Peran Istri sebagai Pencari Nafkah sebagai Pertimbangan Hakim dalam Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian

A role is a task performed according to one's status and position within social order. In a family, the husband acts as the father and leader, while the woman serves as the mother, wife, and family member. As times have progressed, many women work to meet their family's needs. Consequently, women often become the primary breadwinners when the husband's income is insufficient. This phenomenon leads to various issues, including divorce and the division of joint property. This division often favors the wife, despite violating existing regulations.The purpose of this research is to understand the judges' considerations in the division of joint property after divorce. This study uses qualitative research methods with a type of library research. The approach used is a normative juridical approach, while the data sources in this study are derived from books, journals, legislation, compilations of Islamic law, and jurisprudence from religious courts related to this research. Based on the analysis conducted, the researcher concludes that in several cases concerning joint property, the panel of judges awards a larger portion of the joint property to the wife. The judges' consideration for this division is based on the fact that in the joint property, the wife has played a larger role as the breadwinner of the family. Therefore, according to the judges, it is very fair for the wife to receive a larger portion than the husband.(Peran adalah pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan status dan kedudukan dalam keteraturan sosial. Dalam keluarga, suami berperan sebagai ayah dan pemimpin, sedangkan wanita berperan sebagai ibu, istri, dan anggota keluarga. Perkembangan zaman membuat banyak wanita bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Akibatnya, wanita sering menjadi pencari nafkah utama saat suami tidak berpenghasilan cukup. Fenomena ini menimbulkan berbagai masalah, termasuk perceraian dan pembagian harta bersama. Pembagian ini sering kali menguntungkan istri, meski melanggar regulasi yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pertimbangan hakim dalam pembagian harta bersama pasca perceraian. Penelitian ini menggunagan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitan pustaka (library research) adapun pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan yuridis normatif, sementara sumber data dalam penelitian ini yaitu bersumber dari buku-buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, kompilasi hukum Islam dan yurisprudensi peradilan agama yang berkaitan dengan dengan penelitian ini. Berdasarkan analisis yang dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa dalam beberapa kasus perkara mengenai harta bersama majelis hakim memberikan bagian harta bersama lebih banyak kepada pihak istri, adapun pertimbangan majelis hakim memberikan pembagian tersebut didasarkan pada pertimbangan yang mana pada harta bersama ini, pihak istri yang lebih banyak mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga, sehingga menurut majelis hakim sanggat adil bila istri mendapatkan bagian yang lebih besar dari pihak suami.)

Authors

Publication Details

Journal
ICONIS International Conference on Islamic Studies
Published
2024-10-16
DOI
https://doi.org/10.19105/iconis.v8i1.767
Primary Topic
Marriage and Family Dynamics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peran Istri sebagai Pencari Nafkah sebagai Pertimbangan Hakim dalam Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian

Syawaludin Syawaludin, Nabil Fikri Palasenda
ICONIS International Conference on Islamic Studies
Marriage and Family Dynamics
article

Peran Istri sebagai Pencari Nafkah sebagai Pertimbangan Hakim dalam Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian

Syawaludin Syawaludin, Nabil Fikri Palasenda
article en

Abstract

A role is a task performed according to one's status and position within social order. In a family, the husband acts as the father and leader, while the woman serves as the mother, wife, and family member. As times have progressed, many women work to meet their family's needs. Consequently, women often become the primary breadwinners when the husband's income is insufficient. This phenomenon leads to various issues, including divorce and the division of joint property. This division often favors the wife, despite violating existing regulations.The purpose of this research is to understand the judges' considerations in the division of joint property after divorce. This study uses qualitative research methods with a type of library research. The approach used is a normative juridical approach, while the data sources in this study are derived from books, journals, legislation, compilations of Islamic law, and jurisprudence from religious courts related to this research. Based on the analysis conducted, the researcher concludes that in several cases concerning joint property, the panel of judges awards a larger portion of the joint property to the wife. The judges' consideration for this division is based on the fact that in the joint property, the wife has played a larger role as the breadwinner of the family. Therefore, according to the judges, it is very fair for the wife to receive a larger portion than the husband.(Peran adalah pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan status dan kedudukan dalam keteraturan sosial. Dalam keluarga, suami berperan sebagai ayah dan pemimpin, sedangkan wanita berperan sebagai ibu, istri, dan anggota keluarga. Perkembangan zaman membuat banyak wanita bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Akibatnya, wanita sering menjadi pencari nafkah utama saat suami tidak berpenghasilan cukup. Fenomena ini menimbulkan berbagai masalah, termasuk perceraian dan pembagian harta bersama. Pembagian ini sering kali menguntungkan istri, meski melanggar regulasi yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pertimbangan hakim dalam pembagian harta bersama pasca perceraian. Penelitian ini menggunagan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitan pustaka (library research) adapun pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan yuridis normatif, sementara sumber data dalam penelitian ini yaitu bersumber dari buku-buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, kompilasi hukum Islam dan yurisprudensi peradilan agama yang berkaitan dengan dengan penelitian ini. Berdasarkan analisis yang dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa dalam beberapa kasus perkara mengenai harta bersama majelis hakim memberikan bagian harta bersama lebih banyak kepada pihak istri, adapun pertimbangan majelis hakim memberikan pembagian tersebut didasarkan pada pertimbangan yang mana pada harta bersama ini, pihak istri yang lebih banyak mengambil peran sebagai tulang punggung keluarga, sehingga menurut majelis hakim sanggat adil bila istri mendapatkan bagian yang lebih besar dari pihak suami.)

ICONIS International Conference on Islamic StudiesVol. 8(1)
Openalex Percentile: Top 63%
Marriage and Family Dynamics
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.