Correlation between Leukocyte Esterase Levels and Pregnancy Latency Interval in Pregnant Women with a History of Preterm Premature Rupture of Membranes

Introduction : Bacterial colonization of the vagina and cervix can lead to intra amniotic infections that increase the risk of chorioamnionitis, premature rupture of membranes, and preterm labor. Leukocyte esterase (LE) is an alternative test that is affordable and easy to perform to predict the risk of preterm labor due to urinary tract infection. We examined the correlation between leukocyte esterase levels and gestational latency interval in pregnant women with preterm premature rupture of membranes. Methods : This study is an observational study with a cross-sectional design from the medical records of singleton pregnancy patients with preterm premature rupture of membranes undergoing conservative treatment at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung. Researchers analyzed the difference in mean latency interval and the correlation between leukocyte esterase levels and latency interval. The data processing results regarding the correlation between variables are presented in tables and graphs. Results : Of 101 patients, 76 patients met the inclusion criteria; 26 patients (34%) had negative results for leukocyte esterase examination, while 50 patients (66%) were positive. The average latency period of all patients was 2.16 days. The latency period ≤2 days occurred in 53% of patients, with the shortest latency period found in patients with leukocyte esterase +4 levels (1.5 days). Moreover, the ANOVA test results show that the correlation between the age latency period and leukocyte esterase levels obtained a value of f-ratio =1.44 with a p-value of 0.65, indicating no significant results at p<0.05. Conclusion : This study found no significant correlation between leukocyte esterase levels and the latency interval after preterm premature membrane rupture. Hubungan antara Kadar Leukosit Esterase dan Interval Masa Latensi Kehamilan pada Ibu Hamil dengan Riwayat Ketuban Pecah Dini pada Kehamilan Prematur Abstrak Pendahuluan :Penjalaran infeksi bakteri dari kolonisasi bakteri pada vagina dan serviks menyebabkan infeksi intraamniotik yang meningkatkan risiko korioamnionitis, ketuban pecah dini, serta persalinan prematur. Penapisan infeksi saluran kemih (ISK) melalui pemeriksaan kadar leukosit esterase (LE) merupakan alternatif pemeriksaan yang terjangkau dan mudah dilakukan untuk mencegah persalinan prematur. Penelitian ini meneliti hubungan antara kadar leukosit esterase dan masa latensi kehamilan pada ibu hamil dengan ketuban pecah dini <34 minggu. Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional dari rekam medik pasien hamil tunggal dengan ketuban pecah dini <34 minggu yang menjalani perawatan konservatif di RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung. Kriteria eksklusi pada penelitian ini ialah penyulit lain pada ibu dan janin dan pemberian tokolitik. Peneliti menganalisis perbedaan rerata masa latensi serta hubungan kadar leukosit esterase dengan masa latensi kehamilan pada ketuban pecah dini <34 minggu. Hasil olah data mengenai hubungan antar variabel disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil : Dari 101 pasien, terdapat 76 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, didapatkan hasil pemeriksaan leukosit esterase negatif sebanyak 34% (26 pasien), dan positif pada 66% pasien (50 pasien). Rerata masa latensi dari seluruh pasien ialah 2,16 hari. Masa latensi ≤ 2 hari terjadi pada 53% pasien dengan masa latensi paling singkat didapatkan pada pasien dengan kadar leukosit esterase +4 yaitu 1,5 hari. Pada uji Anova hubungan rerata masa latensi dengan kadar leukosit esterase didapatkan nilai rasio-f = 1,44 dengan nilai p 0.65 yang menunjukkan hasil tidak signifikan pada p<0.05. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara kadar leukosit esterase dengan lama masa latensi kehamilan setelah ketuban pecah dini <34 minggu. Kata kunci : Infeksi saluran kemih; leukosit esterase; ketuban pecah dini; masa latensi

Authors

Publication Details

Journal
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Published
2024-11-19
DOI
https://doi.org/10.24198/obgynia.v7i3.681
Primary Topic
Pregnancy and preeclampsia studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Correlation between Leukocyte Esterase Levels and Pregnancy Latency Interval in Pregnant Women with a History of Preterm Premature Rupture of Membranes

