Prospek Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam Konteks Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan di Indonesia

Abstract Indonesia is currently facing a significant challenge, namely the development gap. The gap is reflected in Indonesia's spatial economic conditions, which are dominated by economic growth and the distribution of the national population concentrated in Java. To overcome this, the government is moving the capital city from Jakarta to IKN in East Kalimantan Province as a strategic step to reduce inequality, create an inclusive and sustainable economy. The move is in line with the global agenda of Sustainable Development Goals (SDGs), especially the 10th goal that focuses on reducing inequality. The question arises on how the prospect of relocating the national capital to IKN in East Kalimantan Province in the context of inclusive and sustainable economy. This article aims to present a literature review that generates insights in this regard. This study uses a qualitative content analysis method with secondary data sources on selected literature collected through desk research. The results in this study show that the relocation of the capital city to IKN provides a positive prospect. The strategic move is projected to have a positive impact on the national economy, such as increasing GDP, inter-regional trade, investment, and economic diversification. The relocation of the capital city to IKN in East Kalimantan Province also has promising prospects for iproving the national economy and reducing disparities between regions in Indonesia. This strategic step is in line with the SDGs' goal to reduce inequality, and build an inclusive and sustainable economy. Abstrak. Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan yang cukup besar, yaitu kesenjangan pembangunan. Kesenjangan tersebut tergambar dari kondisi ekonomi spasial Indonesia yang didominasi pertumbuhan ekonomi dan sebaran populasi nasional yang terkonsentrasi di Pulau Jawa. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melakukan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN di Provinsi Kalimantan Timur sebagai langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan, menciptakan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-10 yang berfokus pada pengurangan kesenjangan. Pertanyaan muncul tentang bagaimana prospek dari pemindahan ibu kota negara ke IKN di Provinsi Kalimantan Timur dalam konteks ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan studi literatur yang menghasilkan pemahaman yang berkenaan dengan hal tersebut. Kajian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis) kualitatif dengan sumber data sekunder pada literatur-literatur terpilih yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, dengan dilakukannya pemindahan ibu kota ke IKN memberikan prospek yang positif. Dengan dilakukannya langkah strategis tersebut diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, seperti peningkatan PDB, perdagangan antar wilayah, investasi, dan diversifikasi ekonomi. Pemindahan ibu kota ke IKN di Provinsi Kalimantan Timur juga memiliki prospek yang menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian nasional dan mengurangi kesenjangan antar wilayah di Indonesia. Langkah strategis ini sejalan dengan tujuan SDGs untuk mengurangi kesenjangan, serta membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Economics Studies
Published
2024-08-14
DOI
https://doi.org/10.29313/bcses.v4i3.15077
Citations
1
Primary Topic
Economic Growth and Fiscal Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
1.13
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Prospek Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam Konteks Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan di Indonesia

Cecep Fauzan Al Rifah, Asnita Frida Sebayang
1 citations
Bandung Conference Series Economics Studies
Economic Growth and Fiscal Policies
1.13
article

Prospek Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam Konteks Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan di Indonesia

Cecep Fauzan Al Rifah, Asnita Frida Sebayang
article en
1 citations

Abstract

Abstract Indonesia is currently facing a significant challenge, namely the development gap. The gap is reflected in Indonesia's spatial economic conditions, which are dominated by economic growth and the distribution of the national population concentrated in Java. To overcome this, the government is moving the capital city from Jakarta to IKN in East Kalimantan Province as a strategic step to reduce inequality, create an inclusive and sustainable economy. The move is in line with the global agenda of Sustainable Development Goals (SDGs), especially the 10th goal that focuses on reducing inequality. The question arises on how the prospect of relocating the national capital to IKN in East Kalimantan Province in the context of inclusive and sustainable economy. This article aims to present a literature review that generates insights in this regard. This study uses a qualitative content analysis method with secondary data sources on selected literature collected through desk research. The results in this study show that the relocation of the capital city to IKN provides a positive prospect. The strategic move is projected to have a positive impact on the national economy, such as increasing GDP, inter-regional trade, investment, and economic diversification. The relocation of the capital city to IKN in East Kalimantan Province also has promising prospects for iproving the national economy and reducing disparities between regions in Indonesia. This strategic step is in line with the SDGs' goal to reduce inequality, and build an inclusive and sustainable economy. Abstrak. Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan yang cukup besar, yaitu kesenjangan pembangunan. Kesenjangan tersebut tergambar dari kondisi ekonomi spasial Indonesia yang didominasi pertumbuhan ekonomi dan sebaran populasi nasional yang terkonsentrasi di Pulau Jawa. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melakukan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN di Provinsi Kalimantan Timur sebagai langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan, menciptakan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-10 yang berfokus pada pengurangan kesenjangan. Pertanyaan muncul tentang bagaimana prospek dari pemindahan ibu kota negara ke IKN di Provinsi Kalimantan Timur dalam konteks ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan studi literatur yang menghasilkan pemahaman yang berkenaan dengan hal tersebut. Kajian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis) kualitatif dengan sumber data sekunder pada literatur-literatur terpilih yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, dengan dilakukannya pemindahan ibu kota ke IKN memberikan prospek yang positif. Dengan dilakukannya langkah strategis tersebut diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, seperti peningkatan PDB, perdagangan antar wilayah, investasi, dan diversifikasi ekonomi. Pemindahan ibu kota ke IKN di Provinsi Kalimantan Timur juga memiliki prospek yang menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian nasional dan mengurangi kesenjangan antar wilayah di Indonesia. Langkah strategis ini sejalan dengan tujuan SDGs untuk mengurangi kesenjangan, serta membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Bandung Conference Series Economics StudiesVol. 4(3)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 11%
Economic Growth and Fiscal Policies
1.13
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.