Comparison of Website Maturity in e-Government Implementation at the City Level in Indonesia

This study examines the e-government implementation in Indonesia, focusing on the comparative digital maturity of Bandung and Malang City. Employing a qualitative descriptive research methodology, this analysis primarily utilizes data from the official government websites, Bandung.go.id and Malangkota.go.id, both recognized for achieving high levels of digital maturity. The research aligns with the United Nations’ digital maturity evaluation criteria, scrutinizing key dimensions of e-government deployment. The findings reveal that both cities have established an integrated digital ecosystem that facilitates online services across various sectors. However, the arrangement of online services on the Malang City website lacks user intuitiveness, which may hinder public engagement. In terms of telecommunications infrastructure, Bandung City demonstrates superior performance, showcasing exceptional internet speeds, network coverage, and the availability of advanced technologies such as 4G+ and 5G. Both cities are committed to enhancing community internet access by providing free Wi-Fi initiatives. Furthermore, the study highlights substantial efforts by the local governments to improve human resource quality, evidenced by notable achievements in human resource management within their respective administrations. This research underscores the critical importance of digital maturity in enhancing public service delivery and promoting inclusive access to information technology in urban settings. Studi ini mengkaji implementasi e-government di Indonesia dengan fokus pada perbandingan kematangan digital Kota Bandung dan Malang. Menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif, analisis ini terutama memanfaatkan data dari situs web resmi pemerintah, Bandung.go.id dan Malangkota.go.id, yang keduanya diakui telah mencapai tingkat kematangan digital yang tinggi. Penelitian ini sejalan dengan kriteria evaluasi kematangan digital Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan memeriksa dimensi kunci dari penerapan e-government. Temuan menunjukkan bahwa kedua kota telah membangun ekosistem digital terintegrasi yang memfasilitasi layanan daring di berbagai sektor. Namun, pengaturan layanan daring di situs web Kota Malang kurang intuitif, yang dapat menghambat keterlibatan publik. Dalam hal infrastruktur telekomunikasi, Kota Bandung menunjukkan kinerja yang lebih baik, dengan kecepatan internet yang luar biasa, cakupan jaringan, dan ketersediaan teknologi canggih seperti 4G+ dan 5G. Kedua kota juga berkomitmen untuk meningkatkan akses internet masyarakat melalui inisiatif penyediaan Wi-Fi gratis. Selain itu, studi ini menyoroti upaya signifikan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang dibuktikan dengan pencapaian penting dalam manajemen sumber daya manusia di masing-masing pemerintahan. Penelitian ini menekankan pentingnya kematangan digital dalam meningkatkan pelayanan publik dan mempromosikan akses informasi teknologi yang inklusif di lingkungan perkotaan

Authors

Publication Details

Journal
Journal of Government and Civil Society
Published
2024-11-06
DOI
https://doi.org/10.31000/jgcs.v8i2.10691
Citations
1
Primary Topic
Local Governance and Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
1.96
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Comparison of Website Maturity in e-Government Implementation at the City Level in Indonesia

Tiara Khairunnisa, Eko Priyo Purnomo, Reksi Anggara
1 citations
Journal of Government and Civil Society
Local Governance and Development
1.96
article

Comparison of Website Maturity in e-Government Implementation at the City Level in Indonesia

Tiara Khairunnisa, Eko Priyo Purnomo, Reksi Anggara
article en
1 citations

Abstract

This study examines the e-government implementation in Indonesia, focusing on the comparative digital maturity of Bandung and Malang City. Employing a qualitative descriptive research methodology, this analysis primarily utilizes data from the official government websites, Bandung.go.id and Malangkota.go.id, both recognized for achieving high levels of digital maturity. The research aligns with the United Nations’ digital maturity evaluation criteria, scrutinizing key dimensions of e-government deployment. The findings reveal that both cities have established an integrated digital ecosystem that facilitates online services across various sectors. However, the arrangement of online services on the Malang City website lacks user intuitiveness, which may hinder public engagement. In terms of telecommunications infrastructure, Bandung City demonstrates superior performance, showcasing exceptional internet speeds, network coverage, and the availability of advanced technologies such as 4G+ and 5G. Both cities are committed to enhancing community internet access by providing free Wi-Fi initiatives. Furthermore, the study highlights substantial efforts by the local governments to improve human resource quality, evidenced by notable achievements in human resource management within their respective administrations. This research underscores the critical importance of digital maturity in enhancing public service delivery and promoting inclusive access to information technology in urban settings. Studi ini mengkaji implementasi e-government di Indonesia dengan fokus pada perbandingan kematangan digital Kota Bandung dan Malang. Menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif, analisis ini terutama memanfaatkan data dari situs web resmi pemerintah, Bandung.go.id dan Malangkota.go.id, yang keduanya diakui telah mencapai tingkat kematangan digital yang tinggi. Penelitian ini sejalan dengan kriteria evaluasi kematangan digital Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan memeriksa dimensi kunci dari penerapan e-government. Temuan menunjukkan bahwa kedua kota telah membangun ekosistem digital terintegrasi yang memfasilitasi layanan daring di berbagai sektor. Namun, pengaturan layanan daring di situs web Kota Malang kurang intuitif, yang dapat menghambat keterlibatan publik. Dalam hal infrastruktur telekomunikasi, Kota Bandung menunjukkan kinerja yang lebih baik, dengan kecepatan internet yang luar biasa, cakupan jaringan, dan ketersediaan teknologi canggih seperti 4G+ dan 5G. Kedua kota juga berkomitmen untuk meningkatkan akses internet masyarakat melalui inisiatif penyediaan Wi-Fi gratis. Selain itu, studi ini menyoroti upaya signifikan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang dibuktikan dengan pencapaian penting dalam manajemen sumber daya manusia di masing-masing pemerintahan. Penelitian ini menekankan pentingnya kematangan digital dalam meningkatkan pelayanan publik dan mempromosikan akses informasi teknologi yang inklusif di lingkungan perkotaan

Journal of Government and Civil SocietyVol. 8(2)
Openalex Percentile: Top 10%
Local Governance and Development
1.96
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.