Perancangan Alat Penyiram Tanaman Otomatis Pada Tanaman Seledri Berbasis Telegram Menggunakan Nodemcu

<p><em>Celery plants have many benefits, both as food ingredients such as soup and herbal medicine for various diseases such as fever, flu, digestive disorders, and hypertension. However, celery watering by farmers is still done manually, which often causes suboptimal plant growth due to incorrect water measurements. Changes in soil moisture are also a problem, especially when farmers cannot water regularly. This study uses the Research and Development (R&D) method and produces an automatic sprinkler with a Soil Moisture sensor that detects soil moisture. If the humidity drops below 65%, the water pump will turn on, and if the humidity rises above 75%, the pump will turn off. These settings can be controlled via the Telegram application with the command "/pompan_on" to water, "/pompan_off" to stop, and "/cek-kelm_tanah" to check soil moisture.</em></p><p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Celery; Automatic; Sprinkler; Telegram; Soil Moisture</em></p><p align="center"><strong> </strong></p><p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Tanaman seledri memiliki banyak manfaat, baik sebagai bahan makanan seperti sup maupun obat herbal untuk berbagai penyakit seperti demam, flu, gangguan pencernaan, dan hipertensi. Namun, penyiraman seledri oleh petani masih dilakukan secara manual, yang sering kali menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal karena takaran air yang tidak tepat. Perubahan kelembaban tanah juga menjadi masalah, terutama ketika petani tidak dapat rutin menyiram. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dan menghasilkan alat penyiram otomatis dengan sensor Soil Moisture yang mendeteksi kelembaban tanah. Jika kelembaban turun di bawah 65%, pompa air akan menyala, dan jika kelembaban naik di atas 75%, pompa akan mati. Pengaturan ini dapat dikendalikan melalui aplikasi Telegram dengan perintah "/pompan_on" untuk menyiram, "/pompan_off" untuk menghentikan, dan "/cek-kelm_tanah" untuk memeriksa kelembaban tanah.</p><p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Seledri; Otomatis; Penyiram; Telegram; Soil Moisture</em><em></em></p>

Authors

Publication Details

Journal
Progresif Jurnal Ilmiah Komputer
Published
2024-08-30
DOI
https://doi.org/10.35889/progresif.v20i2.2256
Primary Topic
Multimedia Learning Systems
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Perancangan Alat Penyiram Tanaman Otomatis Pada Tanaman Seledri Berbasis Telegram Menggunakan Nodemcu

Boy Abidin Rozany, Rini Fitriani, Rizar Romiyadi, Siska Minati Adi
Progresif Jurnal Ilmiah Komputer
Multimedia Learning Systems
article

Perancangan Alat Penyiram Tanaman Otomatis Pada Tanaman Seledri Berbasis Telegram Menggunakan Nodemcu

Boy Abidin Rozany, Rini Fitriani, Rizar Romiyadi, Siska Minati Adi
article en

Abstract

<p><em>Celery plants have many benefits, both as food ingredients such as soup and herbal medicine for various diseases such as fever, flu, digestive disorders, and hypertension. However, celery watering by farmers is still done manually, which often causes suboptimal plant growth due to incorrect water measurements. Changes in soil moisture are also a problem, especially when farmers cannot water regularly. This study uses the Research and Development (R&D) method and produces an automatic sprinkler with a Soil Moisture sensor that detects soil moisture. If the humidity drops below 65%, the water pump will turn on, and if the humidity rises above 75%, the pump will turn off. These settings can be controlled via the Telegram application with the command "/pompan_on" to water, "/pompan_off" to stop, and "/cek-kelm_tanah" to check soil moisture.</em></p><p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Celery; Automatic; Sprinkler; Telegram; Soil Moisture</em></p><p align="center"><strong> </strong></p><p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Tanaman seledri memiliki banyak manfaat, baik sebagai bahan makanan seperti sup maupun obat herbal untuk berbagai penyakit seperti demam, flu, gangguan pencernaan, dan hipertensi. Namun, penyiraman seledri oleh petani masih dilakukan secara manual, yang sering kali menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal karena takaran air yang tidak tepat. Perubahan kelembaban tanah juga menjadi masalah, terutama ketika petani tidak dapat rutin menyiram. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dan menghasilkan alat penyiram otomatis dengan sensor Soil Moisture yang mendeteksi kelembaban tanah. Jika kelembaban turun di bawah 65%, pompa air akan menyala, dan jika kelembaban naik di atas 75%, pompa akan mati. Pengaturan ini dapat dikendalikan melalui aplikasi Telegram dengan perintah "/pompan_on" untuk menyiram, "/pompan_off" untuk menghentikan, dan "/cek-kelm_tanah" untuk memeriksa kelembaban tanah.</p><p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Seledri; Otomatis; Penyiram; Telegram; Soil Moisture</em><em></em></p>

Progresif Jurnal Ilmiah KomputerVol. 20(2)
Openalex Percentile: Top 60%
Multimedia Learning Systems
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.