PRAANGGAPAN DALAM MEME BERBAHASA BANJAR DI MEDIA SOSIAL (PRESUPPOSITIONS IN BANJARESE MEMES ON SOCIAL MEDIA)

Abstract Presuppositions in Banjarese memes on social media. This study aims to describe the types of presuppositions in Banjar language memes on social media, including existential, lexical, active, non-active, structural, and counterfactual presuppositions. In addition, this study also examines the relationship between memes and the social and cultural aspects reflected in them. The research method used is descriptive qualitative with documentation techniques and pragmatic analysis. Of the 47 memes analyzed, 6 existential presuppositions were found (4 existential existence and 2 existential ownership), 11 lexical presuppositions, 7 active presuppositions, 5 non-active presuppositions, 14 structural presuppositions, and 4 counterfactual presuppositions. Structural presuppositions are the most dominant, while non-active presuppositions are the least found. The results of the study show that memes often reflect people's habits, are used to satirize someone or discuss hot issues.Keywords: presupposition, meme, Banjarese, social media, pragmatic. AbstrakPraanggapan dalam meme berbahasa Banjar di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis praanggapan dalam meme berbahasa Banjar di media sosial, meliputi praanggapan eksistensial, leksikal, aktif, non-aktif, struktural, dan kontrafaktual. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji hubungan antara meme dengan aspek sosial dan budaya yang tercermin di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis pragmatik. Dari 47 meme yang dianalisis, ditemukan 6 praanggapan eksistensial (4 eksistensial eksistensi dan 2 eksistensial kepemilikan), 11 praanggapan leksikal, 7 praanggapan aktif, 5 praanggapan non-aktif, 14 praanggapan struktural, dan 4 praanggapan kontrafaktual. Praanggapan struktural merupakan yang paling dominan, sedangkan praanggapan non-aktif paling sedikit ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme sering mencerminkan kebiasaan masyarakat, digunakan untuk menyindir seseorang atau membahas isu yang sedang hangat.Kata-kata kunci: praanggapan, meme, bahasa Banjar, media sosial, pragmatis

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JURNAL BAHASA SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
Published
2024-11-28
DOI
https://doi.org/10.20527/jbsp.v14i2.12817
Primary Topic
Linguistics and Language Analysis
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PRAANGGAPAN DALAM MEME BERBAHASA BANJAR DI MEDIA SOSIAL (PRESUPPOSITIONS IN BANJARESE MEMES ON SOCIAL MEDIA)

Mariani Ulpah
JURNAL BAHASA SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
Linguistics and Language Analysis
article

PRAANGGAPAN DALAM MEME BERBAHASA BANJAR DI MEDIA SOSIAL (PRESUPPOSITIONS IN BANJARESE MEMES ON SOCIAL MEDIA)

Mariani Ulpah
article en

Abstract

Abstract Presuppositions in Banjarese memes on social media. This study aims to describe the types of presuppositions in Banjar language memes on social media, including existential, lexical, active, non-active, structural, and counterfactual presuppositions. In addition, this study also examines the relationship between memes and the social and cultural aspects reflected in them. The research method used is descriptive qualitative with documentation techniques and pragmatic analysis. Of the 47 memes analyzed, 6 existential presuppositions were found (4 existential existence and 2 existential ownership), 11 lexical presuppositions, 7 active presuppositions, 5 non-active presuppositions, 14 structural presuppositions, and 4 counterfactual presuppositions. Structural presuppositions are the most dominant, while non-active presuppositions are the least found. The results of the study show that memes often reflect people's habits, are used to satirize someone or discuss hot issues.Keywords: presupposition, meme, Banjarese, social media, pragmatic. AbstrakPraanggapan dalam meme berbahasa Banjar di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis praanggapan dalam meme berbahasa Banjar di media sosial, meliputi praanggapan eksistensial, leksikal, aktif, non-aktif, struktural, dan kontrafaktual. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji hubungan antara meme dengan aspek sosial dan budaya yang tercermin di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis pragmatik. Dari 47 meme yang dianalisis, ditemukan 6 praanggapan eksistensial (4 eksistensial eksistensi dan 2 eksistensial kepemilikan), 11 praanggapan leksikal, 7 praanggapan aktif, 5 praanggapan non-aktif, 14 praanggapan struktural, dan 4 praanggapan kontrafaktual. Praanggapan struktural merupakan yang paling dominan, sedangkan praanggapan non-aktif paling sedikit ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme sering mencerminkan kebiasaan masyarakat, digunakan untuk menyindir seseorang atau membahas isu yang sedang hangat.Kata-kata kunci: praanggapan, meme, bahasa Banjar, media sosial, pragmatis

JURNAL BAHASA SASTRA DAN PEMBELAJARANNYAVol. 14(2)
Singapore Maritime Institute (SG)
Openalex Percentile: Top 58%
Linguistics and Language Analysis
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.