Pengetahuan Gizi Ibu Sebagai Determinan Utama Kejadian Stunting pada Anak Berusia 12-59 Bulan

<p align="center"><em>Stunting occurs due to lack of nutritious food intake that does not meet nutritional needs over a long period of time and repeated infections. Stunting causes obstacles to children's intelligence, reduces productivity and suffers from diseases in adulthood. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of stunting in children aged 12-59 months in the Sikumana Health Center Work Area, Kupang City. This type of research was observational analytic with a cross-sectional design, involving 367 toddlers aged 12-59 months in the Sikumana Health Center work area in 2023. The factors studied were history of exclusive breastfeeding, history of complementary feeding of breast milk, history of basic immunization, maternal nutritional knowledge, maternal education, family income and number of family members. Measurement of factors was carried out by filling out questionnaires and interviews. The incidence of stunting was known by measuring body length using a length board, and height using a microtoise. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the study showed that the p-value for each factor was: history of exclusive breastfeeding = 0.002, history of complementary feeding of breast milk = 0.002, history of basic immunization = 0.098, maternal nutritional knowledge = 0.001, maternal education = 0.009, family income = 0.211, and number of family members = 0.023. Based on the results of the analysis, it was concluded that the determinants of the incidence of stunting in children aged 12-59 months in the Sikumana Health Center Work Area were a history of exclusive breastfeeding, a history of complementary feeding, maternal nutritional knowledge, maternal education, and number of family members; with the strongest determinant being maternal nutritional knowledge.</em></p><p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: stunting; children; determinants; nutritional knowledge</em></p><p><strong> </strong></p><p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p><strong> </strong></p><p>Stunting terjadi karena kurangnya asupan makanan bergizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dalam kurun waktu yang lama dan adanya infeksi berulang. Stunting menimbulkan hambatan kecerdasan anak, menurunkan produktivitas dan menderita penyakit pada saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan <em>cross-sectional</em>, yang melibatkan 367 balita berusia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sikumana pada tahun 2023<em>. </em>Faktor-faktor yang diteliti yaitu riwayat pemberian air susu ibu eksklusif, riwayat pemberian makanan pendamping air susu ibu, riwayat imunisasi dasar, pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan jumlah anggota keluarga. Pengukuran faktor-faktor dilakukan melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Kejadian stunting diketahui dengan pengukuran panjang badan menggunakan <em>length board</em>, dan tinggi badan menggunakan <em>microtoise.</em> Data dianalisis menggunakan uji <em>Chi-square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah: riwayat air susu ibu eksklusif = 0,002, riwayat makanan pendamping air susu ibu = 0,002, riwayat imunisasi dasar = 0,098, pengetahuan gizi ibu = 0,001, pendidikan ibu = 0,009, pendapatan keluarga = 0,211, dan jumlah anggota keluarga = 0,023. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa determinan dari kejadian stunting anak usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana adalah riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat pemberian MP-ASI, pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, dan jumlah anggota keluarga; dengan determinan terkuat adalah pengetahuan gizi ibu.</p><p><strong>Kata kunci</strong>: stunting; anak; determinan; pengetahuan gizi</p>

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES (Journal of Health Research Forikes Voice)
Published
2024-08-10
DOI
https://doi.org/10.33846/sf15320
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengetahuan Gizi Ibu Sebagai Determinan Utama Kejadian Stunting pada Anak Berusia 12-59 Bulan

Matje Meriaty Huru, Mariana Ngundju Awang, Namsyah Baso
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES (Journal of Health Research Forikes Voice)
Public Health and Nutrition
article

Pengetahuan Gizi Ibu Sebagai Determinan Utama Kejadian Stunting pada Anak Berusia 12-59 Bulan

Matje Meriaty Huru, Mariana Ngundju Awang, Namsyah Baso
article en

Abstract

<p align="center"><em>Stunting occurs due to lack of nutritious food intake that does not meet nutritional needs over a long period of time and repeated infections. Stunting causes obstacles to children's intelligence, reduces productivity and suffers from diseases in adulthood. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of stunting in children aged 12-59 months in the Sikumana Health Center Work Area, Kupang City. This type of research was observational analytic with a cross-sectional design, involving 367 toddlers aged 12-59 months in the Sikumana Health Center work area in 2023. The factors studied were history of exclusive breastfeeding, history of complementary feeding of breast milk, history of basic immunization, maternal nutritional knowledge, maternal education, family income and number of family members. Measurement of factors was carried out by filling out questionnaires and interviews. The incidence of stunting was known by measuring body length using a length board, and height using a microtoise. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the study showed that the p-value for each factor was: history of exclusive breastfeeding = 0.002, history of complementary feeding of breast milk = 0.002, history of basic immunization = 0.098, maternal nutritional knowledge = 0.001, maternal education = 0.009, family income = 0.211, and number of family members = 0.023. Based on the results of the analysis, it was concluded that the determinants of the incidence of stunting in children aged 12-59 months in the Sikumana Health Center Work Area were a history of exclusive breastfeeding, a history of complementary feeding, maternal nutritional knowledge, maternal education, and number of family members; with the strongest determinant being maternal nutritional knowledge.</em></p><p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: stunting; children; determinants; nutritional knowledge</em></p><p><strong> </strong></p><p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p><strong> </strong></p><p>Stunting terjadi karena kurangnya asupan makanan bergizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dalam kurun waktu yang lama dan adanya infeksi berulang. Stunting menimbulkan hambatan kecerdasan anak, menurunkan produktivitas dan menderita penyakit pada saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan <em>cross-sectional</em>, yang melibatkan 367 balita berusia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sikumana pada tahun 2023<em>. </em>Faktor-faktor yang diteliti yaitu riwayat pemberian air susu ibu eksklusif, riwayat pemberian makanan pendamping air susu ibu, riwayat imunisasi dasar, pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan jumlah anggota keluarga. Pengukuran faktor-faktor dilakukan melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Kejadian stunting diketahui dengan pengukuran panjang badan menggunakan <em>length board</em>, dan tinggi badan menggunakan <em>microtoise.</em> Data dianalisis menggunakan uji <em>Chi-square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah: riwayat air susu ibu eksklusif = 0,002, riwayat makanan pendamping air susu ibu = 0,002, riwayat imunisasi dasar = 0,098, pengetahuan gizi ibu = 0,001, pendidikan ibu = 0,009, pendapatan keluarga = 0,211, dan jumlah anggota keluarga = 0,023. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa determinan dari kejadian stunting anak usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana adalah riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat pemberian MP-ASI, pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, dan jumlah anggota keluarga; dengan determinan terkuat adalah pengetahuan gizi ibu.</p><p><strong>Kata kunci</strong>: stunting; anak; determinan; pengetahuan gizi</p>

Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES (Journal of Health Research Forikes Voice)Vol. 15(3)
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (ID)
Openalex Percentile: Top 64%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.