Edukasi Bahaya Nomophobia pada Remaja dalam Kehidupan Sehari-Hari di Kwarasan Karanganyar

ABSTRACT Using smartphones as a learning medium without restrictions on usage can make students more flexible in their use. In pandemic conditions, many activities are carried out via smartphones, which without limits can cause disturbances in users, known as nomophobia or fear that arises because they cannot be away from smartphones. The public needs to know the dangers of nomophobia, so education needs to be provided regarding nomophobia. As an effort to increase knowledge about nomophobia. This community service method uses the lecture and leaflet media. This community service was carried out in the community in May-June 2023. The pretest results showed that the majority of participants had a low level of knowledge, 30 (55.6%) while the posttest results showed that the majority of participants had a medium level of knowledge, 32 (59.3%). There is an increase in the level of knowledge after socialization. Keywords: Adolescence, Nomophobia, Smartphone ABSTRAK Penggunaan smartphone sebagai alat belajar tanpa batasan penggunaan dapat membuat siswa lebih leluasa dalam penggunaannya. Dalam kondisi pandemi, banyak aktivitas yang dilakukan dengan menggunakan smartphone sehingga dapat menimbulkan ketidak terkendalian atau nomophobia pada penggunanya, atau rasa takut yang muncul karena tidak bisa jauh dari smartphone-nya. Masyarakat perlu mengetahui bahaya nomophobia, sehingga edukasi nomophobia harus diberikan. Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang nomophobia. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan media leaflet. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada komunitas Mei-Juni 2023. Hasil pretest didapatkan mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 30 (55,6%) sedangkan hasil posttest didapatkan mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan sedang 32 (59,3%). Terdapat adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah dilakukan sosialisasi. Kata Kunci: Nomophobia, Remaja, Smartphone

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Malahayati Nursing Journal
Published
2024-12-31
DOI
https://doi.org/10.33024/mnj.v7i1.15805
Primary Topic
Adolescent Health and Behaviors
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Edukasi Bahaya Nomophobia pada Remaja dalam Kehidupan Sehari-Hari di Kwarasan Karanganyar

Emerita Emerita, Diyanah Syolihan Rinjani Putri
Malahayati Nursing Journal
Adolescent Health and Behaviors
article

Edukasi Bahaya Nomophobia pada Remaja dalam Kehidupan Sehari-Hari di Kwarasan Karanganyar

Emerita Emerita, Diyanah Syolihan Rinjani Putri
article en

Abstract

ABSTRACT Using smartphones as a learning medium without restrictions on usage can make students more flexible in their use. In pandemic conditions, many activities are carried out via smartphones, which without limits can cause disturbances in users, known as nomophobia or fear that arises because they cannot be away from smartphones. The public needs to know the dangers of nomophobia, so education needs to be provided regarding nomophobia. As an effort to increase knowledge about nomophobia. This community service method uses the lecture and leaflet media. This community service was carried out in the community in May-June 2023. The pretest results showed that the majority of participants had a low level of knowledge, 30 (55.6%) while the posttest results showed that the majority of participants had a medium level of knowledge, 32 (59.3%). There is an increase in the level of knowledge after socialization. Keywords: Adolescence, Nomophobia, Smartphone ABSTRAK Penggunaan smartphone sebagai alat belajar tanpa batasan penggunaan dapat membuat siswa lebih leluasa dalam penggunaannya. Dalam kondisi pandemi, banyak aktivitas yang dilakukan dengan menggunakan smartphone sehingga dapat menimbulkan ketidak terkendalian atau nomophobia pada penggunanya, atau rasa takut yang muncul karena tidak bisa jauh dari smartphone-nya. Masyarakat perlu mengetahui bahaya nomophobia, sehingga edukasi nomophobia harus diberikan. Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang nomophobia. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan media leaflet. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada komunitas Mei-Juni 2023. Hasil pretest didapatkan mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 30 (55,6%) sedangkan hasil posttest didapatkan mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan sedang 32 (59,3%). Terdapat adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah dilakukan sosialisasi. Kata Kunci: Nomophobia, Remaja, Smartphone

Malahayati Nursing JournalVol. 7(1)
Universitas Surakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 56%
Adolescent Health and Behaviors
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.