Analisis Kandungan Sibutramin HCl dan Furosemid pada Jamu Pelangsing yang Tersedia di E-Commerce Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis

Abstract. Jamu, traditionally regarded as a blend of natural ingredients such as spices and herbal plants, is often considered safe and beneficial for health. However, in some instances, jamu is misused by the addition of Pharmaceutical Chemical Ingredients (BKO), posing potential risks to consumers. This study aims to analyze the presence of Sibutramine HCl and Furosemide in six slimming jamu samples available on e-commerce platforms. The methods employed involve quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry. Further quantitative analysis revealed that the levels of Sibutramine HCl in jamu samples D and E were 2.7025% and 2.3136%, respectively, while the level of Furosemide in jamu sample F was 3.2007%. These findings confirm the presence of BKO in the jamu samples, particularly in products lacking BPOM (Indonesian Food and Drug Authority) approval, which poses a significant health risk to consumers. This emphasizes the critical need for strict monitoring of jamu products sold online to protect the public from hidden dangers. Abstrak. Jamu, yang dikenal sebagai campuran bahan alami seperti rempah-rempah dan tanaman herbal, sering kali dianggap aman dan bermanfaat untuk kesehatan. Namun, dalam beberapa kasus, jamu disalahgunakan dengan penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) yang berpotensi membahayakan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan Sibutramin HCl dan Furosemide dalam enam sampel jamu pelangsing yang tersedia di e-commerce. Metode yang digunakan melibatkan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis kuantitatif lebih lanjut menemukan bahwa kadar Sibutramin HCl pada jamu D dan E masing-masing sebesar 2,7025% dan 2,3136%, serta kadar Furosemide pada jamu F sebesar 3,2007%. Hasil ini menegaskan adanya BKO dalam sampel jamu, terutama pada produk yang tidak memiliki izin edar dari BPOM, yang menimbulkan risiko serius bagi kesehatan konsumen. Temuan ini menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap produk jamu yang dijual secara daring untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang tidak terlihat.

Authors

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Pharmacy
Published
2024-08-15
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsp.v4i2.15560
Primary Topic
Pharmaceutical Quality and Counterfeiting
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Kandungan Sibutramin HCl dan Furosemid pada Jamu Pelangsing yang Tersedia di E-Commerce Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis

Frishela Sekar Ayu Ramadhani
Bandung Conference Series Pharmacy
Pharmaceutical Quality and Counterfeiting
article

Analisis Kandungan Sibutramin HCl dan Furosemid pada Jamu Pelangsing yang Tersedia di E-Commerce Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis

Frishela Sekar Ayu Ramadhani
article en

Abstract

Abstract. Jamu, traditionally regarded as a blend of natural ingredients such as spices and herbal plants, is often considered safe and beneficial for health. However, in some instances, jamu is misused by the addition of Pharmaceutical Chemical Ingredients (BKO), posing potential risks to consumers. This study aims to analyze the presence of Sibutramine HCl and Furosemide in six slimming jamu samples available on e-commerce platforms. The methods employed involve quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry. Further quantitative analysis revealed that the levels of Sibutramine HCl in jamu samples D and E were 2.7025% and 2.3136%, respectively, while the level of Furosemide in jamu sample F was 3.2007%. These findings confirm the presence of BKO in the jamu samples, particularly in products lacking BPOM (Indonesian Food and Drug Authority) approval, which poses a significant health risk to consumers. This emphasizes the critical need for strict monitoring of jamu products sold online to protect the public from hidden dangers. Abstrak. Jamu, yang dikenal sebagai campuran bahan alami seperti rempah-rempah dan tanaman herbal, sering kali dianggap aman dan bermanfaat untuk kesehatan. Namun, dalam beberapa kasus, jamu disalahgunakan dengan penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) yang berpotensi membahayakan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan Sibutramin HCl dan Furosemide dalam enam sampel jamu pelangsing yang tersedia di e-commerce. Metode yang digunakan melibatkan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis kuantitatif lebih lanjut menemukan bahwa kadar Sibutramin HCl pada jamu D dan E masing-masing sebesar 2,7025% dan 2,3136%, serta kadar Furosemide pada jamu F sebesar 3,2007%. Hasil ini menegaskan adanya BKO dalam sampel jamu, terutama pada produk yang tidak memiliki izin edar dari BPOM, yang menimbulkan risiko serius bagi kesehatan konsumen. Temuan ini menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap produk jamu yang dijual secara daring untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang tidak terlihat.

Bandung Conference Series PharmacyVol. 4(2)
Openalex Percentile: Top 74%
Pharmaceutical Quality and Counterfeiting
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Analisis Kandungan Sibutramin HCl dan Furosemid pada Jamu Pelangsing yang Tersedia di E-Commerce Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis — Frishela Sekar Ayu Ramadhani · Bandung Conference Series Pharmacy (2024) | TGRS Research Map | TGRS