HUBUNGAN DURASI TIKTOK DAN RENTANG PERHATIAN PADA PENGGUNA AKTIF DI USIA DEWASA MUDA

This study aims to analyze the relationship between the duration of TikTok use and attention span in active users in young adults. The rapid development of short video-based social media platforms such as TikTok has raised concerns about its impact on cognitive aspects, especially the ability to maintain attention. This study uses a quantitative approach with a survey technique and involves 155 participants who meet the criteria of 17-25 years of age and are active TikTok users. The instruments used are the Social Media Use Questionnaire (SMUQ) to measure the intensity of social media use and the Attentional Control Scale (ATTC) to measure attention span. The results of the data analysis showed a significant negative correlation between the duration of TikTok use and attention span (r = -0.404, p <0.05), which indicates that the longer the duration of TikTok use, the lower the user's attention span. And vice versa, the higher the use of TikTok, the higher the user's attention span. These findings support the view that consumption of short-duration video content can affect an individual's cognitive ability to maintain attention. This study is expected to raise awareness of the impact of excessive social media use and the importance of having moderation in using social media to maintain cognitive balance. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi penggunaan TikTok dan rentang perhatian pada pengguna aktif di usia dewasa muda. Pesatnya perkembangan platform media sosial berbasis video pendek seperti TikTok telah menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap aspek kognitif, khususnya kemampuan mempertahankan perhatian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dan melibatkan 155 partisipan yang memenuhi kriteria usia 17-25 tahun dan merupakan pengguna aktif TikTok. Instrumen yang digunakan adalah Social Media Use Questionnaire (SMUQ) untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial dan Attentional Control Scale (ATTC) untuk mengukur rentang perhatian. Hasil analisis data menunjukkan terdapat korelasi negatif yang signifikan antara durasi penggunaan TikTok dan rentang perhatian (r=-0,404, p<0,05), yang mengindikasikan bahwa semakin lama durasi penggunaan TikTok, semakin rendah rentang perhatian pengguna. Dan sebaliknya semakin tinggi sedikit penggunaan TikTok, semakin tinggi rentang perhatian pengguna. Temuan ini mendukung pandangan bahwa konsumsi konten video berdurasi pendek dapat mempengaruhi kemampuan kognitif individu dalam mempertahankan perhatian. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan dampak penggunaan media sosial yang berlebihan dan pentingnya memiliki moderasi dalam menggunakan sosial media untuk menjaga keseimbangan kognitif.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Published
2024-12-18
DOI
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v4i4.3804
Citations
1
Primary Topic
Educational Methods and Impacts
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
2.10
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

HUBUNGAN DURASI TIKTOK DAN RENTANG PERHATIAN PADA PENGGUNA AKTIF DI USIA DEWASA MUDA

Daniel Christian, Yohanes Budiarto
1 citations
PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Educational Methods and Impacts
2.10
article

HUBUNGAN DURASI TIKTOK DAN RENTANG PERHATIAN PADA PENGGUNA AKTIF DI USIA DEWASA MUDA

Daniel Christian, Yohanes Budiarto
article en
1 citations

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the duration of TikTok use and attention span in active users in young adults. The rapid development of short video-based social media platforms such as TikTok has raised concerns about its impact on cognitive aspects, especially the ability to maintain attention. This study uses a quantitative approach with a survey technique and involves 155 participants who meet the criteria of 17-25 years of age and are active TikTok users. The instruments used are the Social Media Use Questionnaire (SMUQ) to measure the intensity of social media use and the Attentional Control Scale (ATTC) to measure attention span. The results of the data analysis showed a significant negative correlation between the duration of TikTok use and attention span (r = -0.404, p <0.05), which indicates that the longer the duration of TikTok use, the lower the user's attention span. And vice versa, the higher the use of TikTok, the higher the user's attention span. These findings support the view that consumption of short-duration video content can affect an individual's cognitive ability to maintain attention. This study is expected to raise awareness of the impact of excessive social media use and the importance of having moderation in using social media to maintain cognitive balance. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi penggunaan TikTok dan rentang perhatian pada pengguna aktif di usia dewasa muda. Pesatnya perkembangan platform media sosial berbasis video pendek seperti TikTok telah menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap aspek kognitif, khususnya kemampuan mempertahankan perhatian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dan melibatkan 155 partisipan yang memenuhi kriteria usia 17-25 tahun dan merupakan pengguna aktif TikTok. Instrumen yang digunakan adalah Social Media Use Questionnaire (SMUQ) untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial dan Attentional Control Scale (ATTC) untuk mengukur rentang perhatian. Hasil analisis data menunjukkan terdapat korelasi negatif yang signifikan antara durasi penggunaan TikTok dan rentang perhatian (r=-0,404, p<0,05), yang mengindikasikan bahwa semakin lama durasi penggunaan TikTok, semakin rendah rentang perhatian pengguna. Dan sebaliknya semakin tinggi sedikit penggunaan TikTok, semakin tinggi rentang perhatian pengguna. Temuan ini mendukung pandangan bahwa konsumsi konten video berdurasi pendek dapat mempengaruhi kemampuan kognitif individu dalam mempertahankan perhatian. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan dampak penggunaan media sosial yang berlebihan dan pentingnya memiliki moderasi dalam menggunakan sosial media untuk menjaga keseimbangan kognitif.

PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan PsikologiVol. 4(4)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 10%
Educational Methods and Impacts
2.10
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.