Penyuluhan Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat (Dagusibu) di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang

Basic Health Research (2013) noted that 35.2% of families in Indonesia store medicines for self-medication. The risk of improper use and management of medicines can be in the form of medication errors or side effects that are harmful to the family and surrounding community as well as financial impacts. The purpose of this community service is to increase public knowledge and awareness through communication, information, and education (KIE) about drug management at the family level through the Dagusibu program (Get, Use, Save, and Dispose). This service was carried out on Mei, 14 2024 in Candirejo Village, East Ungaran, Ungaran Regency, by providing IEC to PKK mothers as many as 25 using audio-visual media. To assess knowledge and understanding, a pre-test and post-test were carried out. The results obtained were an increase in knowledge and better understanding (p<0.001). The provision of IEC was able to increase public knowledge and understanding about drug management at the household level with the hope that all residents have quality, effective, and safe medicines so that they can improve their quality of life. ABSTRAK Riset Kesehatan Dasar (2013) telah mendata sebanyak 35,2% keluarga di Indonesia menyimpan obat untuk swamedikasi. Resiko penggunaan dan pengelolaan obat yang tidak tepat dapat berupa kesalahan pengobatan (medication error) atau efek samping yang membahayakan bagi diri keluarga maupun masyarakat sekitar dan dampak finansial. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi tentang pengelolaan obat ditingkat keluarga melalui program dapatkan, gunakan, simpan dan buang(Dagusibu). Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2024 di Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Kabupaten Ungaran, dengan memberikan KIE dalam rapat PKK sebanyak 25 peserta, menggunakan mediaslide. Untuk menevaluasi pengetahuan dan pemahaman dilakukan pre- dan post- test. Hasilyang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik (p<0,001). Pemberian KIE mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan obat di tingkat rumah tangga dengan harapan seluruh warga memiliki obat yang bermutu, efektif dan aman yang mampu meningkatkan kualitas hidupnya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
Published
2024-11-30
DOI
https://doi.org/10.35473/ijce.v6i2.3401
Primary Topic
Food and Agricultural Sciences
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Penyuluhan Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat (Dagusibu) di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang

Jatmiko Susilo, Kartika Sari, Rini Susanti
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
Food and Agricultural Sciences
article

Penyuluhan Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat (Dagusibu) di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang

Jatmiko Susilo, Kartika Sari, Rini Susanti
article en

Abstract

Basic Health Research (2013) noted that 35.2% of families in Indonesia store medicines for self-medication. The risk of improper use and management of medicines can be in the form of medication errors or side effects that are harmful to the family and surrounding community as well as financial impacts. The purpose of this community service is to increase public knowledge and awareness through communication, information, and education (KIE) about drug management at the family level through the Dagusibu program (Get, Use, Save, and Dispose). This service was carried out on Mei, 14 2024 in Candirejo Village, East Ungaran, Ungaran Regency, by providing IEC to PKK mothers as many as 25 using audio-visual media. To assess knowledge and understanding, a pre-test and post-test were carried out. The results obtained were an increase in knowledge and better understanding (p<0.001). The provision of IEC was able to increase public knowledge and understanding about drug management at the household level with the hope that all residents have quality, effective, and safe medicines so that they can improve their quality of life. ABSTRAK Riset Kesehatan Dasar (2013) telah mendata sebanyak 35,2% keluarga di Indonesia menyimpan obat untuk swamedikasi. Resiko penggunaan dan pengelolaan obat yang tidak tepat dapat berupa kesalahan pengobatan (medication error) atau efek samping yang membahayakan bagi diri keluarga maupun masyarakat sekitar dan dampak finansial. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi tentang pengelolaan obat ditingkat keluarga melalui program dapatkan, gunakan, simpan dan buang(Dagusibu). Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2024 di Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Kabupaten Ungaran, dengan memberikan KIE dalam rapat PKK sebanyak 25 peserta, menggunakan mediaslide. Untuk menevaluasi pengetahuan dan pemahaman dilakukan pre- dan post- test. Hasilyang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik (p<0,001). Pemberian KIE mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan obat di tingkat rumah tangga dengan harapan seluruh warga memiliki obat yang bermutu, efektif dan aman yang mampu meningkatkan kualitas hidupnya.

Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)Vol. 6(2)
Universitas Galuh (ID)
Openalex Percentile: Top 69%
Food and Agricultural Sciences
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.