Pembangunan Sistem Informasi Pendaftaran Online Nomor Induk Kebudayaan untuk Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul

Bantul Regency is rich in cultural artifacts originating from the community and historical heritage. The Bantul Regency Cultural Office issues a Cultural Identity Number (CIN) as a certificate to inventory, provide legality, and enhance cultural resilience through the protection, development, utilization, and development of culture for cultural bodies/institutions. The conventional CIN registration process has posed challenges for the community regarding time and cost. This problem can be solved by developing an information system to simplify and accelerate the online CIN registration process. The Waterfall model was used, which includes analysis, design, development, testing using the System Usability Scale (SUS), and system launch and maintenance. The research results show that the system successfully meets users' needs in digital CIN registration. The SUS score of 68.4 indicates that the system is generally acceptable to users, although some aspects still need improvement. Kabupaten Bantul kaya akan objek kebudayaan yang berasal dari masyarakat maupun peninggalan sejarah. Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul mengeluarkan Nomor Induk Kebudayaan (NIK) dalam bentuk sertifikat dengan tujuan melakukan inventarisasi, memberikan legalitas, dan meningkatkan ketahanan budaya melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan budaya kepada badan/lembaga/budaya. Proses pendaftaran NIK secara konvensional telah memberikan masalah tersendiri bagi masyarakat dari segi faktor waktu dan biaya. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan pembangunan suatu sistem informasi yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses pendaftaran Nomor Induk Kebudayaan secara online. Metode yang digunakan adalah model Waterfall, yang meliputi tahapan analisis, perancangan, pengembangan, pengujian dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS), serta peluncuran dan pemeliharaan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil memenuhi kebutuhan pengguna dalam pendaftaran NIK secara digital. Hasil skor SUS sebesar 68.4 mengindikasikan bahwa sistem secara umum dapat diterima oleh pengguna, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Informatika Atma Jogja
Published
2024-11-01
DOI
https://doi.org/10.24002/jiaj.v5i2.9959
Primary Topic
Blockchain Technology in Education and Learning
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pembangunan Sistem Informasi Pendaftaran Online Nomor Induk Kebudayaan untuk Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul

S.Pd. Zeny Ernaningsih, Yosef Lintang Dananjaya, ST. Eduard Rusdianto
Jurnal Informatika Atma Jogja
Blockchain Technology in Education and Learning
article

Pembangunan Sistem Informasi Pendaftaran Online Nomor Induk Kebudayaan untuk Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul

S.Pd. Zeny Ernaningsih, Yosef Lintang Dananjaya, ST. Eduard Rusdianto
article en

Abstract

Bantul Regency is rich in cultural artifacts originating from the community and historical heritage. The Bantul Regency Cultural Office issues a Cultural Identity Number (CIN) as a certificate to inventory, provide legality, and enhance cultural resilience through the protection, development, utilization, and development of culture for cultural bodies/institutions. The conventional CIN registration process has posed challenges for the community regarding time and cost. This problem can be solved by developing an information system to simplify and accelerate the online CIN registration process. The Waterfall model was used, which includes analysis, design, development, testing using the System Usability Scale (SUS), and system launch and maintenance. The research results show that the system successfully meets users' needs in digital CIN registration. The SUS score of 68.4 indicates that the system is generally acceptable to users, although some aspects still need improvement. Kabupaten Bantul kaya akan objek kebudayaan yang berasal dari masyarakat maupun peninggalan sejarah. Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul mengeluarkan Nomor Induk Kebudayaan (NIK) dalam bentuk sertifikat dengan tujuan melakukan inventarisasi, memberikan legalitas, dan meningkatkan ketahanan budaya melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan budaya kepada badan/lembaga/budaya. Proses pendaftaran NIK secara konvensional telah memberikan masalah tersendiri bagi masyarakat dari segi faktor waktu dan biaya. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan pembangunan suatu sistem informasi yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses pendaftaran Nomor Induk Kebudayaan secara online. Metode yang digunakan adalah model Waterfall, yang meliputi tahapan analisis, perancangan, pengembangan, pengujian dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS), serta peluncuran dan pemeliharaan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil memenuhi kebutuhan pengguna dalam pendaftaran NIK secara digital. Hasil skor SUS sebesar 68.4 mengindikasikan bahwa sistem secara umum dapat diterima oleh pengguna, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan.

Jurnal Informatika Atma JogjaVol. 5(2)
Atma Jaya University Yogyakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 64%
Blockchain Technology in Education and Learning
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.