Impartasi Cinta : Sebuah Upaya Kontekstualisasi Menurut Kitab Kidung Agung 1 : 3
Abstract: Love is one of the inseparable aspects of human life. Loving and being loved are basic needs. The Song of Songs is a book that explores the meaning of true love, although it sometimes makes us feel uncomfortable when reading it. It is not surprising that this book is rarely discussed in public services, yet its content is very dramatic, talking about love and sexuality, which are part of the inevitable reality of life and are even a gift from God that we should enjoy. Sexuality was part of the original Divine plan, not the result of the fall of man. The intimate relationship between a couple of lovers reflects a higher relationship, that is, between God and his creation. The impartation of love in the Book of Song of Solomon (or Solomon's Song of Solomon) is a central theme that describes the deep and intimate relationship between the bride and groom. It is often interpreted as an allegory of love between God and His people, but it can also be understood as an ideal expression of romantic love. This article discusses the concept of love impartation in the context of the Book of Song of Songs, especially Article 1 Verse 3. Through textual analysis and cultural context, this article aims to explore the meaning of love proposed in the text and its implications for the social and spiritual life of today's society.Abstrak: Cinta adalah salah satu aspek yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Mencintai dan dicintai merupakan kebutuhan dasar. Kidung Agung adalah kitab yang mengupas makna cinta sejati, meskipun kadang membuat kita merasa tidak nyaman saat membacanya. Tak mengherankan jika kitab ini jarang dibahas dalam kebaktian umum, padahal isinya sangat dramatis, berbicara tentang cinta dan seksualitas, yang merupakan bagian dari realitas hidup yang tak bisa dihindari dan bahkan merupakan anugerah dari Tuhan yang seharusnya kita nikmati. Seksualitas adalah bagian dari rencana Ilahi yang awal, bukan hasil dari kejatuhan manusia. Hubungan intim antara sepasang kekasih mencerminkan hubungan yang lebih tinggi, yaitu antara Allah dan ciptaannya. Impartasi cinta dalam Kitab Kidung Agung (atau Kidung Agung Salomo) adalah tema sentral yang menggambarkan hubungan yang mendalam dan intim antara pengantin pria dan pengantin wanita. Kitab ini sering diinterpretasikan sebagai alegori cinta antara Allah dan umat-Nya, tetapi juga bisa dipahami sebagai ekspresi cinta romantis yang ideal. Artikel ini membahas konsep impartasi cinta dalam konteks Kitab Kidung Agung, khususnya Pasal 1 Ayat 3. Melalui analisis tekstual dan konteks budaya, artikel ini bertujuan untuk menggali makna cinta yang diajukan dalam teks tersebut serta implikasinya bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat masa kini.
Authors
- Dolfie Lumimpah
Publication Details
- Journal
- EUANGGELION Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
- Published
- 2024-10-24
- DOI
- https://doi.org/10.61390/euanggelion.v5i1.83
- Primary Topic
- Contemporary Christian Leadership and Education
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00