Analisis Perkembangan Ekonomi Syariah Di Asia Tenggara Pasca Berdirinya BRICS

ABSTRACT This article analyzes the development of Islamic economics in Southeast Asia following the establishment of BRICS, a group of emerging economies consisting of Brazil, Russia, India, China, and South Africa. Since its formation, BRICS has significantly impacted the global economy, including the Islamic finance sector. Southeast Asian countries, such as Indonesia and Malaysia, have leveraged this opportunity to strengthen the development of Islamic economic sectors, especially in Islamic banking, Islamic capital markets, and the halal industry. Despite challenges related to education, regulation, and financial inclusion, Southeast Asian countries have great potential to lead the global Islamic economy sector. This article also discusses the opportunities for cooperation with BRICS nations and how the Islamic economic sector can grow through stronger international relations. The study concludes that with the right policies and international collaboration, Islamic economics in Southeast Asia can continue to grow and contribute positively to a globally inclusive and sustainable economy. ABSTRAK Artikel ini menganalisis perkembangan ekonomi syariah di Asia Tenggara pasca berdirinya BRICS, sebuah kelompok negara berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Sejak pembentukannya, BRICS telah memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi global, termasuk sektor keuangan syariah. Negara-negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Malaysia, telah memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat pengembangan sektor ekonomi syariah, terutama dalam bidang perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri halal. Meskipun ada tantangan terkait edukasi, regulasi, dan inklusi keuangan, negara-negara Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk memimpin sektor ekonomi syariah global. Artikel ini juga membahas peluang kerja sama dengan negara-negara BRICS dan bagaimana sektor ekonomi syariah dapat berkembang melalui hubungan internasional yang lebih kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan kebijakan yang tepat dan kolaborasi internasional, ekonomi syariah di Asia Tenggara dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian global yang inklusif dan berkelanjutan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Journal of Economics and Business
Published
2024-12-20
DOI
https://doi.org/10.61994/econis.v2i2.500
Primary Topic
Economic Growth and Fiscal Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Perkembangan Ekonomi Syariah Di Asia Tenggara Pasca Berdirinya BRICS

Amrina Rosyada, Kayla Revina Nurmaulidia, Sarita Putri Listari, Yoanda Vani Aulia et al.
Journal of Economics and Business
Economic Growth and Fiscal Policies
article

Analisis Perkembangan Ekonomi Syariah Di Asia Tenggara Pasca Berdirinya BRICS

Amrina Rosyada, Kayla Revina Nurmaulidia, Sarita Putri Listari, Yoanda Vani Aulia, Mila Febriani
article en

Abstract

ABSTRACT This article analyzes the development of Islamic economics in Southeast Asia following the establishment of BRICS, a group of emerging economies consisting of Brazil, Russia, India, China, and South Africa. Since its formation, BRICS has significantly impacted the global economy, including the Islamic finance sector. Southeast Asian countries, such as Indonesia and Malaysia, have leveraged this opportunity to strengthen the development of Islamic economic sectors, especially in Islamic banking, Islamic capital markets, and the halal industry. Despite challenges related to education, regulation, and financial inclusion, Southeast Asian countries have great potential to lead the global Islamic economy sector. This article also discusses the opportunities for cooperation with BRICS nations and how the Islamic economic sector can grow through stronger international relations. The study concludes that with the right policies and international collaboration, Islamic economics in Southeast Asia can continue to grow and contribute positively to a globally inclusive and sustainable economy. ABSTRAK Artikel ini menganalisis perkembangan ekonomi syariah di Asia Tenggara pasca berdirinya BRICS, sebuah kelompok negara berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Sejak pembentukannya, BRICS telah memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi global, termasuk sektor keuangan syariah. Negara-negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Malaysia, telah memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat pengembangan sektor ekonomi syariah, terutama dalam bidang perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri halal. Meskipun ada tantangan terkait edukasi, regulasi, dan inklusi keuangan, negara-negara Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk memimpin sektor ekonomi syariah global. Artikel ini juga membahas peluang kerja sama dengan negara-negara BRICS dan bagaimana sektor ekonomi syariah dapat berkembang melalui hubungan internasional yang lebih kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan kebijakan yang tepat dan kolaborasi internasional, ekonomi syariah di Asia Tenggara dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian global yang inklusif dan berkelanjutan.

Journal of Economics and BusinessVol. 2(2)
Sriwijaya University (ID), Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (ID), Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (ID)
Reduced inequalities
Openalex Percentile: Top 71%
Economic Growth and Fiscal Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.