PENERAPAN ARSITEKTUR NARATIF DI KAWASAN LOKASARI UNTUK MENGHIDUPKAN MEMORI KOLEKTIF PRINSEN PARK

Prinsen Park is the pioneer of the film industry in Indonesia which has given birth to many famous artists and actor and was given a nicknamed as tangkiwood. The glory of Prinsen Park began to fade due to a decline in interest in watching films and the development of analog television in the 1970s. Prinsen Park or what is now called Lokasari began to lose its original identity since the rejuvenation program which was implemented in 1985 and popping up of nightclubs in the area at the 90s. This project aims to restore the image of Prinsen Park and make the Lokasari area the center of community activities in Taman Sari. The cross section method was used to collect data through the process of observing existing areas accompanied by comparisons with historical evidence written in journals and books. The credibility of the data collected was strengthened through interviews with people regarding their impressions of the former location until now. The results of the analysis are a collection of collective community memories which were used in the design process to create the atmosphere of Prinsen Park in Lokasari. The atmosphere of Prinsen Park is presented again through the architectural narrative method. Narrative architecture plays a role in forming a collective memory which is useful in building an image of an area and building sense of place and sense of belonging among users to maintain the history of Prinsen Park and become a new chapter for the Lokasari. Keywords: Lokasari; memory; narrative; park; Prinsen Abstrak Prinsen Park merupakan cikal bakal dari industri perfilm-an di Indonesia yang telah melahirkan banyak seniman dan aktor serta diberi julukan tangkiwood. Kejayaan dari Prinsen Park mulai pudar disebabkan penurunan minat menonton film dan berkembangnya televisi analog pada tahun 1970-an. Prinsen Park atau yang sekarang bernama Lokasari mulai kehilangan identitas aslinya sejak dilaksanakan program peremajaan pada tahun 1985 disertai dengan mulai menjamurnya klub malam di kawasan tersebut pada tahun 90-an. Proyek ini bertujuan untuk mengembalikan citra Prinsen Park dan menjadikan kawasan Lokasari sebagai pusat kegiatan masyarakat di Taman Sari. Metode cross section digunakan dalam pengumpulan data melalui proses observasi kawasan eksisting disertai perbandingan terhadap bukti sejarah yang tertulis pada jurnal dan buku, data yang dikumpulkan diperkuat kredibilitasnya melalui wawancara pada masyarakat mengenai impresi terhadap kawasan lokasari terdahulu hingga sekarang. Hasil analisis berupa kumpulan memori kolektif masyarakat yang digunakan dalam proses desain untuk menghadirkan suasana Prinsen Park di Lokasari. Suasana dari Prinsen Park kembali dihadirkan melalui metode naratif arsitektur. Arsitektur naratif berperan dalam membentuk memori kolektif yang berguna dalam membangun citra dari sebuah kawasan dan membangun sense of place serta sense of belonging pada pengguna untuk menjaga sejarah dari Prinsen Park dan menjadi lembaran baru bagi kawasan Lokasari.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Published
2024-10-28
DOI
https://doi.org/10.24912/stupa.v6i2.30904
Primary Topic
Architectural and Urban Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENERAPAN ARSITEKTUR NARATIF DI KAWASAN LOKASARI UNTUK MENGHIDUPKAN MEMORI KOLEKTIF PRINSEN PARK

Budi Adelar Sukada, Rudy Dharma Tjhindra
Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)
Architectural and Urban Studies
article

PENERAPAN ARSITEKTUR NARATIF DI KAWASAN LOKASARI UNTUK MENGHIDUPKAN MEMORI KOLEKTIF PRINSEN PARK

Budi Adelar Sukada, Rudy Dharma Tjhindra
article en

Abstract

Prinsen Park is the pioneer of the film industry in Indonesia which has given birth to many famous artists and actor and was given a nicknamed as tangkiwood. The glory of Prinsen Park began to fade due to a decline in interest in watching films and the development of analog television in the 1970s. Prinsen Park or what is now called Lokasari began to lose its original identity since the rejuvenation program which was implemented in 1985 and popping up of nightclubs in the area at the 90s. This project aims to restore the image of Prinsen Park and make the Lokasari area the center of community activities in Taman Sari. The cross section method was used to collect data through the process of observing existing areas accompanied by comparisons with historical evidence written in journals and books. The credibility of the data collected was strengthened through interviews with people regarding their impressions of the former location until now. The results of the analysis are a collection of collective community memories which were used in the design process to create the atmosphere of Prinsen Park in Lokasari. The atmosphere of Prinsen Park is presented again through the architectural narrative method. Narrative architecture plays a role in forming a collective memory which is useful in building an image of an area and building sense of place and sense of belonging among users to maintain the history of Prinsen Park and become a new chapter for the Lokasari. Keywords: Lokasari; memory; narrative; park; Prinsen Abstrak Prinsen Park merupakan cikal bakal dari industri perfilm-an di Indonesia yang telah melahirkan banyak seniman dan aktor serta diberi julukan tangkiwood. Kejayaan dari Prinsen Park mulai pudar disebabkan penurunan minat menonton film dan berkembangnya televisi analog pada tahun 1970-an. Prinsen Park atau yang sekarang bernama Lokasari mulai kehilangan identitas aslinya sejak dilaksanakan program peremajaan pada tahun 1985 disertai dengan mulai menjamurnya klub malam di kawasan tersebut pada tahun 90-an. Proyek ini bertujuan untuk mengembalikan citra Prinsen Park dan menjadikan kawasan Lokasari sebagai pusat kegiatan masyarakat di Taman Sari. Metode cross section digunakan dalam pengumpulan data melalui proses observasi kawasan eksisting disertai perbandingan terhadap bukti sejarah yang tertulis pada jurnal dan buku, data yang dikumpulkan diperkuat kredibilitasnya melalui wawancara pada masyarakat mengenai impresi terhadap kawasan lokasari terdahulu hingga sekarang. Hasil analisis berupa kumpulan memori kolektif masyarakat yang digunakan dalam proses desain untuk menghadirkan suasana Prinsen Park di Lokasari. Suasana dari Prinsen Park kembali dihadirkan melalui metode naratif arsitektur. Arsitektur naratif berperan dalam membentuk memori kolektif yang berguna dalam membangun citra dari sebuah kawasan dan membangun sense of place serta sense of belonging pada pengguna untuk menjaga sejarah dari Prinsen Park dan menjadi lembaran baru bagi kawasan Lokasari.

Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa)Vol. 6(2)
Tarumanagara University (ID)
Sustainable cities and communities
Openalex Percentile: Top 72%
Architectural and Urban Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.