Analysis of Merchants' Interest in BPJS Health Participation of Independent Non-Recipient Workers (PBPU) Segmentation in Aceh Market, Banda Aceh City
The Indonesian government has improved access to healthcare services through the National Health Insurance (JKN) program. As of May 31, 2023, BPJS Health coverage nationwide reached 91.82%, including over 31 million Independent PBPU participants. The BPJS Health Banda Aceh Branch reported that Independent PBPU participants reached 11,821 in April 2023, an increase from 11,814 in December 2022, despite fluctuations and declines in participant numbers in previous months. Traders, as informal workers, generally do not receive health insurance from employers. This study aims to assess the interest of traders in Pasar Aceh in joining the BPJS Health Independent PBPU segment. This research uses a quantitative method with a cross-sectional approach. The study population consists of 295 traders in Pasar Aceh, with a sample of 75 respondents, selected through accidental sampling. Data were collected via questionnaires and analyzed with a chi-square test using IBM SPSS version 27. The results show a significant relationship between knowledge, enrollment procedures, and tariff/pricing variables with traders' interest in joining BPJS Health Independent PBPU (p=0.000). However, age (p=0.172), education (p=0.586), and income (p=0.251) variables did not show a significant relationship with this interest. It is recommended that BPJS Health management be more proactive in updating information on services and programs that support Independent PBPU membership and optimize the use of the Mobile JKN app and BPJS Health services at Public Service Malls for market traders. Additionally, routine monitoring and evaluation are needed to track the increase in Independent PBPU participants.Keywords: BPJS Health, Interest, Knowledge, Enrollment Procedure, Tariff/Price.Analisis Minat Pedagang Terhadap Keikutsertaan BPJS Kesehatan Segmentasi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Mandiri di Pasar Aceh Kota Banda AcehPemerintah Indonesia telah meningkatkan akses layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Per 31 Mei 2023, cakupan BPJS Kesehatan secara nasional mencapai 91,82%, termasuk lebih dari 31 juta peserta PBPU Mandiri. BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh melaporkan bahwa peserta PBPU Mandiri mencapai 11.821 orang pada April 2023, mengalami peningkatan dari 11.814 orang pada Desember 2022, meskipun terjadi fluktuasi dan penurunan jumlah peserta pada bulan-bulan sebelumnya. Pedagang, sebagai pekerja informal, umumnya tidak memiliki asuransi kesehatan dari pemberi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai minat pedagang di Pasar Aceh dalam keikutsertaan BPJS Kesehatan segmen PBPU Mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 295 pedagang di Pasar Aceh, dengan sampel sebanyak 75 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square menggunakan IBM SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan, prosedur pendaftaran, dan tarif/harga dengan minat pedagang untuk bergabung dalam BPJS Kesehatan PBPU Mandiri dengan nilai (p=0,000). Namun, variabel usia (p=0,172), pendidikan (p=0,586), dan pendapatan (p=0,251) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan minat tersebut. Disarankan agar manajemen BPJS Kesehatan lebih proaktif dalam memperbarui informasi tentang layanan dan program yang mendukung keanggotaan PBPU Mandiri, serta memaksimalkan penggunaan Mobile JKN dan layanan BPJS Kesehatan di Mal Pelayanan Publik bagi pedagang di pasar. Selain itu, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi rutin untuk melihat peningkatan jumlah peserta PBPU Mandiri.Kata kunci: BPJS Kesehatan, Minat, Pengetahuan, Prosedur Pendaftaran, Tarif/Harga.
Authors
- R Zakaria
- Hadi Masqi
- Fauzi Ali Amin
Institutions
- Universitas Muhammadiyah Aceh (ID)
Publication Details
- Journal
- Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
- Published
- 2024-09-15
- DOI
- https://doi.org/10.29406/jkmk.v11i3.6854
- Primary Topic
- SMEs Development and Digital Marketing
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00