HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU TERHADAP KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DI PUSKESMAS TANDUN KABUPATEN ROKAN HULU

Abstract A visit for a toddler to the posyandu is a visit made by the mother with the benefit of monitoring the growth and development of the toddler and to determine the child's nutritional status by measuring their weight every month so that they can detect the child's health status early. The number of toddlers weighed in 2021 in Riau Province decreased by 38.7% and in 2022 the number of toddlers weighed increased significantly by 60%, while the percentage of toddlers weighed in Rokan Hulu district in 2023 was 68%. This has not yet reached the national target of 80%. The aim of this research is to determine the relationship between behavioral factors and visits by toddlers to posyandu in the Tandun Community Health Center Working Area, Rokan Hulu Regency in 2024. The research method uses quantitative research with a cross sectional design. The research population was 579 toddlers with a research sample of 168 people. Data collection used questionnaires and direct interviews. Data analysis uses univariate and bivariate analysis. The research results showed that 90 respondents (53.6%) had incomplete visits for toddlers. Variables related to toddler visits were knowledge (P-value 0.001 and POR 10.269), distance to posyandu (P-value 0.001 and POR 5.207) and family support (P-value 0.001 and POR 2.886) while variables that were not related were immunization status toddler. It is recommended that the Community Health Center educate the public regarding visits to posyandu and map the posyandu schedule so that it can be reached by mothers with toddlers. Keywords: Posyandu visits, Knowledge, Distance, Family Support, Toddler Immunization Status Abstrak Kunjungan balita ke posyandu merupakan kunjungan yang dilakukan oleh ibu dengan manfaat untuk memantau tumbuh kembang balita dan untuk mengetahui status gizi anak dengan menimbang berat badan setiap bulan sehingga secara dini dapat mendeteksi status kesehatan anak. Jumlah balita ditimbang tahun 2021 di Provinsi Riau mengalami penurunan sebesar 38,7% dan pada tahun 2022 jumlah balita ditimbang naik secara signifikan sebesar 60% sedangkan persentase balita ditimbang di kabupaten Rokan Hulu tahun 2023 sebesar 68%. Hal ini belum mencapai target nasional yaitu 80%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor perilaku terhadap kunjungan balita ke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Tandun Kabupaten Rokan Hulu tahun 2024. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah balita sebanyak 579 orang dengan sampel penelitian sebanyak 168 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara langsung. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan kunjungan balita yang tidak rutin sebanyak 90 responden (53,6%). Variabel berhubungan dengan kunjungan balita yaitu pengetahuan (P-value 0,001 dan POR 10,269), jarak ke posyandu (P-value 0,001 dan POR 5,207), dan dukungan keluarga (P-value 0,001 dan POR 2,886) sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah status imunisasi balita. Disarankan pada Puskesmas untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait kunjungan ke posyandu dan melakukan pemetaan jadwal posyandu agar dapat dijangkau ibu yang memiliki balita. Kata kunci: Kunjungan Posyandu, Pengetahuan, Jarak, Dukungan Keluarga, Status Imunisasi Balita

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Keperawatan Abdurrab
Published
2024-12-27
DOI
https://doi.org/10.36341/jka.v8i2.5539
Primary Topic
Healthcare Quality and Satisfaction
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU TERHADAP KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DI PUSKESMAS TANDUN KABUPATEN ROKAN HULU

Yeyen Gumayesty, Nabilah Aufa Maulana, Winda Septiani, Yuyun Priwahyuni
Jurnal Keperawatan Abdurrab
Healthcare Quality and Satisfaction
article

HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU TERHADAP KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DI PUSKESMAS TANDUN KABUPATEN ROKAN HULU

Yeyen Gumayesty, Nabilah Aufa Maulana, Winda Septiani, Yuyun Priwahyuni
article en

Abstract

Abstract A visit for a toddler to the posyandu is a visit made by the mother with the benefit of monitoring the growth and development of the toddler and to determine the child's nutritional status by measuring their weight every month so that they can detect the child's health status early. The number of toddlers weighed in 2021 in Riau Province decreased by 38.7% and in 2022 the number of toddlers weighed increased significantly by 60%, while the percentage of toddlers weighed in Rokan Hulu district in 2023 was 68%. This has not yet reached the national target of 80%. The aim of this research is to determine the relationship between behavioral factors and visits by toddlers to posyandu in the Tandun Community Health Center Working Area, Rokan Hulu Regency in 2024. The research method uses quantitative research with a cross sectional design. The research population was 579 toddlers with a research sample of 168 people. Data collection used questionnaires and direct interviews. Data analysis uses univariate and bivariate analysis. The research results showed that 90 respondents (53.6%) had incomplete visits for toddlers. Variables related to toddler visits were knowledge (P-value 0.001 and POR 10.269), distance to posyandu (P-value 0.001 and POR 5.207) and family support (P-value 0.001 and POR 2.886) while variables that were not related were immunization status toddler. It is recommended that the Community Health Center educate the public regarding visits to posyandu and map the posyandu schedule so that it can be reached by mothers with toddlers. Keywords: Posyandu visits, Knowledge, Distance, Family Support, Toddler Immunization Status Abstrak Kunjungan balita ke posyandu merupakan kunjungan yang dilakukan oleh ibu dengan manfaat untuk memantau tumbuh kembang balita dan untuk mengetahui status gizi anak dengan menimbang berat badan setiap bulan sehingga secara dini dapat mendeteksi status kesehatan anak. Jumlah balita ditimbang tahun 2021 di Provinsi Riau mengalami penurunan sebesar 38,7% dan pada tahun 2022 jumlah balita ditimbang naik secara signifikan sebesar 60% sedangkan persentase balita ditimbang di kabupaten Rokan Hulu tahun 2023 sebesar 68%. Hal ini belum mencapai target nasional yaitu 80%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor perilaku terhadap kunjungan balita ke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Tandun Kabupaten Rokan Hulu tahun 2024. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah balita sebanyak 579 orang dengan sampel penelitian sebanyak 168 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara langsung. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan kunjungan balita yang tidak rutin sebanyak 90 responden (53,6%). Variabel berhubungan dengan kunjungan balita yaitu pengetahuan (P-value 0,001 dan POR 10,269), jarak ke posyandu (P-value 0,001 dan POR 5,207), dan dukungan keluarga (P-value 0,001 dan POR 2,886) sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah status imunisasi balita. Disarankan pada Puskesmas untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait kunjungan ke posyandu dan melakukan pemetaan jadwal posyandu agar dapat dijangkau ibu yang memiliki balita. Kata kunci: Kunjungan Posyandu, Pengetahuan, Jarak, Dukungan Keluarga, Status Imunisasi Balita

Jurnal Keperawatan AbdurrabVol. 8(2)
Universitas Hang Tuah (ID)
Zero hunger
Openalex Percentile: Top 55%
Healthcare Quality and Satisfaction
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.