Hartanto Bayuaji, Ari Andayani, Amillia Siddiq
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Pregnancy and preeclampsia studies
article

Correlation between Leukocyte Esterase Levels and Pregnancy Latency Interval in Pregnant Women with a History of Preterm Premature Rupture of Membranes

Hartanto Bayuaji, Ari Andayani, Amillia Siddiq
article en

Abstract

Introduction : Bacterial colonization of the vagina and cervix can lead to intra amniotic infections that increase the risk of chorioamnionitis, premature rupture of membranes, and preterm labor. Leukocyte esterase (LE) is an alternative test that is affordable and easy to perform to predict the risk of preterm labor due to urinary tract infection. We examined the correlation between leukocyte esterase levels and gestational latency interval in pregnant women with preterm premature rupture of membranes. Methods : This study is an observational study with a cross-sectional design from the medical records of singleton pregnancy patients with preterm premature rupture of membranes undergoing conservative treatment at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung. Researchers analyzed the difference in mean latency interval and the correlation between leukocyte esterase levels and latency interval. The data processing results regarding the correlation between variables are presented in tables and graphs. Results : Of 101 patients, 76 patients met the inclusion criteria; 26 patients (34%) had negative results for leukocyte esterase examination, while 50 patients (66%) were positive. The average latency period of all patients was 2.16 days. The latency period ≤2 days occurred in 53% of patients, with the shortest latency period found in patients with leukocyte esterase +4 levels (1.5 days). Moreover, the ANOVA test results show that the correlation between the age latency period and leukocyte esterase levels obtained a value of f-ratio =1.44 with a p-value of 0.65, indicating no significant results at p<0.05. Conclusion : This study found no significant correlation between leukocyte esterase levels and the latency interval after preterm premature membrane rupture. Hubungan antara Kadar Leukosit Esterase dan Interval Masa Latensi Kehamilan pada Ibu Hamil dengan Riwayat Ketuban Pecah Dini pada Kehamilan Prematur Abstrak Pendahuluan :Penjalaran infeksi bakteri dari kolonisasi bakteri pada vagina dan serviks menyebabkan infeksi intraamniotik yang meningkatkan risiko korioamnionitis, ketuban pecah dini, serta persalinan prematur. Penapisan infeksi saluran kemih (ISK) melalui pemeriksaan kadar leukosit esterase (LE) merupakan alternatif pemeriksaan yang terjangkau dan mudah dilakukan untuk mencegah persalinan prematur. Penelitian ini meneliti hubungan antara kadar leukosit esterase dan masa latensi kehamilan pada ibu hamil dengan ketuban pecah dini <34 minggu. Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional dari rekam medik pasien hamil tunggal dengan ketuban pecah dini <34 minggu yang menjalani perawatan konservatif di RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung. Kriteria eksklusi pada penelitian ini ialah penyulit lain pada ibu dan janin dan pemberian tokolitik. Peneliti menganalisis perbedaan rerata masa latensi serta hubungan kadar leukosit esterase dengan masa latensi kehamilan pada ketuban pecah dini <34 minggu. Hasil olah data mengenai hubungan antar variabel disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil : Dari 101 pasien, terdapat 76 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, didapatkan hasil pemeriksaan leukosit esterase negatif sebanyak 34% (26 pasien), dan positif pada 66% pasien (50 pasien). Rerata masa latensi dari seluruh pasien ialah 2,16 hari. Masa latensi ≤ 2 hari terjadi pada 53% pasien dengan masa latensi paling singkat didapatkan pada pasien dengan kadar leukosit esterase +4 yaitu 1,5 hari. Pada uji Anova hubungan rerata masa latensi dengan kadar leukosit esterase didapatkan nilai rasio-f = 1,44 dengan nilai p 0.65 yang menunjukkan hasil tidak signifikan pada p<0.05. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara kadar leukosit esterase dengan lama masa latensi kehamilan setelah ketuban pecah dini <34 minggu. Kata kunci : Infeksi saluran kemih; leukosit esterase; ketuban pecah dini; masa latensi

Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology ScienceVol. 7(3)
Openalex Percentile: Top 67%
Pregnancy and preeclampsia studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.