Pengaruh slow deep breathing dan analgesik terhadap penurunan nyeri kronis pada pasien kanker payudara: A randomized controlled trial (RCT)

Background: Breast cancer patients often faced chronic pain. Slow deep breathing and analgesics are believed can reduce pain but the combination of the two in breast cancer in not yet known. Purpose: To determine the effect of slow deep breathing and analgesics in reducing chronic pain in breast cancer patients. Method: A randomized controlled trial with two groups. Patients randomized to receive slow deep breathing and analgesic (intervention group) or analgesic (control group). Patients were followed up for 3 days. Pain scale was measured pre and post treatment. Results: A total of 30 participants were enrolled and randomized. Mean values of pain scale post treatment in the intervention group (mean: 2.69 SD 1.124) were lower than in control group (mean: 4.67 SD 1.017) with p value = 0.000. Conclusion: Slow deep relaxation and analgesics effectively reduced chronic pain in breast cancer. Suggestion: Further research should add other variables related to pain reduction, such as other innovative relaxation therapies. Keywords: Analgesic; Breast Cancer; Slow Deep Breathing. Pendahuluan: Pasien kanker payudara sering menghadapi nyeri kronis. Relaksasi slow deep breathing dan analgesik diyakini dapat mengurangi rasa sakit, tetapi kombinasi keduanya pada kanker payudara belum diketahui. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh slow deep breathing dan analgesik terhadap penurunan nyeri kronis pada pasien kanker payudara. Metode: Uji coba terkontrol secara acak dengan dua kelompok. Pasien diacak untuk menerima relaksasi slow deep breathing dan analgesik (kelompok intervensi), analgesik (kelompok kontrol). Pasien ditindaklanjuti selama 3 hari dengan skala nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Nilai rata-rata skala nyeri pasca pengobatan pada kelompok intervensi (rata-rata: 2.69 SD 1.124), lebih rendah daripada kelompok kontrol (rata-rata: 4.67 SD 1.017) dengan nilai p 0.000. Simpulan: Relaksasi slow deep breathing dan analgesik dapat mengurangi nyeri kronis secara efektif pada kanker payudara. Saran: Penelitian selanjutnya agar menambah variabel lain yang berhubungan dengan penurunan nyeri, seperti terapi relaksasi inovatif lainnya. Kata Kunci: Analgesik; Kanker Payudara; Slow Deep Breathing.

Authors

Publication Details

Journal
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN
Published
2024-11-20
DOI
https://doi.org/10.33024/hjk.v18i9.594
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh slow deep breathing dan analgesik terhadap penurunan nyeri kronis pada pasien kanker payudara: A randomized controlled trial (RCT)

Wulan Anggraini, Dennti Kurniasih, Eka Yudha Chrisanto
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN
Public Health and Nutrition
article

Pengaruh slow deep breathing dan analgesik terhadap penurunan nyeri kronis pada pasien kanker payudara: A randomized controlled trial (RCT)

Wulan Anggraini, Dennti Kurniasih, Eka Yudha Chrisanto
article en

Abstract

Background: Breast cancer patients often faced chronic pain. Slow deep breathing and analgesics are believed can reduce pain but the combination of the two in breast cancer in not yet known. Purpose: To determine the effect of slow deep breathing and analgesics in reducing chronic pain in breast cancer patients. Method: A randomized controlled trial with two groups. Patients randomized to receive slow deep breathing and analgesic (intervention group) or analgesic (control group). Patients were followed up for 3 days. Pain scale was measured pre and post treatment. Results: A total of 30 participants were enrolled and randomized. Mean values of pain scale post treatment in the intervention group (mean: 2.69 SD 1.124) were lower than in control group (mean: 4.67 SD 1.017) with p value = 0.000. Conclusion: Slow deep relaxation and analgesics effectively reduced chronic pain in breast cancer. Suggestion: Further research should add other variables related to pain reduction, such as other innovative relaxation therapies. Keywords: Analgesic; Breast Cancer; Slow Deep Breathing. Pendahuluan: Pasien kanker payudara sering menghadapi nyeri kronis. Relaksasi slow deep breathing dan analgesik diyakini dapat mengurangi rasa sakit, tetapi kombinasi keduanya pada kanker payudara belum diketahui. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh slow deep breathing dan analgesik terhadap penurunan nyeri kronis pada pasien kanker payudara. Metode: Uji coba terkontrol secara acak dengan dua kelompok. Pasien diacak untuk menerima relaksasi slow deep breathing dan analgesik (kelompok intervensi), analgesik (kelompok kontrol). Pasien ditindaklanjuti selama 3 hari dengan skala nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Nilai rata-rata skala nyeri pasca pengobatan pada kelompok intervensi (rata-rata: 2.69 SD 1.124), lebih rendah daripada kelompok kontrol (rata-rata: 4.67 SD 1.017) dengan nilai p 0.000. Simpulan: Relaksasi slow deep breathing dan analgesik dapat mengurangi nyeri kronis secara efektif pada kanker payudara. Saran: Penelitian selanjutnya agar menambah variabel lain yang berhubungan dengan penurunan nyeri, seperti terapi relaksasi inovatif lainnya. Kata Kunci: Analgesik; Kanker Payudara; Slow Deep Breathing.

HOLISTIK JURNAL KESEHATANVol. 18(9)
Openalex Percentile: Top 62%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Pengaruh slow deep breathing dan analgesik terhadap penurunan nyeri kronis pada pasien kanker payudara: A randomized controlled trial (RCT) — Wulan Anggraini, Dennti Kurniasih, et al. · HOLISTIK JURNAL KESEHATAN (2024) | TGRS Research Map | TGRS