalex Percentile: Top 58%
Islamic Studies and Radicalism
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.