Perbedaan Tekanan Darah dan Frekuensi Nadi Sebelum dan Sesudah Minum Teh pada Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Tahun Angkatan 2021

ABSTRACT Tea is one of the caffeinated drinks most frequently consumed among medical students. Caffeine consumption is one of the external factors that plays a role in increasing blood pressure. Caffeine consumed as much as 300 mg can increase systolic blood pressure by 5-15 mmHg and diastolic 5-10 mmHg within 15 minutes and this increase in blood pressure lasts up to 2 hours. Research on the effects of tea on blood pressure and pulse rate among medical students is limited. To determine the difference in mean blood pressure and pulse frequency before and after drinking tea in students of the Faculty of Medicine, Tarumanagara University. This research used an observational experimental research design with pre-test and post-test. The research subjects were students from the Faculty of Medicine, Tarumanagara University class of 2021 who met the inclusion criteria with a sample size of 55 students. Data collection was carried out using a simple non random consecutive sampling technique. The results showed that there was a difference in mean blood pressure and pulse frequency after drinking tea compared to before drinking tea (p < 0.05). Tea consumption can cause an increase in blood pressure and pulse rate after 5, 10, and 15 minutes of drinking tea. This can happen because tea contains caffeine which causes an increase in blood pressure in the short term. Keywords: Tea, Caffeine, Blood Pressure, Pulse ABSTRAK Teh merupakan salah satu minuman berkafein yang paling sering dikonsumsi di kalangan mahasiswa kedokteran. Konsumsi kafein menjadi salah satu faktor eksternal yang berperan meningkatkan tekanan darah. Kafein yang dikonsumsi sebanyak 300 mg dapat meningkatkan tekanan darah sistolik 5-15 mmHg dan diastolik 5-10 mmHg dalam waktu 15 menit dan peningkatan tekanan darah ini bertahan hingga 2 jam. Penelitian mengenai efek teh terhadap tekanan darah dan denyut nadi di kalangan mahasiswa kedokteran masih terbatas. Untuk mengetahui perbedaan rerata tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum dan sesudah minum teh pada mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen observasional dengan pre test dan post test. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non random consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata tekanan darah dan frekuensi nadi sesudah minum teh dibandingkan sebelum minum teh (p < 0,05). Konsumsi teh dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah serta frekuensi nadi setelah 5, 10, dan 15 menit mengonsumsi teh. Hal ini dapat terjadi karena teh mengandung kafein yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka pendek. Kata Kunci: Teh, Kafein, Tekanan Darah, Denyut Nadi

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Malahayati Nursing Journal
Published
2024-11-27
DOI
https://doi.org/10.33024/mnj.v6i12.15804
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Perbedaan Tekanan Darah dan Frekuensi Nadi Sebelum dan Sesudah Minum Teh pada Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Tahun Angkatan 2021

Susy Olivia Lontoh, Laura Evangelia
Malahayati Nursing Journal
Public Health and Nutrition
article

Perbedaan Tekanan Darah dan Frekuensi Nadi Sebelum dan Sesudah Minum Teh pada Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Tahun Angkatan 2021

Susy Olivia Lontoh, Laura Evangelia
article en

Abstract

ABSTRACT Tea is one of the caffeinated drinks most frequently consumed among medical students. Caffeine consumption is one of the external factors that plays a role in increasing blood pressure. Caffeine consumed as much as 300 mg can increase systolic blood pressure by 5-15 mmHg and diastolic 5-10 mmHg within 15 minutes and this increase in blood pressure lasts up to 2 hours. Research on the effects of tea on blood pressure and pulse rate among medical students is limited. To determine the difference in mean blood pressure and pulse frequency before and after drinking tea in students of the Faculty of Medicine, Tarumanagara University. This research used an observational experimental research design with pre-test and post-test. The research subjects were students from the Faculty of Medicine, Tarumanagara University class of 2021 who met the inclusion criteria with a sample size of 55 students. Data collection was carried out using a simple non random consecutive sampling technique. The results showed that there was a difference in mean blood pressure and pulse frequency after drinking tea compared to before drinking tea (p < 0.05). Tea consumption can cause an increase in blood pressure and pulse rate after 5, 10, and 15 minutes of drinking tea. This can happen because tea contains caffeine which causes an increase in blood pressure in the short term. Keywords: Tea, Caffeine, Blood Pressure, Pulse ABSTRAK Teh merupakan salah satu minuman berkafein yang paling sering dikonsumsi di kalangan mahasiswa kedokteran. Konsumsi kafein menjadi salah satu faktor eksternal yang berperan meningkatkan tekanan darah. Kafein yang dikonsumsi sebanyak 300 mg dapat meningkatkan tekanan darah sistolik 5-15 mmHg dan diastolik 5-10 mmHg dalam waktu 15 menit dan peningkatan tekanan darah ini bertahan hingga 2 jam. Penelitian mengenai efek teh terhadap tekanan darah dan denyut nadi di kalangan mahasiswa kedokteran masih terbatas. Untuk mengetahui perbedaan rerata tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum dan sesudah minum teh pada mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen observasional dengan pre test dan post test. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non random consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata tekanan darah dan frekuensi nadi sesudah minum teh dibandingkan sebelum minum teh (p < 0,05). Konsumsi teh dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah serta frekuensi nadi setelah 5, 10, dan 15 menit mengonsumsi teh. Hal ini dapat terjadi karena teh mengandung kafein yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka pendek. Kata Kunci: Teh, Kafein, Tekanan Darah, Denyut Nadi

Malahayati Nursing JournalVol. 6(12)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 67%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.