DESAIN VIHARA BUDDHA DENGAN KONSEP KESEDERHANAAN SEBAGAI IDENTITAS DI KAWASAN MANGGA BESAR

The negative impact phenomenon in the Mangga Besar area occurs because modernization and globalization have resulted in the transformation of an area that was once rich in Chinatown culture into a place famous for its nightlife. The issue of the area as the center of economic and cultural activities for the Chinese community, with its culinary diversity, religious rites and typical Chinatown architecture, is undergoing drastic changes. The biggest change that is clearly visible is the transformation of the area's function. The problem is, once filled with traditional shops, it has now been filled with the nightlife industry. This marks a shift in focus from traditional economic activities to a modern entertainment industry that accommodates Jakarta's rapidly growing urban lifestyle. This research aims to rebalance elements of Chinese culture and public perception and highlight the potential of the area through placemaking. The method used is qualitative with the concept of simplicity and naturalness of Buddhist Temple design. His findings by adding new functions that can balance activities in this area can be a solution to increase positive perceptions and achieve environmental balance in this area. The novelty is a building that can balance and provide calm amidst the busy nightlife in Mangga Besar. Keywords: architecture; degradation; function; placemaking; temple Abstrak Fenomena dampak negatif di kawasan Mangga Besar terjadi karena modernisasi dan globalisasi terhadap transformasi sebuah kawasan yang dahulunya kaya akan budaya pecinan menjadi sebuah tempat yang terkenal akan kehidupan malamnya. Isu kawasan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya masyarakat Tionghoa, dengan keberagaman kuliner, ritus keagamaan, dan arsitektur khas pecinannya tengah mengalami perubahan yang drastis. Perubahan terbesar yang terlihat jelas adalah transformasi fungsi kawasan. Masalahnya, dahulu kawasan ini dipenuhi dengan toko-toko tradisional, kini telah dipenuhi oleh industri hiburan malam. Hal ini menandai pergeseran fokus dari kegiatan ekonomi tradisional ke industri hiburan modern yang mengakomodasi gaya hidup urban yang berkembang pesat di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menyeimbangkan kembali elemen budaya pecinan serta persepsi masyarakat dan menonjolkan potensi kawasan melalui placemaking. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan konsep kesederhanaan dan kealamian desain vihara Buddha. Temuannya dengan menambahkan fungsi baru yang dapat menyeimbangkan kegiatan di kawasan ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan persepsi positif dan mencapai keseimbangan lingkungan di Kawasan ini. Kebaruannya adalah bangunan yang dapat menyeimbangkan dan memberikan ketenangan di tengah kepadatan kehidupan malam di Mangga Besar.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Published
2024-10-28
DOI
https://doi.org/10.24912/stupa.v6i2.30944
Primary Topic
Cultural and Artistic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

DESAIN VIHARA BUDDHA DENGAN KONSEP KESEDERHANAAN SEBAGAI IDENTITAS DI KAWASAN MANGGA BESAR

Pricilia Angelina Theodorus, Denny Husin
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Cultural and Artistic Studies
article

DESAIN VIHARA BUDDHA DENGAN KONSEP KESEDERHANAAN SEBAGAI IDENTITAS DI KAWASAN MANGGA BESAR

Pricilia Angelina Theodorus, Denny Husin
article en

Abstract

The negative impact phenomenon in the Mangga Besar area occurs because modernization and globalization have resulted in the transformation of an area that was once rich in Chinatown culture into a place famous for its nightlife. The issue of the area as the center of economic and cultural activities for the Chinese community, with its culinary diversity, religious rites and typical Chinatown architecture, is undergoing drastic changes. The biggest change that is clearly visible is the transformation of the area's function. The problem is, once filled with traditional shops, it has now been filled with the nightlife industry. This marks a shift in focus from traditional economic activities to a modern entertainment industry that accommodates Jakarta's rapidly growing urban lifestyle. This research aims to rebalance elements of Chinese culture and public perception and highlight the potential of the area through placemaking. The method used is qualitative with the concept of simplicity and naturalness of Buddhist Temple design. His findings by adding new functions that can balance activities in this area can be a solution to increase positive perceptions and achieve environmental balance in this area. The novelty is a building that can balance and provide calm amidst the busy nightlife in Mangga Besar. Keywords: architecture; degradation; function; placemaking; temple Abstrak Fenomena dampak negatif di kawasan Mangga Besar terjadi karena modernisasi dan globalisasi terhadap transformasi sebuah kawasan yang dahulunya kaya akan budaya pecinan menjadi sebuah tempat yang terkenal akan kehidupan malamnya. Isu kawasan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya masyarakat Tionghoa, dengan keberagaman kuliner, ritus keagamaan, dan arsitektur khas pecinannya tengah mengalami perubahan yang drastis. Perubahan terbesar yang terlihat jelas adalah transformasi fungsi kawasan. Masalahnya, dahulu kawasan ini dipenuhi dengan toko-toko tradisional, kini telah dipenuhi oleh industri hiburan malam. Hal ini menandai pergeseran fokus dari kegiatan ekonomi tradisional ke industri hiburan modern yang mengakomodasi gaya hidup urban yang berkembang pesat di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menyeimbangkan kembali elemen budaya pecinan serta persepsi masyarakat dan menonjolkan potensi kawasan melalui placemaking. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan konsep kesederhanaan dan kealamian desain vihara Buddha. Temuannya dengan menambahkan fungsi baru yang dapat menyeimbangkan kegiatan di kawasan ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan persepsi positif dan mencapai keseimbangan lingkungan di Kawasan ini. Kebaruannya adalah bangunan yang dapat menyeimbangkan dan memberikan ketenangan di tengah kepadatan kehidupan malam di Mangga Besar.

Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)Vol. 6(2)
Tarumanagara University (ID)
Sustainable cities and communities
Openalex Percentile: Top 69%
Cultural and Artistic Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.