Adaptation of Perceived Parental Autonomy Support (P-PASS) on College Students 18-24 Years Old

Emerging adulthood who having a parental support for autonomy and reduced control exerted will show a high self-esteem. In addition, this is also related to his success in academic. Because emerging adulthood is related to college student age. So it is important to be able to measure the parental autonomy support and controlling parents obtained by students in Indonesia. This measurement tool for perceived parental autonomy was developed by Mageau in 2015 and has never been adapted in Indonesia. This study aims to evaluate the validity and reliability of the perceived parental autonomy support measuring instrument in Indonesian. Content validity for this measure uses CVI. Then use CTT to analyze reliability and discrimination items. Participants in this study were 272 students who were collected using accidental sampling technique. The results of the adapted measuring instrument are relevant for measuring the construct, by liberating the three items on the controlling parent dimension, the CVI valuesfor each dimension are 1 and .98, while the reliable values are .93 and .87. In the CFA results, the fit model can be accepted on every dimension.Emerging adulthood yang mendapatkan dukungan otonomi orang tua dan pengurangan kontrol yang diberikan akan menunjukkan self-esteem yang tinggi dan juga berkaitan dengan keberhasilannya di akademik. Dikarenakan usia emerging adulthood berada pada 18-24 tahun yang sebagian besar berprofesi sebagai mahamahasiswa. Maka dari itu, penting untuk dapat mengukur parental autonomy support dan controlling parent yang didapatkan oleh mahasiswa. Alat ukur perceived parental autonomy support ini dikembangkan oleh Mageau tahun 2015 dan belum pernah diadaptasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas alat ukur perceived parental autonomy support dalam bahasa Indonesia. Validitas konten untuk alat ukur ini menggunakan CVI. Kemudian menggunakan CTT untuk menganalisis reliabilitas dan diskriminasi aitem. Partisipan pada penelitian ini yaitu mahamahasiswa sebanyak 272 yang dikumpulkan menggunakan teknik sampling insidental. Hasil alat ukur yang diadaptasi relevan untuk mengukur konstruk, dengan membebaskan tiga item pada dimensi controlling parent didapatkan nilai CVI untuk setiap dimensi yaitu 1 dan .98, sedangkan untuk nilai reliabel yaitu .93 dan .87. Pada hasil CFA, model fit dapat diterima pada setiap dimensi.

Authors

Publication Details

Journal
Psikostudia Jurnal Psikologi
Published
2024-10-21
DOI
https://doi.org/10.30872/psikostudia.v13i4.16808
Primary Topic
Grit, Self-Efficacy, and Motivation
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Adaptation of Perceived Parental Autonomy Support (P-PASS) on College Students 18-24 Years Old

Fitriani Lubis, Atri Fathia Alifah
Psikostudia Jurnal Psikologi
Grit, Self-Efficacy, and Motivation
article

Adaptation of Perceived Parental Autonomy Support (P-PASS) on College Students 18-24 Years Old

Fitriani Lubis, Atri Fathia Alifah
article en

Abstract

Emerging adulthood who having a parental support for autonomy and reduced control exerted will show a high self-esteem. In addition, this is also related to his success in academic. Because emerging adulthood is related to college student age. So it is important to be able to measure the parental autonomy support and controlling parents obtained by students in Indonesia. This measurement tool for perceived parental autonomy was developed by Mageau in 2015 and has never been adapted in Indonesia. This study aims to evaluate the validity and reliability of the perceived parental autonomy support measuring instrument in Indonesian. Content validity for this measure uses CVI. Then use CTT to analyze reliability and discrimination items. Participants in this study were 272 students who were collected using accidental sampling technique. The results of the adapted measuring instrument are relevant for measuring the construct, by liberating the three items on the controlling parent dimension, the CVI valuesfor each dimension are 1 and .98, while the reliable values are .93 and .87. In the CFA results, the fit model can be accepted on every dimension.Emerging adulthood yang mendapatkan dukungan otonomi orang tua dan pengurangan kontrol yang diberikan akan menunjukkan self-esteem yang tinggi dan juga berkaitan dengan keberhasilannya di akademik. Dikarenakan usia emerging adulthood berada pada 18-24 tahun yang sebagian besar berprofesi sebagai mahamahasiswa. Maka dari itu, penting untuk dapat mengukur parental autonomy support dan controlling parent yang didapatkan oleh mahasiswa. Alat ukur perceived parental autonomy support ini dikembangkan oleh Mageau tahun 2015 dan belum pernah diadaptasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas alat ukur perceived parental autonomy support dalam bahasa Indonesia. Validitas konten untuk alat ukur ini menggunakan CVI. Kemudian menggunakan CTT untuk menganalisis reliabilitas dan diskriminasi aitem. Partisipan pada penelitian ini yaitu mahamahasiswa sebanyak 272 yang dikumpulkan menggunakan teknik sampling insidental. Hasil alat ukur yang diadaptasi relevan untuk mengukur konstruk, dengan membebaskan tiga item pada dimensi controlling parent didapatkan nilai CVI untuk setiap dimensi yaitu 1 dan .98, sedangkan untuk nilai reliabel yaitu .93 dan .87. Pada hasil CFA, model fit dapat diterima pada setiap dimensi.

Psikostudia Jurnal PsikologiVol. 13(4)
Openalex Percentile: Top 72%
Grit, Self-Efficacy, and Motivation
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.