THE IMPACT OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND REGULATORY STRATEGIES ON THE ECONOMICS: LEARNING FROM INDONESIA, CHINA, AND EUROPE

This study examines the economic impact of artificial intelligence (AI) on labor markets and regulatory strategies in Indonesia, China, and Europe. Through a literature review, it assesses how AI adoption influences productivity, job creation, and displacement in these regions. Indonesia faces challenges like infrastructural and educational gaps, though targeted investments and reskilling could boost growth and mitigate job losses. Meanwhile, China and Europe benefit from AI-driven productivity but also confront labor market disruptions, requiring strong policy responses. Indonesia focuses on foundational AI integration, while China pursues aggressive technological advancement and regulation. Europe prioritizes ethical AI use, data protection, and workforce resilience through education and retraining. The study highlights the importance of region-specific regulatory frameworks and calls for continued international collaboration to address global AI-related labor issues. Cross-regional knowledge exchange is crucial for managing labor market transitions and ensuring AI's benefits are widely shared. Keywords: Artificial Intelligence (AI); Labor Market Disruption; Regulatory Frameworks Abstrak Studi ini meneliti dampak ekonomi kecerdasan buatan (AI) terhadap pasar tenaga kerja dan strategi regulasi di Indonesia, Tiongkok, dan Eropa. Melalui tinjauan literatur, studi ini mengevaluasi bagaimana adopsi AI memengaruhi produktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan tenaga kerja di wilayah-wilayah tersebut. Indonesia menghadapi tantangan seperti kesenjangan infrastruktur dan pendidikan, meskipun investasi yang ditargetkan dan peningkatan keterampilan dapat mendorong pertumbuhan dan mengurangi kehilangan pekerjaan. Sementara itu, Tiongkok dan Eropa memperoleh manfaat dari produktivitas yang didorong oleh AI, tetapi juga menghadapi gangguan pasar tenaga kerja, yang membutuhkan respons kebijakan yang kuat. Indonesia berfokus pada integrasi AI dasar, sedangkan Tiongkok mengejar kemajuan teknologi dan regulasi secara agresif. Eropa memprioritaskan penggunaan AI yang etis, perlindungan data, serta ketahanan tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan ulang. Studi ini menekankan pentingnya kerangka regulasi spesifik untuk setiap wilayah dan menyerukan kerjasama internasional yang berkelanjutan untuk mengatasi isu-isu tenaga kerja terkait AI secara global. Pertukaran pengetahuan lintas wilayah sangat penting untuk mengelola transisi pasar tenaga kerja dan memastikan manfaat AI dapat dinikmati secara luas. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan; Gangguan Pasar Tenaga Kerja; Kerangka Regulasi

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Bisnis dan Manajemen
Published
2024-09-30
DOI
https://doi.org/10.23960/jbm.v20i3.3437
Primary Topic
Islamic Finance and Banking Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

THE IMPACT OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND REGULATORY STRATEGIES ON THE ECONOMICS: LEARNING FROM INDONESIA, CHINA, AND EUROPE

Bella Thalia Winardi, Evelyne Julian Halim
Jurnal Bisnis dan Manajemen
Islamic Finance and Banking Studies
article

THE IMPACT OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND REGULATORY STRATEGIES ON THE ECONOMICS: LEARNING FROM INDONESIA, CHINA, AND EUROPE

Bella Thalia Winardi, Evelyne Julian Halim
article en

Abstract

This study examines the economic impact of artificial intelligence (AI) on labor markets and regulatory strategies in Indonesia, China, and Europe. Through a literature review, it assesses how AI adoption influences productivity, job creation, and displacement in these regions. Indonesia faces challenges like infrastructural and educational gaps, though targeted investments and reskilling could boost growth and mitigate job losses. Meanwhile, China and Europe benefit from AI-driven productivity but also confront labor market disruptions, requiring strong policy responses. Indonesia focuses on foundational AI integration, while China pursues aggressive technological advancement and regulation. Europe prioritizes ethical AI use, data protection, and workforce resilience through education and retraining. The study highlights the importance of region-specific regulatory frameworks and calls for continued international collaboration to address global AI-related labor issues. Cross-regional knowledge exchange is crucial for managing labor market transitions and ensuring AI's benefits are widely shared. Keywords: Artificial Intelligence (AI); Labor Market Disruption; Regulatory Frameworks Abstrak Studi ini meneliti dampak ekonomi kecerdasan buatan (AI) terhadap pasar tenaga kerja dan strategi regulasi di Indonesia, Tiongkok, dan Eropa. Melalui tinjauan literatur, studi ini mengevaluasi bagaimana adopsi AI memengaruhi produktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan tenaga kerja di wilayah-wilayah tersebut. Indonesia menghadapi tantangan seperti kesenjangan infrastruktur dan pendidikan, meskipun investasi yang ditargetkan dan peningkatan keterampilan dapat mendorong pertumbuhan dan mengurangi kehilangan pekerjaan. Sementara itu, Tiongkok dan Eropa memperoleh manfaat dari produktivitas yang didorong oleh AI, tetapi juga menghadapi gangguan pasar tenaga kerja, yang membutuhkan respons kebijakan yang kuat. Indonesia berfokus pada integrasi AI dasar, sedangkan Tiongkok mengejar kemajuan teknologi dan regulasi secara agresif. Eropa memprioritaskan penggunaan AI yang etis, perlindungan data, serta ketahanan tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan ulang. Studi ini menekankan pentingnya kerangka regulasi spesifik untuk setiap wilayah dan menyerukan kerjasama internasional yang berkelanjutan untuk mengatasi isu-isu tenaga kerja terkait AI secara global. Pertukaran pengetahuan lintas wilayah sangat penting untuk mengelola transisi pasar tenaga kerja dan memastikan manfaat AI dapat dinikmati secara luas. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan; Gangguan Pasar Tenaga Kerja; Kerangka Regulasi

Jurnal Bisnis dan Manajemen
Shanghai University (CN), University of Indonesia (ID)
Decent work and economic growth
Openalex Percentile: Top 65%
Islamic Finance and Banking Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.