PENGGUNAAN BAHASA GAUL MAHASISWA PGMI IAIN MADURA PADA PERKULIAHAN PRAKTIK MENGAJAR I TAHUN 2024 (Mengurai Eksistensi Bahasa Indonesia dan Bahasa Madura Generasi Z)

National language (Indonesian) and Madurese as a regional language are cultural heritages that must be preserved to unify people of various ethnicities and races. However, in this era of globalization, Generation Z faces the challenge of widespread use of slang language. PGMI students from the Faculty of Tarbiyah at IAIN Madura, as part of Generation Z, are the focus of this study. The research questions posed are: What are the varieties and contexts of the use of slang language displayed by PGMI students during their teaching practice sessions? What are the impacts of using slang language by students? How can the existence of Indonesian and Madurese languages be maintained amidst the widespread use of slang language? This study adopts a descriptive qualitative approach to explore the phenomenon of slang language use by PGMI students during their teaching practice sessions at IAIN Madura. The research findings indicate that PGMI students in the 2024 teaching practice sessions actively use slang language in various contexts, except during teaching practice activities. They maintain the existence of Indonesian and Madurese languages despite the prevalent use of slang language around them. This reflects their commitment to distinguish between formal and informal situations and to maintain professionalism as future educators. Therefore, PGMI students at IAIN Madura set a positive example in preserving language diversity and enriching linguistic values in their academic environment. (Bahasa nasional (Indonesia) dan Bahasa Madura sebagai bahasa daerah merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai suku dan ras. Namun, dalam era globalisasi ini, generasi Z dihadapkan pada tantangan maraknya penggunaan bahasa gaul. Mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, sebagai bagian dari generasi Z, menjadi sorotan dalam penelitian ini. Rumusan masalah yang diketengahkan, Apa saja ragam dan konteks penggunaan bahasa gaul yang ditampilkan oleh mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura saat perkuliahan praktik mengajar I ? Apa dampak yang ditimbulkan dari penggunaan bahasa gaul oleh mahasiswa? Bagaimana eksistensi Bahasa Indonesia dan Bahasa Madura dapat dipertahankan di tengah maraknya penggunaan bahasa gaul? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali fenomena penggunaan bahasa gaul oleh mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura saat perkuliahan praktik mengajar I. Hasil penelitian bahwa; Mahasiswa PGMI IAIN Madura pada perkuliahan praktik mengajar I tahun 2024 menunjukkan bahwa mereka aktif menggunakan bahasa gaul dalam berbagai konteks, kecuali saat berada dalam kegiatan praktik mengajar. Mereka tetap mempertahankan eksistensi Bahasa Indonesia dan Bahasa Madura meskipun di sekitar mereka maraknya penggunaan bahasa gaul. Hal ini mencerminkan komitmen mereka dalam membedakan situasi formal dan informal, serta menjaga profesionalisme sebagai calon pendidik. Dengan demikian, mahasiswa PGMI IAIN Madura memberikan contoh positif dalam menjaga keberagaman bahasa dan memperkaya nilai-nilai kebahasaan dalam lingkungan akademik mereka.)

Authors

Publication Details

Journal
ICONIS International Conference on Islamic Studies
Published
2024-10-16
DOI
https://doi.org/10.19105/iconis.v8i1.822
Primary Topic
Linguistics and Language Analysis
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENGGUNAAN BAHASA GAUL MAHASISWA PGMI IAIN MADURA PADA PERKULIAHAN PRAKTIK MENGAJAR I TAHUN 2024 (Mengurai Eksistensi Bahasa Indonesia dan Bahasa Madura Generasi Z)

Tri Sutrisno
ICONIS International Conference on Islamic Studies
Linguistics and Language Analysis
article

PENGGUNAAN BAHASA GAUL MAHASISWA PGMI IAIN MADURA PADA PERKULIAHAN PRAKTIK MENGAJAR I TAHUN 2024 (Mengurai Eksistensi Bahasa Indonesia dan Bahasa Madura Generasi Z)

Tri Sutrisno
article en

Abstract

National language (Indonesian) and Madurese as a regional language are cultural heritages that must be preserved to unify people of various ethnicities and races. However, in this era of globalization, Generation Z faces the challenge of widespread use of slang language. PGMI students from the Faculty of Tarbiyah at IAIN Madura, as part of Generation Z, are the focus of this study. The research questions posed are: What are the varieties and contexts of the use of slang language displayed by PGMI students during their teaching practice sessions? What are the impacts of using slang language by students? How can the existence of Indonesian and Madurese languages be maintained amidst the widespread use of slang language? This study adopts a descriptive qualitative approach to explore the phenomenon of slang language use by PGMI students during their teaching practice sessions at IAIN Madura. The research findings indicate that PGMI students in the 2024 teaching practice sessions actively use slang language in various contexts, except during teaching practice activities. They maintain the existence of Indonesian and Madurese languages despite the prevalent use of slang language around them. This reflects their commitment to distinguish between formal and informal situations and to maintain professionalism as future educators. Therefore, PGMI students at IAIN Madura set a positive example in preserving language diversity and enriching linguistic values in their academic environment. (Bahasa nasional (Indonesia) dan Bahasa Madura sebagai bahasa daerah merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai suku dan ras. Namun, dalam era globalisasi ini, generasi Z dihadapkan pada tantangan maraknya penggunaan bahasa gaul. Mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, sebagai bagian dari generasi Z, menjadi sorotan dalam penelitian ini. Rumusan masalah yang diketengahkan, Apa saja ragam dan konteks penggunaan bahasa gaul yang ditampilkan oleh mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura saat perkuliahan praktik mengajar I ? Apa dampak yang ditimbulkan dari penggunaan bahasa gaul oleh mahasiswa? Bagaimana eksistensi Bahasa Indonesia dan Bahasa Madura dapat dipertahankan di tengah maraknya penggunaan bahasa gaul? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali fenomena penggunaan bahasa gaul oleh mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Madura saat perkuliahan praktik mengajar I. Hasil penelitian bahwa; Mahasiswa PGMI IAIN Madura pada perkuliahan praktik mengajar I tahun 2024 menunjukkan bahwa mereka aktif menggunakan bahasa gaul dalam berbagai konteks, kecuali saat berada dalam kegiatan praktik mengajar. Mereka tetap mempertahankan eksistensi Bahasa Indonesia dan Bahasa Madura meskipun di sekitar mereka maraknya penggunaan bahasa gaul. Hal ini mencerminkan komitmen mereka dalam membedakan situasi formal dan informal, serta menjaga profesionalisme sebagai calon pendidik. Dengan demikian, mahasiswa PGMI IAIN Madura memberikan contoh positif dalam menjaga keberagaman bahasa dan memperkaya nilai-nilai kebahasaan dalam lingkungan akademik mereka.)

ICONIS International Conference on Islamic StudiesVol. 8(1)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 61%
Linguistics and Language Analysis
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.