Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO) Allopurinol dan Deksametason dalam Jamu Asam Urat di Pasar Tanjungsari dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)

Abstract. Herbs is traditional medicine that is prepared traditionally and has been used for generations. The public's great interest in herbal medicine products is often misused by herbal medicine manufacturers who add medicinal chemicals to their products. One of the medicinal chemicals that is often used is allopurinol and dexamethasone. This study aims to identify the presence of allopurinol and dexamethasone in medicinal chemicals circulating in the Tanjungsari Market using thin layer chromatography qualitative analysis, as well as to determine the levels of allopurinol and dexamethasone in gout herbal medicine using high performance liquid chromatography quantitative analysis. The rf result using thin layer chromatography obtained for herbal medicine sample B was 0.5 and for sample C was 0.43. The sample concentration obtained using high performance liquid chromatography in herbal medicine sample B for dexamethasone was 103.571%, and for allopurinol it was 0.025% and in sample C for dexamethasone it was 157.378%, and for allopurinol it was -0.0044%. Abstrak. Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun. Minat masyarakat yang besar terhadap produk jamu tersebut sering kali disalahgunakan oleh produsen jamu yang menambahkan bahan kimia obat ke dalam produknya. Salah satu bahan kimia obat yang sering digunakan yaitu allopurinol dan deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan bahan kimia obat allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat yang beredar di Pasar Tanjungsari dengan analisis kualitatif kromatografi lapis tipis, serta untuk mengetahui kadar allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat dengan analisis kuantitatif kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil rf dengan kromatografi lapis tipis yang didapatkan untuk sampel jamu B yaitu 0,5 dan untuk sampel C yaitu 0,43. Kadar sampel yang diperoleh dengan menggunaka kromatografi cair kinerja tinggi pada sampel jamu B untuk deksametason yaitu sebesar 103,571 %, serta untuk allopurinol 0,025 % dan pada sampel C untuk deksametason yaitu sebesar 157,378 %, serta untuk allopurinol yaitu sebesar -0,0044 %.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Pharmacy
Published
2024-08-15
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsp.v4i2.15576
Primary Topic
Natural Products and Applications
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO) Allopurinol dan Deksametason dalam Jamu Asam Urat di Pasar Tanjungsari dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)

Farendina Suarantika, Taufik Muhammad Fakih, Nisa Neli Aunillah
Bandung Conference Series Pharmacy
Natural Products and Applications
article

Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO) Allopurinol dan Deksametason dalam Jamu Asam Urat di Pasar Tanjungsari dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)

Farendina Suarantika, Taufik Muhammad Fakih, Nisa Neli Aunillah
article en

Abstract

Abstract. Herbs is traditional medicine that is prepared traditionally and has been used for generations. The public's great interest in herbal medicine products is often misused by herbal medicine manufacturers who add medicinal chemicals to their products. One of the medicinal chemicals that is often used is allopurinol and dexamethasone. This study aims to identify the presence of allopurinol and dexamethasone in medicinal chemicals circulating in the Tanjungsari Market using thin layer chromatography qualitative analysis, as well as to determine the levels of allopurinol and dexamethasone in gout herbal medicine using high performance liquid chromatography quantitative analysis. The rf result using thin layer chromatography obtained for herbal medicine sample B was 0.5 and for sample C was 0.43. The sample concentration obtained using high performance liquid chromatography in herbal medicine sample B for dexamethasone was 103.571%, and for allopurinol it was 0.025% and in sample C for dexamethasone it was 157.378%, and for allopurinol it was -0.0044%. Abstrak. Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun. Minat masyarakat yang besar terhadap produk jamu tersebut sering kali disalahgunakan oleh produsen jamu yang menambahkan bahan kimia obat ke dalam produknya. Salah satu bahan kimia obat yang sering digunakan yaitu allopurinol dan deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan bahan kimia obat allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat yang beredar di Pasar Tanjungsari dengan analisis kualitatif kromatografi lapis tipis, serta untuk mengetahui kadar allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat dengan analisis kuantitatif kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil rf dengan kromatografi lapis tipis yang didapatkan untuk sampel jamu B yaitu 0,5 dan untuk sampel C yaitu 0,43. Kadar sampel yang diperoleh dengan menggunaka kromatografi cair kinerja tinggi pada sampel jamu B untuk deksametason yaitu sebesar 103,571 %, serta untuk allopurinol 0,025 % dan pada sampel C untuk deksametason yaitu sebesar 157,378 %, serta untuk allopurinol yaitu sebesar -0,0044 %.

Bandung Conference Series PharmacyVol. 4(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 69%
Natural Products and Applications
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.