Kajian Hubungan Keberadaan Ruang Terbuka Hijau terhadap Kenyamanan Termal di Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung

Abstract. Climate change is a problem that will always be faced in a certain period of time, one of the climate changes is the global warming. Global warming can occur due to the influence of the greenhouse gas effect of one of which is produced by transportation that can increase the temperature of the carbon dioxide production not reduced by the vegetation of the Green Open Space. Implications of District Rules No. 10 of 2015 that Bandung Wetan District is a district of Travelapolis which is protected by heritage buildings and culinary centers can increase the volume of vehicles driving in this area. The research method uses the THI (Thermal Humidity Index) and the Pearson Correlation, from which the results of the method can be inferred that in this area belongs to the category of uncomfortable areas on average daily both weekend and weekday. Based on the result of the correlation between the extent of the green open space and the thermal comfort obtained is the existence of a very strong high relationship between the two variables in the negative direction, it has the meaning that if the green outdoor space is increased then the value of thermal confort will decrease by categorizing comfort as well otherwise. Abstrak. Perubahan iklim merupakan masalah yang akan selalu dihadapi dalam periode waktu tertentu, salah satu dari adanya perubahan iklim yaitu terjadinya pemanasan global. Pemanasan global dapat terjadi karena adanya pengaruh dari efek gas rumah kaca salah satunya yang dihasilkan dari transportasi yang dapat meningkatkan suhu dari hasil produksi karbondioksida yang tidak tereduksi oleh adanya vegetasi dari Ruang Terbuka Hijau. Kenaikan suhu tersebut secara tidak langsung dapat berbpengaruh terhadap kenyamanan termal masyarakatnya. Implikasi dari peraturan daerah no 10 tahun 2015 bahwa Kecamatan Bandung Wetan merupakan kecamatan yang bertemakan Travelapolis yaitu kawasan perlindungan bangunan heritage dan pusat kuliner dapat meningkatkan volume kendaran yang berkendara pada kawasan ini. Metode penelitian menggunakan THI (Thermal Humidity Indeks) dan Korelasi Pearson, yang dimana dari hasil metode tersebut dapat disimpulkan bahwa di kawasan ini tergolong pada kawasan dengan kategori tidak nyaman pada rata rata hariannya baik weekend maupun weekday. Berdasarkan hasil korelasi antar keberadaan luas Ruang Terbuka Hijau dan Kenyamanan Termal yang diperoleh adalah adanya hubungan yang sangat kuat tinggi antar kedua variabel tersebut dengan arah negatif, hal tersebut memiliki arti bahwa jika luas Ruang Terbuka Hijau di tingkatkan maka nilai Kenyamanan Termal akan menurun dengan terkategorisasikan nyaman begitupula sebaliknya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Published
2024-08-14
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsurp.v4i3.14702
Primary Topic
Agricultural and Environmental Management
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Kajian Hubungan Keberadaan Ruang Terbuka Hijau terhadap Kenyamanan Termal di Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung

Syifa Luthfiyah Salsabila, Hilwati Hindersah
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Agricultural and Environmental Management
article

Kajian Hubungan Keberadaan Ruang Terbuka Hijau terhadap Kenyamanan Termal di Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung

Syifa Luthfiyah Salsabila, Hilwati Hindersah
article en

Abstract

Abstract. Climate change is a problem that will always be faced in a certain period of time, one of the climate changes is the global warming. Global warming can occur due to the influence of the greenhouse gas effect of one of which is produced by transportation that can increase the temperature of the carbon dioxide production not reduced by the vegetation of the Green Open Space. Implications of District Rules No. 10 of 2015 that Bandung Wetan District is a district of Travelapolis which is protected by heritage buildings and culinary centers can increase the volume of vehicles driving in this area. The research method uses the THI (Thermal Humidity Index) and the Pearson Correlation, from which the results of the method can be inferred that in this area belongs to the category of uncomfortable areas on average daily both weekend and weekday. Based on the result of the correlation between the extent of the green open space and the thermal comfort obtained is the existence of a very strong high relationship between the two variables in the negative direction, it has the meaning that if the green outdoor space is increased then the value of thermal confort will decrease by categorizing comfort as well otherwise. Abstrak. Perubahan iklim merupakan masalah yang akan selalu dihadapi dalam periode waktu tertentu, salah satu dari adanya perubahan iklim yaitu terjadinya pemanasan global. Pemanasan global dapat terjadi karena adanya pengaruh dari efek gas rumah kaca salah satunya yang dihasilkan dari transportasi yang dapat meningkatkan suhu dari hasil produksi karbondioksida yang tidak tereduksi oleh adanya vegetasi dari Ruang Terbuka Hijau. Kenaikan suhu tersebut secara tidak langsung dapat berbpengaruh terhadap kenyamanan termal masyarakatnya. Implikasi dari peraturan daerah no 10 tahun 2015 bahwa Kecamatan Bandung Wetan merupakan kecamatan yang bertemakan Travelapolis yaitu kawasan perlindungan bangunan heritage dan pusat kuliner dapat meningkatkan volume kendaran yang berkendara pada kawasan ini. Metode penelitian menggunakan THI (Thermal Humidity Indeks) dan Korelasi Pearson, yang dimana dari hasil metode tersebut dapat disimpulkan bahwa di kawasan ini tergolong pada kawasan dengan kategori tidak nyaman pada rata rata hariannya baik weekend maupun weekday. Berdasarkan hasil korelasi antar keberadaan luas Ruang Terbuka Hijau dan Kenyamanan Termal yang diperoleh adalah adanya hubungan yang sangat kuat tinggi antar kedua variabel tersebut dengan arah negatif, hal tersebut memiliki arti bahwa jika luas Ruang Terbuka Hijau di tingkatkan maka nilai Kenyamanan Termal akan menurun dengan terkategorisasikan nyaman begitupula sebaliknya.

Bandung Conference Series Urban & Regional PlanningVol. 4(3)
Bandung Islamic University (ID), Encana (Canada) (CA)
Openalex Percentile: Top 67%
Agricultural and Environmental Management
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.