PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN KAWASAN KORIDOR EKOLOGI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK

Natural ecosystems are increasingly affected by climate change and habitat fragmentation, which has a strong impact on biodiversity thus affecting the habitat and diversity of flora and fauna species at all levels. Fragmentation and habitat loss result in organisms being in isolated populations. The form of countermeasures against the impacts of fragmentation is to create corridor patterns both artificial, natural, and ecological and biological approaches, especially in the conservation of animals that are categorized as endemic, rare, and threatened. Ecological corridors should be designed and made public with sustainable land management in mind for biodiversity conservation with a combination of economic development, population growth, and nature conservation. Involving local communities as people who live around the ecological corridor every day is a must because as local people they must have a way to save the surrounding environment, it's just that to encourage them more, efforts need to be made in the form of focus group discussions to explain what is currently happening with the TNGHS ecological corridor, why it happened, what impact will occur if the current incident drags on. Wildlife has become isolated because they no longer pass by as usual and some have even become deep into the forest. Wild animals that are early inhabitants and continue to lose money because their play area is reduced or even lost. Meanwhile, humans, who use ecological corridors as alternative roads, have many advantages. Initial study in the field and found several principles of mitigation planning and implementation that can be implemented for local communities and motorists who pass through the ecological corridor which is an animal trajectory. ABSTRAKEkosistem alam semakin dipengaruhi oleh perubahan iklim dan fragmentasi habitat, yang memiliki dampak yang kuat terhadap keanekaragaman hayati sehingga mempengaruhi habitat dan keanekaragaman spesies flora dan fauna di semua tingkatan. Fragmentasi dan hilangnya habitat mengakibatkan organisme berada pada populasi yang terisolasi. Bentuk penanggulangan terhadap dampak-dampak fragmentasi tersebut adalah membuat pola koridor baik secara artificial, natural, maupun pendekatan ekologi dan biologi, khususnya dalam konservasi satwa yang dikategorikan endemik, langka, dan terancam. Koridor ekologi harus dirancang dan dipublikasikan kepada khalayak dengan mempertimbangkan pengelolaan lahan yang berkelanjutan untuk konservasi keanekaragaman hayati dengan kombinasi pembangunan ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan pelestarian alam. Melibatkan masyarakat local sebagai orang yang sehari-hari tinggal di sekitar koridor ekologi adalah keharusan karena sebagai orang local mereka pasti punya bakal cara menyelamatkan lingkungan sekitarnya, hanya saja untuk semakin menyemangati mereka perlu dilakukan upaya berupa focus group discussion untuk menerangkan apa yang sedang terjadi saat ini dengan koridor ekologi TNGHS, kenapa hal itu terjadi, dampak apa yang akan terjadi kalau kejadian yang sekarang berlarut-larut. satwa liar menjadi terisolasi karena mereka tidak lagi melintas seperti biasanya dan bahkan ada yang menjadi masuk jauh ke hutan. Hewan liar yang merupakan penghuni awal dan tetap merugi karena area permainan mereka menjadi berkurang atau bahkan hilang. Sedangkan manusia, yang menggunakan koridor ekologi sebagai jalan alternatif mempunyai banyak sekali keuntungan. studi awal di lapangan dan menemukan beberapa prinsip perencanaan dan pelaksanaan mitigasi yang dapat diimplementasikan untuk masyarakat local maupun pengendara kendaraan bermotor yang melintas dari koridor ekologi yang merupakan lintasan satwa.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published
2025-01-16
DOI
https://doi.org/10.51878/community.v4i2.4182
Primary Topic
Community-based Tourism Development and Sustainability
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN KAWASAN KORIDOR EKOLOGI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK

Marningot Tua Natalis Situmorang, Linda Noviana
COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Community-based Tourism Development and Sustainability
article

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN KAWASAN KORIDOR EKOLOGI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK

Marningot Tua Natalis Situmorang, Linda Noviana
article en

Abstract

Natural ecosystems are increasingly affected by climate change and habitat fragmentation, which has a strong impact on biodiversity thus affecting the habitat and diversity of flora and fauna species at all levels. Fragmentation and habitat loss result in organisms being in isolated populations. The form of countermeasures against the impacts of fragmentation is to create corridor patterns both artificial, natural, and ecological and biological approaches, especially in the conservation of animals that are categorized as endemic, rare, and threatened. Ecological corridors should be designed and made public with sustainable land management in mind for biodiversity conservation with a combination of economic development, population growth, and nature conservation. Involving local communities as people who live around the ecological corridor every day is a must because as local people they must have a way to save the surrounding environment, it's just that to encourage them more, efforts need to be made in the form of focus group discussions to explain what is currently happening with the TNGHS ecological corridor, why it happened, what impact will occur if the current incident drags on. Wildlife has become isolated because they no longer pass by as usual and some have even become deep into the forest. Wild animals that are early inhabitants and continue to lose money because their play area is reduced or even lost. Meanwhile, humans, who use ecological corridors as alternative roads, have many advantages. Initial study in the field and found several principles of mitigation planning and implementation that can be implemented for local communities and motorists who pass through the ecological corridor which is an animal trajectory. ABSTRAKEkosistem alam semakin dipengaruhi oleh perubahan iklim dan fragmentasi habitat, yang memiliki dampak yang kuat terhadap keanekaragaman hayati sehingga mempengaruhi habitat dan keanekaragaman spesies flora dan fauna di semua tingkatan. Fragmentasi dan hilangnya habitat mengakibatkan organisme berada pada populasi yang terisolasi. Bentuk penanggulangan terhadap dampak-dampak fragmentasi tersebut adalah membuat pola koridor baik secara artificial, natural, maupun pendekatan ekologi dan biologi, khususnya dalam konservasi satwa yang dikategorikan endemik, langka, dan terancam. Koridor ekologi harus dirancang dan dipublikasikan kepada khalayak dengan mempertimbangkan pengelolaan lahan yang berkelanjutan untuk konservasi keanekaragaman hayati dengan kombinasi pembangunan ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan pelestarian alam. Melibatkan masyarakat local sebagai orang yang sehari-hari tinggal di sekitar koridor ekologi adalah keharusan karena sebagai orang local mereka pasti punya bakal cara menyelamatkan lingkungan sekitarnya, hanya saja untuk semakin menyemangati mereka perlu dilakukan upaya berupa focus group discussion untuk menerangkan apa yang sedang terjadi saat ini dengan koridor ekologi TNGHS, kenapa hal itu terjadi, dampak apa yang akan terjadi kalau kejadian yang sekarang berlarut-larut. satwa liar menjadi terisolasi karena mereka tidak lagi melintas seperti biasanya dan bahkan ada yang menjadi masuk jauh ke hutan. Hewan liar yang merupakan penghuni awal dan tetap merugi karena area permainan mereka menjadi berkurang atau bahkan hilang. Sedangkan manusia, yang menggunakan koridor ekologi sebagai jalan alternatif mempunyai banyak sekali keuntungan. studi awal di lapangan dan menemukan beberapa prinsip perencanaan dan pelaksanaan mitigasi yang dapat diimplementasikan untuk masyarakat local maupun pengendara kendaraan bermotor yang melintas dari koridor ekologi yang merupakan lintasan satwa.

COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatVol. 4(2)
Universitas Sahid Jakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 99%
Community-based Tourism Development and Sustainability
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.