Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Gender pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Wonokusumo Kota Surabaya

This study aims to analyze poverty alleviation strategies for impoverished housewives in Wonokusumo Subdistrict, Surabaya City, using a feminist perspective. Poverty among housewives reflects the feminization of poverty, influenced by gender inequality, patriarchal culture, and limited access to economic opportunities. This research employs a qualitative descriptive approach through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that both productive and non-productive impoverished housewives face challenges such as double burdens, limited capital, and socio-economic marginalization. Poverty alleviation strategies include social protection to meet basic needs and empowerment programs based on their potential to enhance capabilities and economic independence. A collaborative approach combining social protection and empowerment effectively alleviates economic burdens and breaks the cycle of intergenerational poverty. This study recommends strategies tailored to the specific needs of housewives to ensure poverty alleviation programs are more targeted and sustainable. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengentasan kemiskinan pada ibu rumah tangga miskin di Kelurahan Wonokusumo, Kota Surabaya, dengan menggunakan perspektif feminis. Kemiskinan pada ibu rumah tangga mencerminkan feminisasi kemiskinan yang dipengaruhi ketimpangan gender, budaya patriarki, serta rendahnya akses terhadap peluang ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga miskin produktif dan non-produktif menghadapi tantangan berupa beban ganda, keterbatasan modal, serta keterasingan sosial dan ekonomi. Strategi pengentasan kemiskinan mencakup jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar dan program pemberdayaan berbasis potensi untuk meningkatkan kapabilitas dan kemandirian ekonomi ibu rumah tangga. Pendekatan kolaboratif antara jaminan sosial dan pemberdayaan dinilai efektif dalam meringankan beban ekonomi dan memutus rantai kemiskinan antar generasi. Penelitian ini merekomendasikan strategi berbasis kebutuhan spesifik ibu rumah tangga untuk memastikan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)
Published
2024-12-30
DOI
https://doi.org/10.24815/jsu.v18i2.41931
Citations
1
Primary Topic
Gender, Labor, and Family Dynamics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.93
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Gender pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Wonokusumo Kota Surabaya

Azizah Alie, Yelly Elanda
1 citations
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)
Gender, Labor, and Family Dynamics
0.93
article

Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Gender pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Wonokusumo Kota Surabaya

Azizah Alie, Yelly Elanda
article en
1 citations

Abstract

This study aims to analyze poverty alleviation strategies for impoverished housewives in Wonokusumo Subdistrict, Surabaya City, using a feminist perspective. Poverty among housewives reflects the feminization of poverty, influenced by gender inequality, patriarchal culture, and limited access to economic opportunities. This research employs a qualitative descriptive approach through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that both productive and non-productive impoverished housewives face challenges such as double burdens, limited capital, and socio-economic marginalization. Poverty alleviation strategies include social protection to meet basic needs and empowerment programs based on their potential to enhance capabilities and economic independence. A collaborative approach combining social protection and empowerment effectively alleviates economic burdens and breaks the cycle of intergenerational poverty. This study recommends strategies tailored to the specific needs of housewives to ensure poverty alleviation programs are more targeted and sustainable. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengentasan kemiskinan pada ibu rumah tangga miskin di Kelurahan Wonokusumo, Kota Surabaya, dengan menggunakan perspektif feminis. Kemiskinan pada ibu rumah tangga mencerminkan feminisasi kemiskinan yang dipengaruhi ketimpangan gender, budaya patriarki, serta rendahnya akses terhadap peluang ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga miskin produktif dan non-produktif menghadapi tantangan berupa beban ganda, keterbatasan modal, serta keterasingan sosial dan ekonomi. Strategi pengentasan kemiskinan mencakup jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar dan program pemberdayaan berbasis potensi untuk meningkatkan kapabilitas dan kemandirian ekonomi ibu rumah tangga. Pendekatan kolaboratif antara jaminan sosial dan pemberdayaan dinilai efektif dalam meringankan beban ekonomi dan memutus rantai kemiskinan antar generasi. Penelitian ini merekomendasikan strategi berbasis kebutuhan spesifik ibu rumah tangga untuk memastikan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)Vol. 18(2)
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (ID)
No poverty
Openalex Percentile: Top 18%
Gender, Labor, and Family Dynamics
0.93
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.