Kejahatan dan Kejatuhan Manusia Menurut John Calvin: Sebuah Tanggapan Terhadap Ajaran Dualisme Manichaean

Abstract. The concept of evil and the fall of man remains a fascinating topic as it illustrates moral complexity, freedom of choice, and its impact on civilization and man's relationship with transcendent values. This article aims to analysis the concept of Manichaean dualism and measure it against the concept of the fall of man, according to John Calvin. This research uses a literature study method. The analysis results show that Manichaean dualism is eclectic and syncretic in different contexts by combining elements from various religious traditions. In contrast, Calvin's thought is very focused on reinterpreting the Christian tradition and emphasizing the authority of the Bible. For Calvin, the concept of dualism is very erroneous and unbiblical; the fall of man and evil should be understood through the doctrine of Adam and Eve's original sin, which resulted in the fall of man into sin because of their disobedience to God.Abstrak. Konsep kejahatan dan kejatuhan manusia tetap menjadi topik yang menarik karena menggambarkan kompleksitas moral, kebebasan pilihan, dan dampaknya terhadap peradaban serta hubungan manusia dengan nilai-nilai transenden. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dualisme Manichaean dan mengukurnya dengan konsep kejatuhan manusia menurut John Calvin. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa dualisme Manichaean bersifat eklektik dan sinkretik dalam konteks yang berbeda dengan menggabungkan elemen-elemen dari berbagai tradisi agama. Sebaliknya, pemikiran Calvin sangat fokus pada penafsiran atas tradisi Kristen dan menekankan otoritas Alkitab. Bagi Calvin, konsep dualisme sangat keliru dan tidak alkitabiah. Kejatuhan manusia dan kejahatan harus dipahami melalui doktrin dosa asal Adam dan Hawa, yang mengakibatkan kejatuhan manusia ke dalam dosa karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Published
2024-12-29
DOI
https://doi.org/10.30648/dun.v9i2.1451
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Kejahatan dan Kejatuhan Manusia Menurut John Calvin: Sebuah Tanggapan Terhadap Ajaran Dualisme Manichaean

Yohanes Setiawan
Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Contemporary Christian Leadership and Education
article

Kejahatan dan Kejatuhan Manusia Menurut John Calvin: Sebuah Tanggapan Terhadap Ajaran Dualisme Manichaean

Yohanes Setiawan
article en

Abstract

Abstract. The concept of evil and the fall of man remains a fascinating topic as it illustrates moral complexity, freedom of choice, and its impact on civilization and man's relationship with transcendent values. This article aims to analysis the concept of Manichaean dualism and measure it against the concept of the fall of man, according to John Calvin. This research uses a literature study method. The analysis results show that Manichaean dualism is eclectic and syncretic in different contexts by combining elements from various religious traditions. In contrast, Calvin's thought is very focused on reinterpreting the Christian tradition and emphasizing the authority of the Bible. For Calvin, the concept of dualism is very erroneous and unbiblical; the fall of man and evil should be understood through the doctrine of Adam and Eve's original sin, which resulted in the fall of man into sin because of their disobedience to God.Abstrak. Konsep kejahatan dan kejatuhan manusia tetap menjadi topik yang menarik karena menggambarkan kompleksitas moral, kebebasan pilihan, dan dampaknya terhadap peradaban serta hubungan manusia dengan nilai-nilai transenden. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dualisme Manichaean dan mengukurnya dengan konsep kejatuhan manusia menurut John Calvin. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa dualisme Manichaean bersifat eklektik dan sinkretik dalam konteks yang berbeda dengan menggabungkan elemen-elemen dari berbagai tradisi agama. Sebaliknya, pemikiran Calvin sangat fokus pada penafsiran atas tradisi Kristen dan menekankan otoritas Alkitab. Bagi Calvin, konsep dualisme sangat keliru dan tidak alkitabiah. Kejatuhan manusia dan kejahatan harus dipahami melalui doktrin dosa asal Adam dan Hawa, yang mengakibatkan kejatuhan manusia ke dalam dosa karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan.

Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiVol. 9(2)
Aletheia University (TW)
Peace, Justice and strong institutions
Openalex Percentile: Top 61%
Contemporary Christian Leadership and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Kejahatan dan Kejatuhan Manusia Menurut John Calvin: Sebuah Tanggapan Terhadap Ajaran Dualisme Manichaean — Yohanes Setiawan · Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani (2024) | TGRS Research Map | TGRS