Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Perempuan Jawa oleh Tokoh Bu Tejo dalam Film “Tilik The Series” (Kajian Sosiopragmatik)

This study discusses the violation of the politeness principle in Javanese women by the character Bu Tejo in the film "Tilik: The Series". Through this research, it is hoped that it can increase understanding of the importance of maintaining politeness in the context of Javanese culture and building harmonious and respectful communication. This study uses a qualitative descriptive method to explain the politeness principles in Javanese women's language as explained by the character Bu Tejo in the film "Tilik: The Series. The data was obtained from the dialogue spoken by Bu Tejo, which violated the principle of politeness in language, and data collection was carried out through the see note method with sociopragmatic analysis. The results of the study showed that (1) the violation of the maxim of respect was carried out with subtle satire; (2) the violation of the maxim of wisdom was carried out by stereotyping gender and insulting physical appearance; (3) Bu Tejo violated the maxim of sympathy by insulting Tari's facial expressions and satirizing Pak Subari; (4) Bu Tejo violated the maxim of agreement by expressing disapproval and forcing something with expressive directive speech and intonation that tends to rise; (5) Bu Tejo violated the maxim of modesty through exaggerated expressions with stereotyping of work; and (6) Bu Tejo violated the maxim of generosity by being cynical, arrogant, and blaming others. Keywords: principle of politeness, javanese women's language, Tilik the Series Penelitian ini membahas mengenai pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa perempuan Jawa yang dilakukan oleh tokoh Bu Tejo dalam Film “Tilik The Series”. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesantunan berbahasa dalam konteks budaya Jawa dan membangun komunikasi yang harmonis serta saling menghormati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan prinsip kesantunan berbahasa perempuan Jawa oleh tokoh Bu Tejo dalam Film “Tilik The Series. Data diperoleh dari dialog yang dituturkan oleh Bu Tejo yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa, dan pengumpulan data dilakukan melalui metode simak catat dengan analisis sosiopragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelanggaran maksim penghargaan dilakukan dengan bahasa sindiran halus, (2) pelanggaran maksim kebijaksanaan dilakukan dengan stereotipisasi terhadap jenis kelamin dan menghina tampilan fisik, (3) Bu Tejo melanggar maksim kesimpatian dengan menghina ekspresi wajah Tari dan menyindir Pak Subari, (4) Bu Tejo melanggar maksim permufakatan dengan menyatakan ketidaksetujuan dan memaksakan sesuatu dengan tuturan direktif ekspresif serta intonasi yang cenderung naik, (5) Bu Tejo melanggar maksim kesederhanaan melalui ungkapan yang berlebihan dengan stereotipisasi terhadap pekerjaan, (6) Bu Tejo melanggar maksim kedermawanan dengan sikap sinis, sombong, dan menyalahkan orang lain. Kata Kunci: prinsip kesantunan, bahasa perempuan jawa, Tilik the Series

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Tabasa Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan Pengajarannya
Published
2024-10-17
DOI
https://doi.org/10.22515/tabasa.v4i01.7168
Primary Topic
Linguistics and Language Analysis
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Perempuan Jawa oleh Tokoh Bu Tejo dalam Film “Tilik The Series” (Kajian Sosiopragmatik)

Kunti Zahrotun Alfi
Tabasa Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan Pengajarannya
Linguistics and Language Analysis
article

Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Perempuan Jawa oleh Tokoh Bu Tejo dalam Film “Tilik The Series” (Kajian Sosiopragmatik)

Kunti Zahrotun Alfi
article en

Abstract

This study discusses the violation of the politeness principle in Javanese women by the character Bu Tejo in the film "Tilik: The Series". Through this research, it is hoped that it can increase understanding of the importance of maintaining politeness in the context of Javanese culture and building harmonious and respectful communication. This study uses a qualitative descriptive method to explain the politeness principles in Javanese women's language as explained by the character Bu Tejo in the film "Tilik: The Series. The data was obtained from the dialogue spoken by Bu Tejo, which violated the principle of politeness in language, and data collection was carried out through the see note method with sociopragmatic analysis. The results of the study showed that (1) the violation of the maxim of respect was carried out with subtle satire; (2) the violation of the maxim of wisdom was carried out by stereotyping gender and insulting physical appearance; (3) Bu Tejo violated the maxim of sympathy by insulting Tari's facial expressions and satirizing Pak Subari; (4) Bu Tejo violated the maxim of agreement by expressing disapproval and forcing something with expressive directive speech and intonation that tends to rise; (5) Bu Tejo violated the maxim of modesty through exaggerated expressions with stereotyping of work; and (6) Bu Tejo violated the maxim of generosity by being cynical, arrogant, and blaming others. Keywords: principle of politeness, javanese women's language, Tilik the Series Penelitian ini membahas mengenai pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa perempuan Jawa yang dilakukan oleh tokoh Bu Tejo dalam Film “Tilik The Series”. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesantunan berbahasa dalam konteks budaya Jawa dan membangun komunikasi yang harmonis serta saling menghormati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan prinsip kesantunan berbahasa perempuan Jawa oleh tokoh Bu Tejo dalam Film “Tilik The Series. Data diperoleh dari dialog yang dituturkan oleh Bu Tejo yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa, dan pengumpulan data dilakukan melalui metode simak catat dengan analisis sosiopragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelanggaran maksim penghargaan dilakukan dengan bahasa sindiran halus, (2) pelanggaran maksim kebijaksanaan dilakukan dengan stereotipisasi terhadap jenis kelamin dan menghina tampilan fisik, (3) Bu Tejo melanggar maksim kesimpatian dengan menghina ekspresi wajah Tari dan menyindir Pak Subari, (4) Bu Tejo melanggar maksim permufakatan dengan menyatakan ketidaksetujuan dan memaksakan sesuatu dengan tuturan direktif ekspresif serta intonasi yang cenderung naik, (5) Bu Tejo melanggar maksim kesederhanaan melalui ungkapan yang berlebihan dengan stereotipisasi terhadap pekerjaan, (6) Bu Tejo melanggar maksim kedermawanan dengan sikap sinis, sombong, dan menyalahkan orang lain. Kata Kunci: prinsip kesantunan, bahasa perempuan jawa, Tilik the Series

Tabasa Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan PengajarannyaVol. 4(01)
Yogyakarta State University (ID)
Gender equality
Openalex Percentile: Top 65%
Linguistics and Language Analysis
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.